Selasa, 31 Desember 2019

Hari Terakhir


Judul buku: Tiga Sandera Terakhir
Penulis: Brahmanto Anindito
Penyunting: Hermawan Aksan, Miranda Harlan
Penata aksara: Aksin Makruf
Desainer sampul: Oesman
Penerbit: Noura Books
Tahun terbit: Mei 2015
Tebal buku: 316 halaman
ISBN: 9786020989471


Hari Terakhir

Suara napas memburu bersamaan dengan suara ranting terpijak patah di atas dedauanan kering. Wajah lelah dengan peluh membanjiri tubuh. Kaki telanjangnya berhenti berlari dan singgah di salah satu pohon pinus. Hutan pinus sore itu tampak menyuguhkan pemandangan sinar matahari yang menerobos celah-celah pepohonan.

Kini tubuhnya meringkuk, kedua tangan menutup kedua telinga. Seakan terganggu bunyi-bunyian yang mememakkan telingga. “Anak yatim... Siapa Bapakmu, heh! Ibumu pasti wanita pelacur! Hahaha...” Siapa yang tak bosan tiap kali bertemu dengan teman sebayanya dihujani kalimat-kalimat menyakitkan itu.

Hutan pinus adalah tempat pelariannya dari semua yang menyakitkan. Di tempat itu dirinya merasa puas bisa meluapkan kekesalan yang dirasakan. Berteriak sekencangnya, sampai pohon-pohon yang tak bersalah itu menjadi sasaran amukannya. Seperti sekarang, tangannya terkepal kuat siap meninju pohon yang tadi ia gunakan berteduh.

Baru saja melayangkan tinju itu sebelum tepat sasaran, ia mengaduh dan mengusap kepalanya. Kerikil sebesar kelereng tepat mengenai kepalanya. “Hey.. Siapa yang macam-macam padaku!” serunya melayangkan pandang kesekitar. Namun nihil, hanya suara serangga hutan yang menyaut.

“Menyebalkan! Selalu saja ada yang menganggu,” gerutunya sambil melangkah pergi. “Aaww!” ia mengaduh kedua kalinya. Serangan seperti tadi lagi, ia cepat membalikkan badan. Terlihat beberapa meter di depannya laki-laki sebayanya mememang ketapel dan kerikil yang siap diluncurkan lagi.

“Hihihi... Takkan kuulangi lagi,” ucap laki-laki itu sembari menurunkan ketapelnya. “Aku Bone, bolehkah berteman denganmu? Langkahnya panjang menuju yang ditanyai.

“Kau mau apa? tanyanya dengan wajah sinis.

“Aku hanya ingin berkenalan, dan siapa tahu jodoh,” Yang ditanya balas menjawab dengan senyum sumringah.

“Aku tak ingin mengenal dan berteman denganmu,” ia malah melangkah pergi.

“Tunggu, Mad! Tangan Bone meraih.

“Kau kenal aku? Kenapa tadi sok tanya namaku kalau sudah tahu! Menyentakkan tangan yang dipegang.

“Hehe.. Aku bergurau,” memain-mainkan ketapelnya. “Kau Mamad kan? Yang tinggal di desa sebelah.”

“Iya,” jawabnya singkat.

Tak butuh waktu lama, kedua anak itu sekarang terlihat akrab. Sesekali obrolan mereka mengundang tawa. Kehadiran teman barunya itu kini mengubah raut wajahnya yang suram menjadi ceria. Meski terlihat jelas juga perbedaan di antara keduanya. Warna kulit, postur tubuh, serta rambut mereka.

Mamad mempunyai postur tubuh lebih tinggi dan berisi dibanding Bone, kulitnya yang putih kontars dengan Bone yang berkulit hitam, berambut lurus berlawanan dengan rambut Bone yang keriting. Kesamaan mereka hanya tampak pada bola mata yang bulat dan hidung pesek.

“Aku turut bersedih dengan nasibmu, Mad,” Merangkul Mamad dengan kasih.

