Selasa, 26 November 2019

Sekeping Hati Untuk Fatimah


Sekeping Hati Untuk Fatimah
#Sekeping_Hati_Untuk_Fatimah
#Part_7

Sekolah masih sepi sekali. Hanya ada penjaga sekolah dan tukang kebun saat Abdullah sampai dan memarkirkan kendaraannya di tempat parkir. Waktu masih menunjukkan pukul 06.00. Bulir-bulir embun memandikan dedauan serta bunga yang bermekaran di taman. Abdullah menyelusuri koridor untuk menuju ruang guru.

Menarik gagang kunci pintu tralis ruang guru dan membukanya. Lengang. Hanya bau wangi pengharum ruangan menyeruak hidung Abdullah. Bersih dan rapi ruangan itu, membuat nyaman perasaan Abdullah. Namun tidak sepenuhnya nyaman. Ada sesuatu hal yang sejak kemarin Abdullah tunggu.

Kepastian dari Fatimah. Jelasnya dia menunggu jawaban Fatimahh dari Putra. Hatinya begitu terombang-ambing, ketakutan akan penolakan tentu ada dipikiran Abdullah. Untuk menetralkan hatinya itu, Abdullah membuka laptopnya dan menulis. Ya kebisaan Abdullah sekaligus hobi yang sudah lama ditekuni.

Buku-buku karya Abdullah pun sudah ada yang terbit. Terkadang dia disibukkan dengan banyaknya pesanan buku. Tapi dia juga bersyukur, cita-citanya menjadi penulis dan menerbitkan buku tercapai. Sebuah tambahan rezeki selain penghasilannya dari mengajar. Meski menjadi guru Fisika. Jauh sekali dari sastra.

Sedang menikmati pikirannya berkelana dengan imajinasi. Sosok lelaki berpawakan tinggi dan tegap menghampiri Adullah. Sebelumnya dia duduk dan meletakkan tas kerjanya. Melihat Abdullah begitu asyik dengan laptopnya lelaki itu memutar kursi duduknya 180 derajat menghadap Abdullah.

“Hey!” tegurnya.

Namun yang ditegur masih terdiam, melihat pun tidak.
“Pak Abdullah!” suaranya agak dikeraskan dan akhirnya berhasil membuat Abdullah mendogakkan kepalanya.

“Oh kamu rupa, Putra. Ada apa memanggilku Pak Putra?” tanya Abdullah melanjutkan mengetik di laptopnya.

“Sungguh apa duniamu hanya berkutat dengan benda itu?” Putra bukannya menjawab pertanyaan Abdullah malah balik bertanya.

“Oke baiklah.” ujar Abdullah mengerti maksud Putra dan menutup laptopnya.

“Ck Ck.” Putra menggelengkan kepala melihat tingkah rekannya itu.

“Tumben pagi sekali kamu sampai sekolah?” Abdullah bertanya saambil melihat jam yang melingkar di tangannya.

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu ke kamu, Pak Abdulah!”

“Haha. Iya benar juga.” Abdullah tertawa melihat ekspresi Putra yang seperti ingin sarapan dengan dagingnya.

“Ada yang mau aku bicarakan mengenai Fatimah.” Putra bersikap tenang sambil memperbaiki posisi duduknya.

“Bagaimana keputusannya, Putra? Insya Allah aku akan terima apapun itu.” ucap Abdullah tak kalah seriusnya.

“Sebelumnya aku mewakili Fatimah minta maaf padamu, Abdullah. Langsung to the point saja ya. Mengingat sebentar lagi waktu upacara dan guru-guru yang lain sudah banyak yang berdatangan.” Jelas Putra.

“Baik.” jawab Abdullah singkat. Ada perasaan tidak enak di hatinya. Degupan jantung berpacu cepat mengalahkan detik jarum jam.

“Ehmm begini. Fatimah tidak bisa menerima ajakan ta’aruf dari kamu. Sebenarnya dia sudah memberiku kabar sejak hari Sabtu sore. Tapi akan lebih baik kalau aku menyampaikan langsung padamu hari ini.” Putra menjelaskan apa yang dipesankan oleh Fatimah.

Mendengar itu sontak hati Abdullah kaget bukan main. Kecewa tentu menyelusup dan kentara dari raut wajahnya. Tapi di depan Putra, Abdullah harus tetap tegar dan tidak menyalahkan siapa pun. Mungkin ini keputusan terbaik dari Fatimah dan ujian kesabaran dari Allah yang diberikan pada Abdullah.

