Senin, 20 Januari 2020

Review Buku Fatimah Az-Zahra


FATIMAH AZ-ZAHRA Si Penyabar Yang Menjadi Penghuni Surga Pertama Sintha Setyaningrum Ukuran : 14 x 20 cm
168 halaman
Penerbit Risalah Zaman

(Fatimah) Engkau adalah makhluk Allah SWT pertama yang memasukinya (surga) setelah aku (Rasulullah SAW) dengan penuh kehormatan. Fatimah Az-Zahra, putri Nabi Muhammad SAW dan Khadijah, lahir ke dunia untuk menjelaskan kedudukan dan nilai wanita dalam Islam.

Kehadirannya menggugurkan anggapan kaum jahiliyah yang meyakini bahwa wanita merupakan makhluk hina yang harus dihindari. Karena kedudukannya yang seperti sebuah bintang di kegelapan malam itulah, Fatimah dijuluki Az-Zahra (yang memancarkan cahaya).

Sabar menjadi salah satu keutamaan sifatnya. Fatimah kecil tekun menggantikan peran almarhum ibunya untuk melayani dan membela Rasulullah SAW. Berulang kali ia menyaksikan kekejaman kaum Quraisy terhadap sang ayah saat berdakwah, tetapi tidak pernah mengeluh.

Dalam kesehariannya, ia memilih hidup sederhana. Ia juga tidak pernah mengatakan sesuatu hanya berdasarkan hawa nafsu. Kebiasaan itu melembutkan hatinya sehingga ia tidak pernah memilih cara kekerasan untuk menghadapi masalah.

Buku ini memberikan gambaran kepada kita mengenai kehidupan seorang Fatimah Az-Zahra yang tumbuh dengan didikan ilmu dan ketakwaan. Kita dapat mengambil butir-butir hikmah yang membuat seorang Fatimah tumbuh menjadi wanita berbudi luhur, mulia, dan selalu berpihak pada kebenaran.

Review Novel Warisan Masa Silam

 
Data Buku
Judul              :  Warisan Masa Silam
Penulis           :  V Lestari
Editor             :  Eka Pudjawati
Jenis               :  Fiksi (Novel)
Penerbit         :  PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit    :  Januari 2013
Halaman         :  672

Bola sepak berwarna putih dekil itu melayang tinggi melewati pagar sebuah rumah besar lalu mendarat entah di mana. Tidak kelihatan lagi. Mereka berlima, (para bocah) pemain bola jalanan, berderet di depan pintu gerbang sebuah rumah besar yang tampak sepi. Kelimanya memegang pagar dengan dua tangan dan melayangkan pandang ke segala penjuru. Untuk sesaat mereka terpesona dan melupakan bola sepak tadi.

Begitulah novelis terkemuka Indonesia kelahiran Bogor, V Lestari memulai ceritanya yang bikin penasaran dalam novel Warisan Masa Silam. Bagi Anda penggemar cerita detektif-kriminal tentu tidak asing lagi dengan gaya bertutur V Lestari yang memang sejak tahun 1980-an memfokuskan karyanya pada jalur ini. Dia bisa dilukiskan sebagai Sidney Sheldon-nya Indonesia. 

V Letari  sangat detil dan teliti dalam meramu ceritanya.Warisan Masa Silam bermula dari aktivitas bocah pemain bola jalanan. Saat mencari  bola sepak yang jatuh di halaman rumah kuno dan besar, si bocah laki-laki bernama Kiki menemukan pintu ruang bawah tanah

Ia  penasaran lalu  turun ke ruang bawah tanah tersebut.  Di sana Kiki menemukan peti antik dengan isi yang membuatnya terkejut dan ketakutan. Ada tengkorak dan tulang-belulang manusiadi peti tersebut!

Dengan gaya bercerita yang mengalir, V Lestari kemudian menguak misteri peti antik tersebut.  Isi peti tersebut ternyata warisan masa lalu yang mengerikan dari nenek moyang David, si pemilik rumah kuno tersebut

Lebih serunya lagi  David harus mewarisi bukti kejahatan dari generasi pendahulunya. Bumbu horor pun terus merebak dalam petualangan bocah Kiki selanjutnya. Ada kisah mistis. Hadir pula sosok hantu. Sungguh sebuah cerita fiksi yang menantang sekaligus merangsang pembaca terus mengecapi cerita dari halaman  pertama hingga akhir

Seperti dalam beberapa karya lain sebelumnya, V Lestari pun mewarnai jalan cerita Warisan Masa Silam dengan unsur cinta. Cinta segitiga antara tokoh Kiki, Nana dan  Imelda. Imelda  adalah kakak Lala yang tinggal di Belanda dan setahun sekali mengunjungi orangtuanya yang merupakan pemilik rumah kuno tersebut. Tokoh Imelda menjadi salah di antara bumbu penyedap jalan  cerita

Kehadiran Imelda yang cantik itu membuat  kisah cinta novel ini lebih seru dan menjadikan  detik-detik akhir  pengungkapan atas warisan jahat masa lalu amat menarik. Misalnya, saat  Kiki dan Nana malu-malu kucing berpegangan tangan, Kiki  berpaling pada Imelda serta ungkapan perasaan cinta mereka  via telepon dan pesan singkat (SMS)

Lalu apa pesan yang bisa kita petik  dari novel yang lumayan tebal ini? Satu di antaranya adalah tentang kejahatan dan kebaikan. Sebuah tindak kejahatan itu meskipun  Anda bungkus seindah dan secantik  mungkin akan terungkap juga suatu ketika. Demikian halnya dengan kebaikan akan menghasilkan buah-buah kebajikan dan kebahagiaan bagi mereka yang menjalaninya.