“Kau satu-satunya teman yang peduli denganku, terima kasih.” Wajahnya yang basah air mata tersandar di pundak Bone.

“Sudahlah, jangan menangis lagi. Kau kan laki-laki. Haha.”

Merekapun tertawa lagi, hingga tersadar waktu telah beranjak semakin sore. Senja remang-remang menampakkan diri. Usai berjabat tangan, mereka berpisah arah untuk kembali pulang ke rumah masing-masing. Besok berjanji bertemu lagi di tempat itu dengan cerita-cerita baru tentunya.


  ***

"Baru pulang,  Nak?" tanyanya melihat Mamad sedang meneguk segelas air putih.

"Iya." sahutnya pendek.

"Kamu kenapa murung seperti itu?" Melihat anaknya masuk kamar dengan raut wajah murung si ibu langsing menghampiri.

"Aku kesal, Bu! Aku selalu saja dicibir anak yatim," katanya dengan nada kesal.

"Mungkin sudah saatnya kam tahu."

"Maksud, Ibu?"

Ibunya mendekat pada Mamad, raut wajahnya sendu, matanya menerawang seakan sedang mengingat masa-masa sulit yang menyedihkan.

"Ayo cerita, Bu," Tangannya menguncang-guncang badan ibunya.

"Waktu itu kamu masih berusia 9 bulan, ayahmu sedang menjalani tugas di Papua. Namun sayang, di sana ia menjadi korban penyanderaan oleh OPM (Organisasi Papua Merdeka). Namun, OPM sendiri ternyata menyangkalnya. Kata mereka, pihaknya sudah lama tidak menggunakan cara-cara seperti itu demi perjuangan kemerdekaan Papua Barat." Suaranya serak menahan tangis.

"Jadi aku punya Ayah, Bu? Kenapa Ibu tak pernah cerita padaku?"

"Ibu ingin memendam kisah itu karena terlalu menyedihkan untuk di ingat kembali. Tapi memang sudah sepantasnya kamu tahu ini, Nak."

"Lalu bagaimana dengan Ayah, Bu? Matanya kini mulai berembun.

"Ayahmu tidak selamat, penyanderaan itu melenyapkan nyawa Ayahmu," Ibunya tergugu memeluk Mamad.

Mereka saling berpelukan dan menangis."Ibu tahu siapa orang yang telah menyadera Ayah?"

"Dia bernama Ode Lalut!" Bibirnya bergetar menyebut nama itu.

"Aku sangat membencinya, Bu! Mamad tak kalah geram mendengar orang yang telah membunuh Ayahnya.

"Ya sudah, sekarang lupakan semua itu. Kita harus hidup damai dan bahagia meski tanpa Ayah. Buktiya Ibu bisa membesarkanmu sampai sekarang."

"Terima kasih, Bu."

***

Siang hari Mamad menepati janjinya kemarin untuk bertemu lagi dengan Bone di hutan pinus. Sekarang ia tengah menunggu Bone sambil duduk di bawah pohon kemarin. Tak beberapa lama muncul Bone dengan senyum sumringah. Ketapelnya dikalungkan ke leher.

"Hai, Mad! sapanya saat sampai di depan Mamad.

"Hai.. jawabnya dengan wajah lesu.

"Kau kenapa, Mad? Ada anak yang mengejekmu lagi?"

"Tidak. Aku sudah tahu, bahwa aku sebenarnya punya Ayah, tapi ayahhku meninggal karena korban penyanderaan." masih tertunduk lesu.

"Siapa yang memberi tahumu? tanyanya kemudian.

"Ibuku."

"Sabarlah, Mad. Kau bisa menganggap Bapakku sebagai Bapakmu," Bone merasa iba atas apa yang dialami temannya itu.

"Benarkah?" Wajahnya kini sudah berubah cerah.

"Iya, benar. Panggil saja Pak Ode jika nanti kuperkenalkan."

"Ode? Ode siapa? Keningnya berkerut seakan mengingat sesuatu.

"Ode Lalut," jawab Bone.