“Oh baiklah. Insya Allah aku terima keputusan Fatimah. Mungkin ini jalan terbaik bagi kami.” Abdullah menanggapi sambil tersenyum yang sedikit dipaksakan.

“Aku juga minta maaf, Abdullah. Aku tidak bisa memaksa karena itu sudah keputusan darinya.”

“Tidak masalah. Kalau memang Fatimah adalah jodohku, pasti dia akan kembali dengan cara-Nya.”

Sesaat hening dengan pikiran masing-masing. Abdullah tidak mau menanyakan alasan mengapa dia ditolak. Cukup baginya tahu perihal diterima tidaknya. Dan Putra juga tidak mau menjelaskan alasan mengapa Fatimah menolak Abdullah. Mungkin dia takut akan menambah kecewa hati Abdullah.

Teettt!!

Bunyi bel pertanda upacara akan segera dimulai. Para guru dan murid-murid berhambur keluar ruangan menuju lapangan upacara. Begitu juga Abdullah dan Putra. Beranjak dari duduknya dan keluar. Abdullah dengan langkah gontai berjalan di belakang Putra. Hatinya masih terasa sesak tergiang ucapan Putra tadi. Semoga dia tak pingsang sewaktu upacara.

                                                                        ***

Seusai shalat dhuha dan tilawah, Fatimah termenung. Pikirannya menerawang kejadian kemarin. Kenapa bisa seperti itu? Pertemuannya dengan Fariz. Pesan Faris kepadanya. Apa maksudnya sungguh Fatimah tidak mengerti.  Ini di luar dugaan. Benar memang. Kita boleh berencana, tapi yang menentukan berhasil atau tidak hanya Allah yang berkehendak.


 ­_Bersambung.

Sabtu, 23 November 2019

Mereview Cinta Dalam Ikhlas


Hidup jelas hanya sebuah persinggahan untuk sosok makhluk yang bernyawa. Jika sudah tepat waktunya untuk beranjak dari tempat persinggahan, tak ada satu pun yang dapat mencegah. Aku, kamu, kita, kalian dan mereka akan pergi menghadap Sang Ilahi.

Seperti pada cerita dalam novel cinta dalam ikhlas, dari judulnya saja sudah bertema tentang keihklasan. Ikhlas untuk apa? Atau untuk siapa? Yang jelas, ikhlas adalah sebuah bentuk kerelaan untuk melepas sesuatu yang amat dicintai.

Kehilangan misal. Pada episode kehilangan, hati siapa yang tak kalut? Masih sanggupkah tubuh menopang diri meski lelehan air kesedihan kian membanjiri. Berusaha tegar dan tentu hati ikhlas untuk melepas.

Bintang Atharesina Firdaus. Atau biasa dipanggil Athar, tokoh utama dalam lakon cerita ini. Sosok Athar yang masih lima tahun harus sanggup menyandang sebagai anak yatim. Hanya berteman ibu yang tangguh, tegar, dan begitu sabar berperan sebagai kepala keluarga dibantu oleh kakak-kakaknya, saat itu belum ada seorang pun yang lulus sekolah.

Namun hidup harus tetap berlanjut bukan? Dengan atau tanpa orang yang amat dicintai. Bertahun-tahun sudah sejak kehilangan sosok bapak ditambah lagi kehilangan sosok teteh saat berjuang melahirkan kedua putranya yang ikut serta pergi. Masih tentang episode kehilangan dalam hidup Athar.

Kini menginjak SMA Athar tumbuh menjadi lelaki yang pintar dengan segudang impian. Masa SMA pada akhirnya menemukan seseorang yang sukses membuat hati Athar bergetar hebat. Gadis berjilbab putih menjadikan mata Athar tak kuasa untuk terpejam.

Aurora Cinta Purnama. Ara adalah gadis yang membuat hati Athar bergetar setiap kali namanya dipanggil. Ara gadis lembut dengan senyum yang tulus. Ara gadis impian yang Athar yakini adalah jodoh dunia akhiratnya. Namun Ara juga gadis yang harus Athar ikhlaskan demi cita dan impian di masa depan.

Masa sekolah usai. Perpisahan tentu terjadi, dengan sahabat, guru dan yang paling menyakitkan adalah perpisahan dengan sosok Ara. Kalimat perpisahan Athar terwakilkan dengan sebuah lagu ciptaannya sendiri. Berkah bergabung dengan grup band sekolah. Lagu khusus untuk hati yang tulus kepada Ara.

