Kamu.... Kamu yang ada tapi tidak pernah hadir di
hadapanku, kita saling kenal dari beberapa tahun yang lalu sampai detik ini,
sampai kau membuat aku bisa menumbuhkan rasa yang dari pertama mengenalmu
sedikit demi sedikit singgah di hati ini.
Aneh. Kau tidak pernah menyadarinya bahwa aku
mengagumimu. "Kagum?" sebuah kata yang mungkin bisa saja hilang
dimakan waktu. Iya aku hanya bisa mengagumimu, karena aku takut jika rasaku
lebih dari "kagum" yang berlanjut menjadi "suka".
Tapi bukan takut rasaku tak terbalas dan kau
menjauh. Yang kumaksud, aku hanya tidak ingin rasa ini seperti kupu-kupu yang
hinggap dan terbang lagi. Karena yang kuingin rasa ini menetap dan tinggal
selamanya.
Aku perlu berterima kasih padamu, karena telah
mengajarkanku untuk tidak melebihkan rasa ini. Cukup bagiku untuk bisa
mengagumi dan menyukai dengan "diam" hanya hati yang banyak
membicarakanmu.
"Haha.. Hebat sekali sandiwara hatimu itu,
kau bahkan sangat rapi menyembunyikannya dalam-dalam yang bahkan tak tercium
sedikitpun oleh orang-orang terdekatmu. Hey ingat, sejak lahir pikiran inipun
telah tercipta.”
“Hebat katamu? Kau memang tak tahu apa-apa
tentang apa yang tersembunyi ini. Hanya aku, iya hanya aku dan yang Maha
Penciptaku yang tahu. Dan kau mau mencoba menjadi pengintaiku? Silahkan,
silahkan kau coba menjadi pengintaiku.”
“Kau kira bisa menemukan apa yang ku sembunyikan?
Kurasa kau takkan bisa menemukannya. Karena tersimpan begitu dalam dan jauh di
dasar rasa. Sedang kau hanya melogikakan apa yang tersirat.”
Ini sama sulitnya seperti aku dengan sengaja
menikam dan mengubur hidup-hidup yang tersembunyi itu. Aku menjadi tersangka
karena kesalahan sendiri, dan mendekam dalam penjara yang sunyi, dingin dan
terdiam sendiri.

8 komentar:
Cintaku ke kamu jadi curahan paling indah untuk bercumbu dengan semesta. Biarkan takdir yang mengurus sisanya π
Kutunggu sisa waktu itu dengan terus bercerita apa saja yang terlewati π
Aiiih aseeek. Kuat yah. Berat euy, saya mah enggak kuat. Bukan tipe yang pandai menyimpan rasa
Ungkapkan mbak eeaaa
Aq dulu mendam 5 tahunπ
Endingnya gimana tu
Aku bisa menemukannya, setelah di kehidupan ke dua. Mimpi itu, darimana datangnyaaa,....
Dari tidur hehe
Posting Komentar