"Kamu! Dasar pembunuh.. Aku benci kamu! Mamad segera mungkin menjauh dari Bone dan berlari sekuat tenaga.

"Mad...!"

Bone mengejar Mamad yang telah jauh berlari di depannya. Ia heran kenapa sikpa Mamad berubah setelah mendengar nama bapaknya disebut. Sedang Mamad, berlari terus tanpa peduli lagi dengan Bone. Perasaannya tak bisa lagi disembunyikan, melihat wajah Bone mungkin seperti melihat wajah orang yang telah membubuh Ayahnya.

"Aaaaaarrggghhhh!!!"

Suara teriakan menggema memecah kesunyian hutan saat itu. Hari itu menjadi hari terakhir petemuannya dengan temannya.



Selasa, 24 Desember 2019

Review Novel Cinta Seorang Psikopat


Judul : Cinta Seorang Psikopat
Penulis : V. Lestari
Tebal : 592 halaman

Di dalam buku tersebut diceritakan perihal Mandar, yang diberi predikat sebagai psikopat karena dituduh membunuh dua belas perempuan. kedua belas mayat yang sebagian sudah berbentuk kerangka itu ditemukn di ruang bawah tanah bagian belakang rumahnya yang besar oleh Yanto, seorang petugas cleaning service yang disewa Mandar. Penemuan terjadi secara kebetulan, karena Yanto mencium bau busuk dari ruang bawah tanah yang pintunya agak menganga.

Ketika diajukan ke pengadilan, Mandar mengaku telah membunuh sebelas orang. bukan dua belas seperti yang dituduhkan. Tentu saja tidak ada yang percaya kata-katanya karena pada kenyataannya mayat yang ditemukan berjumlah dua belas.

Mandar terlahr sbagai anak tunggal dari orangtua kaya. Ia dimanja dan tak pernah kekurangan, tapi tak punya teman. Satu-satunya teman adalah sepupunya, Adrian. Dalam kecelakaan pesawat terbang, kedua orangtua Mandan juga kedua orangtua Adrian tewas. Mereka berdua menjadi yatim-piatu. Berbeda dengan Mandar, Adrian tidak memiliki warisan karena orangtuanya bukan orang kaya. Mandar-lah yang selalu mengajaknya dalam setiap kesenangan, bahkan kemudian membuat wasiat yang menyatakan Adrian adalah ahli waris hartanya.

Kedua orangtua Mandar adalah pasangan sadistis masokhis. Adegan yang dilihatnya di saat ia masih berusia sepuluh tahun membekas dalam dan menjadi pemicu dari semua perbuatan sadisnya kemudian.

Saat diadili Mandar mengatakan selalu memilih pelacur sebagai korbannya. Tapi ia sekali melakukan kekeliruan ketika memilih Amarilis, atau Lis. Gadis itu dipaksa dan dibius lalu diperkosa. Ia terkejut ketika menyadari bahwa sesungguhnya Lis masih perawan. Jadi ia benar-benar melakukan kesalahan. Karena itu ia tidak membunuh Lis. Gadis itu dijatuhkannya dari mobil di depan rumahnya.

Akibat perkosaan yang dilakukan Mandar, Lis hamil. Tapi di tidak tega menggugurkan kandungannya. Ia dan keluarganya sepakat untuk tidak melaporkan peristiwa itu kepada polisi, untuk menutupi aib yang menimpa mereka. Saaat itu Lis belum tahu siapa pemerkosanya. Ketika perbuatan Mandar terbingkar dan meilhat wajahnya di televisi, ia sangat terkejut. Ternyata ayah anak yang dikandungnya adalah seorang psikopat. Ia takut jika anak itu akan mewarisi sifat jahat Mandar. Tapi untuk menggugurkannya sudah terlambat karena usia kandungannya sudah lebih dari empat bulan.

Akhirnya Lis dan keluarganya memutuskan untuk menyerahkan bayi itu kepada sebuah yayasan bila dilahirkan. Tanpa mereka ketahui, Adrian memata-matai segala gerak0gerik Lis. Dan ia melakukannya atas suruhan Mandar. Namun saat berusaha mendekati Lis, ternyata ia jatuh cinta kepada wanita itu. Tetapi sejak awal Lis tidak menerima cintanya. Ia hanya menganggap Adrian sebagai teman.