Dalam hampa kurasa hadir-MU
Sesak dadaku menghilang
Ku terima semua keputusan-MU
dan cinta-MU yang kini kudamba~~ selalu
Ku ikuti gravitasi hati
Ku pasrahkan perasaan
Hanya pada-MU ku bertumpu dan meminta~~
Dia milik-MU, sampaikanlah~ pesanku
Tak akan lupakanmu,
tapi ku harap bisa mengikhlaskan cinta
Karna ku yakin rencana-NYA lebih indah
Jika berjodoh, kita kan disatukan-NYA
Aku mencintamu, tapi lebih mengharapkan-NYA
Aku merindukanmu dalam doa~
Tak mau hapuskanmu
Tapi kurela melepasmu kepada-NYA
Karna ku yakin pilihan-NYA yang terbaik
Jika tak bersatu, Allah kan pilihkan jodoh yang lebih baik
Jodoh yang lebih baik
Dalam hampa kurasa hadir-MU,
Sesak dadaku menghilang

Tentang Ara, gadis impian Athar, Kini sejenak harus mengikhlaskan soal rasa. Meski sekalipun dihati Athar tak pernah hilang, begitu juga nama Ara selalu melangit bersama doa-doa Athar. Berbekal keyakinan hati serta pasrah dengan bagaimana takdir Allah akan membawa kembali Ara untuknya atau tidak.

Athar melangkah meninggalkan tanah kelahirannya menuju Bandung, Mengenyam perguruan tinggi, hingga dia dipertemukan dengan Pak Farhan. Sosok yang dia akui sebagai pengganti bapaknya. Pak Farhan yang begitu baik dan bijaksana. Bersama sahabat barunya di Bandung sekaligus tetangga kamar indekos Athar, Kang Zein. Mereka diberi berkah pekerjaan oleh Pak Farhan.

Kang Zein lelaki soleh adalah sahabat Mamat yang juga sahabat Athar sewaktu sekolah dulu. Bandung dan indekos telah mempertemukan mereka, juga dengan sosok Mas Steve Jobs yang asli bernama Eko Tegal. Logat tegal dengan gaya lucu pencair suasana hati ditambah percaya dirinya yang patut dicontoh.

Kampus UPI juga telah mempertemukan Athar dengan seorang gadis bernama Tari. Gadis baik, seleha dan pecinta buku. Berawal dari buku, Tari gadis pertama yang mengajak Athar ta'aruf. Kegalauan hati Athar yang dirasa tercurah dalam doa dan masih pengharapan yang sama serta meminta keyakinan hati untuk Tari.

Petunjuk Allah adalah jalan yang terbaik. Lagi, hati Athar belum bisa menerima Tari. Hatinya masih ada keyakinan tentang Ara. Selesai masalah dengan Tari, berlanjut ke Pak Farhan. Meminta Athar mengelola usaha fashion-nya SALSABILA, menjadi penerus untuk meintis Panti Asuhan milik Pak Farhan dan yang terakhir, Pak Farhan meminta Athar untuk menikah dengan Salsabila. Anak bungsunya.

Di sisi lain. Kang Zein, sahabatnya yang begitu baik juga mengutarakan rasa tentang Salsabila. Puncak kegalauan Athar. Dia bertekad untuk mencari lagi gadis impiannya. Ara. Pengorbanan yang begitu luar biasa akhirnya bertemu juga gadis yang selama ini di nanti petemuannya kembali. Pertemuan dengan Ara, dan jawaban yang dinanti selama ini membuahkan hasil. Ara membalas perasaan Athar.

Bagaimana dengan Pak Farhan sosok yang sudah dianggap sebagai bapaknya sendiri. Kecewa tentu saat Athar menjawab permintaannya. Sampai rumah sakit menjadi tempak Pak Farhan menutup mata. Sebelumnya telah menyaksikan bungsunya, Salsabila menikah dengan Kang Zein. Kebijaksaan Pak Farhan, akhirnya menerima Kang Zein sebagai penggantinya untuk menemani Salsabila.

Allah. Begitu luar biasa skenario bagi hamba-Nya. Orangtua Ara pun menerima lamaran Athar. Impian yang selama ini terbumbung tinggi akhirnya tercapai. Berkah kesabaran, perjuangan, pengorbanan, dan tentu sebuah keihklasan. Ikhlas melepas cinta untuk disatukan kembali.

Percayalah. Jika kita ikhlas melepas pasti Allah akan beri jalan yang terbaik. Rencananya lebih indah, sesuatu yang telah ditakdirkan untuk kita takkan hilang karena rida-Nya. Cinta dalam ikhlas mengajarkan kita untuk selalu ikhlas dengan segala takdir ketentuan-Nya. Sabar adalah kunci untuk sebuah keikhlasan.

