Minggu, 13 Oktober 2019

Untukmu Yang Tak Pernah Tahu

Kamu.... Kamu yang ada tapi tidak pernah hadir di hadapanku, kita saling kenal dari beberapa tahun yang lalu sampai detik ini, sampai kau membuat aku bisa menumbuhkan rasa yang dari pertama mengenalmu sedikit demi sedikit singgah di hati ini.

Aneh. Kau tidak pernah menyadarinya bahwa aku mengagumimu. "Kagum?" sebuah kata yang mungkin bisa saja hilang dimakan waktu. Iya aku hanya bisa mengagumimu, karena aku takut jika rasaku lebih dari "kagum" yang berlanjut menjadi "suka".

Tapi bukan takut rasaku tak terbalas dan kau menjauh. Yang kumaksud, aku hanya tidak ingin rasa ini seperti kupu-kupu yang hinggap dan terbang lagi. Karena yang kuingin rasa ini menetap dan tinggal selamanya.

Aku perlu berterima kasih padamu, karena telah mengajarkanku untuk tidak melebihkan rasa ini. Cukup bagiku untuk bisa mengagumi dan menyukai dengan "diam" hanya hati yang banyak membicarakanmu.

"Haha.. Hebat sekali sandiwara hatimu itu, kau bahkan sangat rapi menyembunyikannya dalam-dalam yang bahkan tak tercium sedikitpun oleh orang-orang terdekatmu. Hey ingat, sejak lahir pikiran inipun telah tercipta.”

“Hebat katamu? Kau memang tak tahu apa-apa tentang apa yang tersembunyi ini. Hanya aku, iya hanya aku dan yang Maha Penciptaku yang tahu. Dan kau mau mencoba menjadi pengintaiku? Silahkan, silahkan kau coba menjadi pengintaiku.”

“Kau kira bisa menemukan apa yang ku sembunyikan? Kurasa kau takkan bisa menemukannya. Karena tersimpan begitu dalam dan jauh di dasar rasa. Sedang kau hanya melogikakan apa yang tersirat.”

Ini sama sulitnya seperti aku dengan sengaja menikam dan mengubur hidup-hidup yang tersembunyi itu. Aku menjadi tersangka karena kesalahan sendiri, dan mendekam dalam penjara yang sunyi, dingin dan terdiam sendiri.

8 komentar:

yogi riyansyah mengatakan...

Cintaku ke kamu jadi curahan paling indah untuk bercumbu dengan semesta. Biarkan takdir yang mengurus sisanya 😁

Aysafitri114 mengatakan...

Kutunggu sisa waktu itu dengan terus bercerita apa saja yang terlewati πŸ˜„

Halima Maysaroh mengatakan...

Aiiih aseeek. Kuat yah. Berat euy, saya mah enggak kuat. Bukan tipe yang pandai menyimpan rasa

Aysafitri114 mengatakan...

Ungkapkan mbak eeaaa

niozaharani mengatakan...

Aq dulu mendam 5 tahunπŸ˜‚

Aysafitri114 mengatakan...

Endingnya gimana tu

Riban Toples Satir dan Narasi mengatakan...

Aku bisa menemukannya, setelah di kehidupan ke dua. Mimpi itu, darimana datangnyaaa,....

Aysafitri114 mengatakan...

Dari tidur hehe

Diksi 18_Ayu

Kenapa Jatuh Cinta? Karena Tuhan yang menghadirkan rasa, meski tidak ditakdirkan bersama. Pertanyaan yang kadang membuat kita bingung ...