Bersamaan waktunya ketika Lis melahirkan, Mandar menerima vonis hukuman mati. Tapi ia malah ketawa karena saat itu ia menerima beruta dari Adrian mengenai kelahiran anak lelakinya. Ia sangat senang karena punya anak. Selama di penjara ia kerao memikirkan Lis dan jatuh cinta kepadanya.

Dokter Hilman yang juga sepat menangani Mandar meras simpati kepada Lis.Ia berusaha meringankan derita batinnya. Ia memberi tahu rekannya, Dokter Tito Wardoyo, yang tidak memiliki anak, perihal tersedianya seorang bati lelaki yang tampan dan bisa diadopsi. Mereka jatuh hati pada si bayi begittu melihatnya, lalu setuju untuk mengadopsinya.

Adrian berhasil mengetahui identitas yang mengadopsi anak MAndar. Sebelum mati, Mandar memang berpesab kepada Adrian untuk menjaga dan mengawasi putranya. Tujuannya adalah agar anaj itu kelak terjamin hidupnya. Dan Adrian berjanji memenuhinya karena ia sudah menguasai harta Mandar.

Sementara itu sikap Dokter Hilman yang lembut dab penuh perhatian membuat Lias jatuh hati. Hilam yang usinaya jauh lebih tua seorang duda dan punya dua orang anak lelaki yang usianya lebih muda beberapa tahun dari Loas, sebetulnya juga mencintai Lis. Cuma ia merasa harus tahu diri. Pelan namun pasti, hubungan mereja berdua menjadi serius.

Hilman akhirnya mengetahui identitas Adrian. Ia meminta Adrian mengakui perihal dirinya kepada Lis. tapi lelaki itu tidak berani. Namun akhirnya tak ada jalan lain baginya selain mengaku. Lis memaafkannya karena ia percaya iktikad baik Adrian. Sepupu seorang psikopat belum tentu jahat juga.

Ketika Adrian mengetahui bahwa Lis akan menikah dengan Dokter Hilam ia marah dan dendam. Pada suatu kesempatan ia memperdaya Lis, membiusnya dan membawanya ke rumah Mandar. Cintanya sudah berubah menjadi kebencian. Ia tak rela Lis dimiliki orang lain.

Di rumah Mandar, Adrian mengakui bahwa salah satu korban yag ditemkan di dalam ruang bawah tanah itu adalah mantan pacarnya, yag dibunuhnya dengan memnafaatkan perbuatan Mandar. Jadi pengajuab Mandar bahwa jumlah korbannya sebelas, bukan dua belas, adalah benar. Selanjutnya Adrian-lah yang sengaja mebuat pintu ruang bawah tanah menganga sedemikian rupa, agar bisa ditemukan oleh Yanto, petugas cleaning service. Dengan demikian Mandar-lah yang akan menanggung perbuatabbya, sementara hartanya akan langsung jatuh kepadanya.

Lis dijatuhkan ke dalam ruang bawah tanah itu. Ia masih hidup tapi terluka. Sesudah itu Adrian melarikan diri dan tidak ada yang menghubungkan Adrian dengan hilangnya Lis.

Dalam kepanikan yang mendera, Hilam teringat Mandar bahwa Mandar punya kemampuan telepati yang sudah terbukti sebelumnya. Meskipun sedang sakit, Mandar bersedia membantu. Lis berhasil ditemukan, tapi untuk itu Mandar harus mengorbankan nyawanya.

Sementara itu, Adrian yang tidak diketahui keberadaannya masih tetap berusaha melampiaskan dendamnya pada Lis. Ia tahu Lis menyayangi bayinya yang sudah diadopsi keluarga Tito Wardoyo, dan tetap merahasiakan  siapa ayah kandungnya untuk menjaga masa depannya. Kini, sasaran Adrian adalah anak itu.