Novel berhalaman 380 ini sungguh mengaduk-aduk hati pembacanya. Sedih, lucu, bahagia, terharu. Sudah lengkap menjadi satu. Bayu Adhitya atau sering dipanggil Kang Abay, adalah seorang motivasinger, songwriter, dan penulis. Novel Cinta Dalam Ikhlas adalah novel pertama yang ditulis oleh Kang Abay, setelah sebelumnya pernah meluncurkan song book berjudul Galau Positif (Motivasinger Publishing, 2012) dan song book Pernikahan Impian (Mizania, 2014).

Sebagai content creator, Kang Abay adalah penggagas project #CintaPositif dan #Singlelillah yang populer di Youtube dan media sosial lainnya. Sebagai song writer, Kang Abay telah menciptakan beberapa judul lagu. Dan, lagu-lagu karya Kang Abay terpilih menjadi official song di banyak komunitas positif di Indonesia, seperti Komunitas Pengusaha Tangan di Atas (TDA), Teladan Rasul, Muda Mulia, Tweet Nikah, dan lain-lain.

Tahun 2016, sebagai pencipta lagu, Kang Abay pun telah memperoleh dua penghargaan, yaitu Best Song Writer di Indonesia Nasheed Award (INA), dan Penghargaan Best Song Writer di Bandung Nasheed Award (BNA). Selain itu, aktivitas Kang Abay lainnya adalah sebagai seorang pembicara publik, khususnya pembicara tema Cinta Positif, pranikah, dan bagaimana menggapai cita-cita atau impian. Ratusan event seminar di lebih dari 40 kota di Indonesia pernah dihadiri oleh Kang Abay selama tiga tahun terakhir, dengan melibatkan puluhan ribu audience.

Keren bukan?
Yuk baca novel-novel Kang Abay selanjutnya.

Sabtu, 16 November 2019

Ulasan Cerpen Bermimpi Dirinya Bermimpi

Cerita Seorang Lelaki yang Sedang Bermimpi tentang Dirinya yang Sedang Bermimpi

About Dream

Benar ini tentang mimpi. Mimpi tentang apa? Siapa yang bermimpi? Siapa yang dimimpikan? Tanda tanya besar tentu telah berseliweran dalam pikiran kita saat bercerita tentang mimpi. Baik kali ini saya akan mengulas cerita tentang mimpi itu.

Cerpen Seorang Lelaki yang Sedang Bermimpi tentang Dirinya yang Sedang Bermimpi, dimuat pada laman ngodop.com dan tentu ini adalah karya Achmad Ihktiar Atau kondang dengan panggilan Uncle Ik.

Berbicara tentang ulas mengulas, nyatanya ada beberapa tahapan di dalamnya.
1. Unsur Intrinsik
a. Tema

Tema dalam cerpen ini adalah tentang mimpi. Yang mana pada awal membaca saja sudah memainkan otak untuk berpikir. Mencerna kata demi kata agar bisa memahami isi cerita. Bagaimana tidak? Bayangkan saja dalam mimpimu, kamu melihat sendiri jika kamu sedang bermimpi.

Aneh tapi benar hanya mimpi. Hingga menuju ending yang tak terduga sebelumnya. Jika kamu berpikir yang sedang bermimpi itu adalah seseorang lelaki dewasa. Salah besar. Dia yang mengaku sebagai "aku" hanyalah cabang bayi yang baru lahir.

b. Tokoh dan Penokohan
Aku sebagai tokoh utama menggambarkan seseorang yang protagonis namun juga antagonis.
Di dalam cerita, aku yang ada dalam mimpi aku yang sedang bermimpi itu memang benar-benar keterlaluan, dengan entengnya dia membelanjakan semua hadiahnya hanya untuk membeli sebuah mimpi. Dari hasil membeli sebuah mimpi, aku berhasil melanjutkan mimpinya. Terbukti dengan aku mewujudkan keinginannya untuk melamar gadis pujaannya, membelikan Bapaknya sepasang kerbau dan mendaftarkan Emaknya untuk berangkat haji.

Narti sebagai tokoh pendukung menggambarkan seorang gadis yang telah dilamar oleh aku, namun pada endingnya Narti mengkhianati aku.

Bapak adalah orang yang selalu ingin terlihat gagah, garis dahinya yang keras dan kumis hitamnya yang tebal setidaknya mewakili karakter itu.

