Senin, 14 Oktober 2019

Sosok Itu

Rinduku akhirnya berlabuh
Pada dia yang sepuh
Sayang tak dapat kudekap utuh
Karena raga telah terpisah dari ruh

Hening. Hanya degup jantungku yang terdengar. Deru nafas memburu sejurus kaki telanjang menapaki rumput hijau bermandi embun. Aroma bunga setaman menyeruak sesaki penciuman. Mariposa bergerombol kabur saat ku melintasi.

Retina mengedar pandang menangkap sosok yang tak asing bagiku. Terduduk manis membelakangi, menengadah awan yang saling berarak. Kudekati perlahan, gaun putih panjang menyibak keringkan embun pada rerumputan.

Desau angin menyapa lembut. Bias cahaya putih menyelimutinya. Semakin mendekat, terlihat jelas. Jemari keriput berpegang pada tongkat tua. Rambut putihnya ikut melambai terbawa angin. Kerut pada kening tak memudarkan rona wajah pucatnya.

Sekejap beradu pandang. Segaris senyum mengembang. Senyum itu lama sekali tak terlukis dibibirnya. Terakhir lenyap bersamaan dengan kelopak mata yang kompak mengatup. Aku tak percaya bisa menikmatinya lagi sekarang.

Aku ingin berlama-lama dengannya. Binar mata itu selalu menghangatkan, meski kurasa sejuk saat jemari saling bertautan. Sosok yang selama ini kurindukan saat malam menjelang, rindu akan celoteh bisingnya yang membuatku kabur ambil langkah seribu.


2 komentar:

yogi riyansyah mengatakan...

Rinduku akhirnya berlabuh secara utuh dihatimu semoga tak ada kata runtuh di situ. Uh uh uh.... 😁😀

Aysafitri114 mengatakan...

Hahay 😂😮

Diksi 18_Ayu

Kenapa Jatuh Cinta? Karena Tuhan yang menghadirkan rasa, meski tidak ditakdirkan bersama. Pertanyaan yang kadang membuat kita bingung ...