Banyak sekali pelajaran bisa diambil dalam cerita ini, terutama jangan mudah terpengaruh akan niat baik seseorang apalagi orang yang baru dikenal. Tampang rupawan tidak menjadi jaminan benar-benar berniat baik, juga kebaikan seseorang terkadang terselubung niat jahatnya.

Buku karya V. Lestari yang kedua saya baca. Sungguh memikat saya untuk melahap semua novel-novel karya V. Lestari. Meski dalam penggunaan bahasa mudah dimengerti namun masih banyak beberapa kata yang typo.

Novel ini masih ada kelanjutannya yaitu "Ayahku Seorang Psikopat"

V. Lestari dilahirkan di Bogor dan tinggal disana sampai menyelesaikan sekolah menengahnya, sebelum pindah dan menetap di Jakarta. Ia mengkhususkan diri menulis cerita detektif-kriminal, jenis cerita yang memerlukan ketelitian dan keahlian khusus untuk meramunya. Dan yang lebih khas lagi semua novel-novelnya menampilkan tokoh utama wanitanya sebagai "detektif"-nya. Novel pertamanya, Yang Tak Ternilai, terbit tahun 1982. Sejak itu sudah lebih dari 30 novelnya diterbitkan Gramedia.

Kamis, 12 Desember 2019

About Inggris and Indonesia


Judul asli: Hercule Poirot's Christmas
Judul terjemahan: Pembunuhan di Malam Natal
Alih bahasa: Mareta
Tebal : 304 halaman

Siapa  yang tidak kenal penulis novel satu ini, dialah Agatha Christie. Menurut Guinness World Records, Christie memegang rekor sebagai novelis dengan penjualan terbaik sepanjang masa. Novelnya telah terjual sekitar dua milyar kopi. Ia juga memegang rekor sebagai novelis yang karyanya paling banyak diterjemahkan, setidaknya ke dalam 103 bahasa. Atas kontribusinya dalam dunia literatur dan turut mengharumkan nama Inggris, Christie juga diberikan gelar Dame Commander of the Order of the British Empire oleh Ratu Elizabeth. Woww.

Nah novel Agatha Christie yang saya baca kali ini berjudul ‘Pembunuhan di Malam Natal’. Kenapa pilih judul tersebut? Alasannya jelas dan pasti di dalam novel ini menceritakan tentang tradisi atau kebiasaan orang-orang di negara asal novel ini yaitu Inggris. Berbicara tentang tradisi atau kebiasaan, negara Indonesia juga mempunyai berbagai ragam tradisi. Pastinya juga memiliki perbedaan dan persamaan antara tradisi atau kebiasaan negara Inggris dan Indonesia. Dibaca pelan-pelan ya..

Inggris merupakan negara maju dalam berbagai hal, termasuk teknologi. Akan tetapi, mereka tidak melupakan tradisi (termasuk yang aneh/unik sekalipun) yang diwariskan dari nenek moyang. Semisal 7 helatan berikut ini, yang bisa dibilang sangat tidak biasa untuk dilakukan di zaman semodern ini. 

1.    Mayor of High Wycombe

Mayor of High Wycombe merupakan kebiasaan unik orang-orang Inggris dalam pemilihan walikota, yakni menimbang berat badan pemimpin atau pejabat negara setiap tahun. Jika sang pejabat bertambah berat badan, secara historis akan dihukum atau diejek.

2.    World Gurning Championship

Kamu punya kemampuan mengubah wajah menjadi sangat unik? Jika punya, silakan mencoba kejuaraan bernama World Gurning Championship ini. Sebagian besar kontestan cenderung membuat wajah aneh dan kemudian mengabadikannya sebagai kenang-kenan

3.    Cheese Rolling

Cheese Rolling merupakan salah satu tradisi unik yang ada di dunia. Seperti namanya, Cheese Rolling berlangsung di bukit Cooper dan peserta berlomba lari dengan kecepatan 70 mph dari garis start.

