Judul Buku : Ayahku Seorang Psikopat
Pengarang : V. Lestari
Jumlah Halaman : 535 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Setelah sepuluh tahun bermukim di Kanada, keluarga Tito kembali ke
Jakarta. Mereka disambut tidak hanya dengan gembira, tapi juga rasa
gundah Hilman dan Lis. Gembira karena mereka bisa bertemu dengan Rahmat,
anak yang diadopsi keluarga Tito,yang kini sudah besar, gundah karena
selama ini Hilman dan Lis menyimpan rahasia kelahiran anak itu.
Andrian, yang sudah berganti penampilan dan identitas menjadi Iwan
Budiman, juga berada di Jakarta. Pertemuannya yang tak terduga dengan
Lis menggugah kembali nostalgia dan dendam lama. Iya kembali ke
kebiasaannya dulu, yaitu menguntit Lis dan Hilman, sampai akhirnya ia
mengetahui keberadaan Rahmat.
Sebenarnya Iwan sendiri sudah hidup tenang bersama keluarganya: istri
dan seorang anak perempuan. Dan tak seorangpun mengenalinya sebagai
Adrian. Tetapi dorongan untuk mengulangi perbuatan lama sangat besar.
Apalagi ia tidak menyukai Rahmat, meskipun anak itu keponakannya
sendiri. Dengan menghancurkan Rahmat, berarti ia menghancurkan pula hati
Lis dan Hilman.
Rahmat harus tahu asal-usulnya. Anak itu harus tahu bahwa ayah kandungnya seorang psikopat! Maka disusunlah rencana oleh Iwan untuk Rahmat. Suatu hari di saat Rahmat sudah mengetahui bahwa ia adalah anak adopsi, kesempatan itulah yang dipakai Iwan untuk memberi tahu siapa sebenarnya orangtua kandungnya.
Tentu mendengar bahwa Mandar dan Lis adalah orangtua kandungnya suatu kejutan yang sangat luar biasa bagi Rahmat. Meski awalnya ia sulit mepercayai namun hatinya luluh juga. Rahmat tetap tinggal bersama orangtua angkatnya, karena merekalah yang telah membesarkannya selama ini. Tentu dengan tidak melupakan orangtua kandungnya.
Sedangkan Iwan, ia telah mendapat balsan yang setimpal akibat perbuatannya sendiri. Ia tewas akibat ulah anaknya, Irma gadis kecil yang keturunan sifat jahat Iwan yang meletakkan minyak pada anak telangga. Hingga saat Iwan meniti anak tangga ia terpeleset dan jatuh hingga dibwa kerumah sakit dan nyawanya tak tertolong.
Begitulah hidup, mesti ada penyesalan dan balasan akan apa yang diperbuat dulu. Dengan mensyukuri apa yang ada sekarang dan tak ada rasa dendam untuk masa lalu maka hidup akan baik-baik saja. Kebaikan cenderung menetap pada hati yang terjaga pada lingkungan yang baik pula, begitu pula sebaliknya.
V. Lestari dilahirkan di
Bogor dan tinggal disana sampai menyelesaikan sekolah menengahnya,
sebelum pindah dan menetap di Jakarta. Ia mengkhususkan diri menulis
cerita detektif-kriminal, jenis cerita yang memerlukan ketelitian dan
keahlian khusus untuk meramunya. Dan yang lebih khas lagi semua
novel-novelnya menampilkan tokoh utama wanitanya sebagai "detektif"-nya.
Novel pertamanya, Yang Tak Ternilai, terbit tahun 1982. Sejak itu sudah lebih dari 30 novelnya diterbitkan Gramedia.