V Lestari melalui nama para tokoh yang sangat Indonesia seperti Ani, Fani, Budiman, Imelda,  Sukri   pun bercerita tentang cinta dan keluarga. Juga kerinduan akan keluarga yang harmonis, keluarga yang  kuat ikatan cinta kasihnya. Melalui kemasan bahasa yang encer, siapa pun mudah mencernanya dengan baik.


Senin, 06 Januari 2020

Review Novel Ayahku Seorang Psikopat

Judul Buku : Ayahku Seorang Psikopat
Pengarang : V. Lestari
Jumlah Halaman : 535 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Setelah sepuluh tahun bermukim di Kanada, keluarga Tito kembali ke Jakarta. Mereka disambut tidak hanya dengan gembira, tapi juga rasa gundah Hilman dan Lis. Gembira karena mereka bisa bertemu dengan Rahmat, anak yang diadopsi keluarga Tito,yang kini sudah besar, gundah karena selama ini Hilman dan Lis menyimpan rahasia kelahiran anak itu.

Andrian, yang sudah berganti penampilan dan identitas menjadi Iwan Budiman, juga berada di Jakarta. Pertemuannya yang tak terduga dengan Lis menggugah kembali nostalgia dan dendam lama. Iya kembali ke kebiasaannya dulu, yaitu menguntit Lis dan Hilman, sampai akhirnya ia mengetahui keberadaan Rahmat.

Sebenarnya Iwan sendiri sudah hidup tenang bersama keluarganya: istri dan seorang anak perempuan. Dan tak seorangpun mengenalinya sebagai Adrian. Tetapi dorongan untuk mengulangi perbuatan lama sangat besar. Apalagi ia tidak menyukai Rahmat, meskipun anak itu keponakannya sendiri. Dengan menghancurkan Rahmat, berarti ia menghancurkan pula hati Lis dan Hilman.

Rahmat harus tahu asal-usulnya. Anak itu harus tahu bahwa ayah kandungnya seorang psikopat! Maka disusunlah rencana oleh Iwan untuk Rahmat. Suatu hari di saat Rahmat sudah mengetahui bahwa ia adalah anak adopsi, kesempatan itulah yang dipakai Iwan untuk memberi tahu siapa sebenarnya orangtua kandungnya.

Tentu mendengar bahwa Mandar dan Lis adalah orangtua kandungnya suatu kejutan yang sangat luar biasa bagi Rahmat. Meski awalnya ia sulit mepercayai namun hatinya luluh juga. Rahmat tetap tinggal bersama orangtua angkatnya, karena merekalah yang telah membesarkannya selama ini. Tentu dengan tidak melupakan orangtua kandungnya.

Sedangkan Iwan, ia telah mendapat balsan yang setimpal akibat perbuatannya sendiri. Ia tewas akibat ulah anaknya, Irma gadis kecil yang keturunan sifat jahat Iwan yang meletakkan minyak pada anak telangga. Hingga saat Iwan meniti anak tangga ia terpeleset dan jatuh hingga dibwa kerumah sakit dan nyawanya tak tertolong.

Begitulah hidup, mesti ada penyesalan dan balasan akan apa yang diperbuat dulu. Dengan mensyukuri apa yang ada sekarang dan tak ada rasa dendam untuk masa lalu maka hidup akan baik-baik saja. Kebaikan cenderung menetap pada hati yang terjaga pada lingkungan yang baik pula, begitu pula sebaliknya.

V. Lestari dilahirkan di Bogor dan tinggal disana sampai menyelesaikan sekolah menengahnya, sebelum pindah dan menetap di Jakarta. Ia mengkhususkan diri menulis cerita detektif-kriminal, jenis cerita yang memerlukan ketelitian dan keahlian khusus untuk meramunya. Dan yang lebih khas lagi semua novel-novelnya menampilkan tokoh utama wanitanya sebagai "detektif"-nya. Novel pertamanya, Yang Tak Ternilai, terbit tahun 1982. Sejak itu sudah lebih dari 30 novelnya diterbitkan Gramedia.

Diksi 18_Ayu

Kenapa Jatuh Cinta? Karena Tuhan yang menghadirkan rasa, meski tidak ditakdirkan bersama. Pertanyaan yang kadang membuat kita bingung ...