4.    Bog Snorkeling Championship

Bog Snorkeling Championship dianggap sebagai olahraga keras yang cepat, di mana para kontestan dipaksa berenang di sepanjang rawa gambut yang berair. Sekarang, helatan ini berlangsung rutin setiap tahun di Inggris.

5.    Morris Dancing

Morris Dancing dianggap sebagai metode menari unik, di mana para penari mengenakan bantalan lonceng pada tulang kering mereka. Tarian ini pertama kali berasal di London sejak 1448, yang melibatkan permainan musikal sepanjang tarian.

6.    Wife Carrying

Tradisi unik bernama Wife Carrying atau kompetisi menggendong istri dengan jarak 300 meter ini sudah berlangsung sejak 2008 lalu di Inggris. Sebelum bertanding, para istri harus ditimbang berat badannya.

7.    World Worm Charming Championship

World Worm Charming Championship adalah helatan yang tidak biasa di Inggris, di mana orang-orang dari segala usia mencoba untuk mengekstraksi sebanyak mungkin cacing dari tanah. Kejuaraan ini sendiri dimulai pada tahun 1980, di sebuah halaman sekolah di Willaston.

Itu tadi 7 dari berbagai macam dan ragam Tradisi di Inggris yang  Masih Dilakukan Masyarakat Inggris Sampai Sekarang. Tapi ada pula tradisi yang masih berlaku di Indonesia meski butuh biaya banyak untuk menyelenggarakannya. Biasanya tradisi itu dimodifikasi sehingga tak saklek seperti zaman dulu. Namun ada juga tradisi yang masih dipertahankan keasliannya.

1.    Sunatan di Aceh
Bagi masyarakat urban, sunatan buat anak biasanya digelar secara sederhana. Pagi anak diantar ke rumah sakit untuk dikhitan, sorenya bikin syukuran dan bagi-bagi makanan di lingkungan rumah lalu sudah. Tapi buat masyarakat yang masih memegang teguh tradisi, sunatan dilakukan dengan prosesi yang panjang dan membutuhkan biaya yang tak sedikit. Contohnya tradisi sunatan di Aceh yang prosesinya dimulai tiga hari sebelum si anak disunat. Di Aceh, walah hanya satu anak yang sunatan, seluruh warga desa bergerak. Prosesi sunatan di Aceh full aturan adat dari konsep pakaian hingga makanan.Walhasil, biaya penyelenggaraannya pun cukup besar.
2.    Mitoni
Mitoni adalah upacara mempersiapkan kelahiran bayi saat usia kehamilan 7 bulan. Upacara adat Jawa ini lekat dengan budaya Islam. Jika diselenggarakan dengan adat Jawa utuh, prosesi mitoni membutuhkan seharian penuh dan biaya yang relatif besar. Upacara ini mirip-mirip dengan pernikahan Jawa, ada sungkeman dan siraman. Keluarga yang menggelar upacara ini juga harus mengundang tetangga dan kenalan untuk ikut mendoakan si jabang bayi.
3.    Rambu Solo
Tradisi mengantar kepergian jenazah di Toraja ini menjadi daya tarik wisata Sulawesi. Sebab, upacaranya digelar secara rumit tapi menarik. Rambu Solo wajib digelar masyarakat asli Toraja. Jika salah seorang keluarga meninggal tapi belum digelar Rambu Solo, jenzahnya akan diperlakukan seperti orang sakit. Dia bakal diberi makan-minum, ditidurkan di ranjang, dan bahkan diajak mengobrol. Sementara Toraja punya Rambu Solo, warga Dayak di Kalimantan punya Tiwah. Tradisi ini digelar untuk menyucikan jiwa orang yang telah meninggal agar diterima di surga.
4.    Tiwah
Sama seperti masyarakat Toraja, komunitas Dayak juga harus menabung lama untuk menyelenggarakan tradisi yang digelar non-stop selama sebulan ini. Biaya untuk menyelenggarakan Tiwah puluhan hingga ratusan juta rupiah. Tapi biasanya warga setempat ikut mengumpulkan sumbangan bagi keluarga yang akan menyelenggarakannya.
5.    Ngaben
Ngaben adalah tradisi pembakaran jenazah di Bali. Tradisi di Indonesia yang masih dilestarikan ini bisa menyedot dana puluhan hingga ratusan juta rupiah. Dulu Ngaben digelar secara perseorangan. Artinya bila seorang anggota keluarga meninggal, maka keluarganya akan menggelar Ngaben agar jiwanya tenang. Tapi sekarang warga Bali lebih sering menyelenggarakan Ngaben secara bersama-sama.

Bicara tentang perbedaan antara Inggris dan Indonesia tentu sangatlah banyak, tapi ada sedikit persamaan antara Inggris dan Indonesia yang saya temukan. Yuk bahas satu per satu.

1.    Menyetir di sisi kiri jalan
2.    Posisi duduk di sebelah kanan pada saat menyetir mobil
3.    Metode penulisan tanggal yang sama
4. Tentunya juga sama-sama mempunyai lagu kebangsaan
5.Lembaga legislatif kedua negara menganut sistem bikameral (dua kamar) 
6.    Keduanya menganut sistem multipartai

Yang terakhir, acara besar bagi kedua negara ini yaitu perayaan hari raya. Kalau di negara Inggris ada perayaan hari natal, Indonesia juga juga mempunyai hari raya yaitu, hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Tentu mayoritas yang melaksanakannya adalah umat muslim Indonesia. Namun tentu juga, perayaan natal ini juga dilaksanakan bagi umat non-muslim di Indonesia.

Selasa, 10 Desember 2019

Ulasan Cerpen Remaja


Judul                            : Titik Buta 
Penulis                         : MGal
Kategori                       : Cerpen Remaja
Lulus moderasi            : 8 Desember 2019

Kita boleh saja buta dengan hal-hal yang tak seharusnya kita lihat. Kenapa? Karena itu untuk menjaga hatimu agar tetap sehat, tidak sakit. Namun salah besar jika mata sengaja dibutakan untuk hal-hal yang bermanfaat, hal-hal yang bisa memperbaiki hidupmu, hal-hal yang pastinya penting untuk diketahui.

Seperti cerita kali ini yang mengisahkan seorang siswa di sebuah sekolah menengah. Sidiq, adalah siswa dengan jurusan IPS, terkenal badung tak menurut aturan sekolah. Baginya sekolah adalah siksaan, tempat dibanding-bandingkan dengan anak IPA yang katanya penurut, katanya pintar, katanya teladan dan segala omong kosong lainnya. Tidak peduli sesopan apapun atau berapa banyak basa-basi yang dipakai, hinaan, tetaplah hinaan.

Karena itu, dari sekian banyaknya orang, hanya Sidiq lah yang berani kabur dan mengendap keluar dari neraka itu. Upacara di mana semua penghuni sekolah dengan khidmat mengikuti acara demi acara. Tapi tidak dengan Sidiq, dia beranjak pergi ke dalam kantin yang sepi. Disana berdiri seorang lelaki tua yang tidak dikenalnya, merapikan gorengan dan dagangan lainnya.

Sidiq bertanya-bertanya kemana ibu kantin yang biasanya menerima hutang-hutangnya ketika uangnya terbakar jadi asap rok*k? Masa bodoh, selama ada yang jaga ia bisa makan dengan tenang, sekalipun ngutang. Begitulah anggapan Sidiq. Dengan santainya dia menunggu pesanan nasi goreng dari bapak penjaga kantin yang ramah.

Percakapan demi percakpan mengalir di antara keduanya. Membahas tentang Sidiq yang tidak ikut upacara keluh kesah Sidiq terungkap pada si bapak.

“Mereka bilang kami tak disiplin, mereka bilang kami memberontak, mereka bilang kami tidak bisa diatur, bahkan mereka menganggap kami tak berguna!”
“Aku bahkan sampai lupa menghitungnya. Yang langsung, yang tidak, yang di depan, yang di belakang, yang teguran, yang bisikan aku sudah dengar semuanya! kewajiban yang dipikul bersama beban itu, bukan kewajiban, tapi kutukan! Cuma orang gila saja yang mau melakukannya!” 

Kekesalan Sidiq tumpah saat itu juga. Tak peduli nasihat si bapak yang berkata : Bekerja sambil menggendong bangkai itu wajar, kan. Mungkin mas belum tahu, tapi waktu kerja itu lumrah sekali, tahu? jadi, kenapa tidak tahan saja bau busuknya.

Satu kata pun tak ada yang Sidiq gubris. Usai melahap nasi gorengnya dan meneguk segelas air, Sidiq pergi dari kantin itu meninggalkan si bapak. Dia bermaksud untuk bolos sekolah, tapi naas, Sidiq yang harusnya bolos sekolah, tertangkap basah tepat tak lama setelah ia keluar dari kantin. Guru-guru BK dan kesiswaan yang garang itu menyeretnya sepanjang jalan menuju sarang mereka. Anehnya, mereka melewati ruang BK- kandang singa-, tapi lurus menuju ruang kepala sekolah.

Sidiq yang beranggapan bahwa kepala sekolah tak masuk,hari ini karena jelas tadi dia menyinggung wakil kepala sekolah yang menjadi pembina upacara menggantikan kepala sekolah. Dia salah besar,
Sidiq merasa jantungnya berhenti, darah turun mengalir menyisakan wajah pucat pasinya. Seolah Sidiq lupa caranya bernapas, mulutnya ternganga sama lebar dengan matanya. Orang yang masuk adalah seorang guru dilihat dari pakaian dinasnya. Tetapi, apa yang mengejutkan bukanlah itu.

Pernapasan Sidiq menjadi kacau, ia ingin mengaturnya, tapi ia tak bisa. Ada segudang pertanyaan yang ingin ia mutahkan segera. Namun, tenggorokkannya terasa sesak seolah kawanan lebah bersarang di dalamnya. Tapi, yang paling penting kenapa “dia” ada disini? Dia adalah bapak kepala sekolah yang menyamar menjadi penjaga kantin sekolah.

Suatu pelajaran berharga dari cerita ini yaitu, penting bagi kita melihat siapa-siapa saja orang yang ada di sekitar kita, menjaga ucapan serta tingkah laku di mana pun berada. Karena kita tidak tahu dengan siapa lawan bicara kita. Alih-alih bisa merugikan diri sendiri. Seperti Sidiq yang pada akhirnya dikeluarkan dari sekolah karena perilakunya itu.

Bapak kepala sekolah patut dijadikan contoh, tak banyak kepala sekolah yang peduli dengan perkembangan siswa-siswanya. Dengan cara itu, dia telah menemukan benang merah yang terjadi di sekolah yang dipimpinya. Dengan cara bijak pula dia mengeluarkan siswa yang tak patuh akan aturan.

Alur cerita yang mudah dimengerti juga bahasa sehari-hari yang masih dalam aturan. Penulis begitu rapi mengatur cerita sampai ending yang tak terduga. Namun cerita seperti ini menurut saya sudah banyak versinya. Tapi tetap menginspirasi bagi para pembaca. Judul yang unik membuat saya tertarik untuk mengulas cerpen ini.

Titik Buta. Di mana orang terkadang hanya memandang sebelah mata, tanpa tahu fakta, tanpa peduli dengan sekitarnya. Titik di mana seharusnya kita melihat yang sebenar-benarnya penting untuk dilihat. Hanya anggapan-anggapan yang merusak otak dan hati, itulah yang membuat buta akan kebaikan di dalamnya.

Cerpen ini saya ambil dari sumber http://cerpenmu.com/cerpen-remaja/titik-buta.html

Sekian ulasan dari saya untuk memenuhi tugas fiksi pekan ke 3.

Diksi 18_Ayu

Kenapa Jatuh Cinta? Karena Tuhan yang menghadirkan rasa, meski tidak ditakdirkan bersama. Pertanyaan yang kadang membuat kita bingung ...