Emak adalah wanita religius berkeinginan menginjakkan kaki di Mekah, berjalan memutari Ka’bah dan mencium Hajar Aswad.

c. Alur dan Plot
Cerpen ini beralur maju. Berawal dari aku yang bermimpi memenangkan lotere, dengan hadiah yang luar biasa banyak. Namun aku menghabiskan semua hadiahnya untuk membeli mimpi. Mimpi untuk melamar Narti gadis pujaannya, membelikan Bapaknya sepasang kerbau dan mendaftarkan Emaknya naik haji. Sekarang aku sadar, ternyata kebahagiaan itu bisa dibeli. Dengan uang kita bisa membeli semua kebutuhan. Dengan uang segala jenis dahaga bisa terpuaskan. Uang bisa membeli kebahagiaan.

Seiring berjalannya waktu cepat berlalu dan berbalik 180 derajat. Kerbau Bapak yang baru dibeli dua hari hilang dicuri, Emak menjadi korban penipuan agen perjalanan haji dan Narti gadis yang telah dilamar berbalik kepada mantannya. Pada akhirnya aku dihujani kalimat "kamu tidak bisa membeli kebahagian."

Untuk cerita berjalan secara runtut dari perkenalan, penanjakan, klimaks, klimaks dan penyelesaian.

d. Latar
Bercerita dengan latar tempat pedesaan dan bentangan sawah.
Suasana yang dibangun dalam cerita ini bahagia, terharu, marah dan sedih.

e. Gaya Bahasa
Penggunaan majas, diksi dan pemilihan kalimat yang tepat namun cukup sulit dipahami. Sehingga pembaca diharapkan perlu mencermati kata dan kalimat yang disampaikan.

f. Sudut Pandang
Sudut pandang orang pertama yaitu aku.

g. Amanat
Cerita ini menyuguhkan pelajaran yang begitu berharga bahwa dalam dunia nyata kebahagian itu tidak bisa dibeli oleh apapun. Di dunia nyata saja kebahagiaan tidak bisa dibeli apalagi dalam dunia mimpi. Benar hanya mimpi jika ingin membeli sebuah kebahagiaan. Pada cerita juga mengajarkan agar tidak mejadi takabur/sombong jika mendapatkan suatu nikmat. Karena semua itu hanya titipan dan kapanpun bisa saja diambil oleh sang pemilik (Allah).

2. Unsur Ekstrinsik
Sudah aliran dari penulisannya sendiri bahwa Cerita karya Uncle Ik selalu menyuguhkan akhir yang luar biasa. Penuh teka-teki yang membuat pembaca tidak cepat bosan membaca sampai akhir cerita.
Nilai agama, sosial, moral dan budaya juga terkandung dalam cerita ini.


Tuntas sudah membahas tentang mimpi. Segera bangun bagi yang sedang bermimpi. Bangun mimpimu jika indah dan abaikan jika itu buruk. Dan kalau masih penasaran cerita-cerita Uncle Ik yang lain, yuk telusuri laman ngodop.com.

https://kataaysafitri.blogspot.com/2019/11/ulasan-cerpen-bermimpi-dirinya-bermimpi.html?m=1

Sabtu, 09 November 2019

KKN di Desa Penulis_End



Kamis, 07 November 2019. Merupakan hari pengumuman kelulusan peserta ODOP, para wisudawan dan wisudawati menanti dengan penuh debaran hati. Di mana hari penentuan dari hasil selama kurang lebih dua bulan berkecimpung dalam dunia ODOP.

Kami, terutama aku merasa bahagia akan kelulusan ini. Meski tidak menjadi pemenang dalam hal apa pun, tapi aku telah menjadi pemenang untuk diriku sendiri. Pemenang yang telah mengalahkan segala rasa yang ingin menghanyutkan untuk mundur.

Selamat kepada:
Mas Brian sang pemenang tulisan improvivasi cerita rakyat dan review tempat wisata
Bumiarena.blogspot.com adalah nama blog dari Mas Briantono Raharjo. Yang awalnya aku salah panggil nama Mas Riban. Ini gara-gara blognya bernama Riban Toples satir dan Narasi. Hehe. Dengan tulisan-tulisan Mas Brian yang menurutku selalu berat lebih berat dari tubuh mungilku. Otakku terkadang suka lola untuk mencerna tulisan Mas Brian. Salut deh bisa mikir sejauh itu Mas. Waaawww..

Mas Rahman sang pemenag tulisan improvivasi cerita rakyat
Manusiaamatir.blogspot.com adalah nama blog dari Mas Rahman Arrijal. Yang mengaku manusia amatir, kelahiran Pare, Jawa Timur. Hobi berenang namun tidak bisa berenang. Haha. Cerpen Athan, cerita yang begitu bagusnya dikemas oleh Mas Rahman. Menceritakan perjuangan seorang ibu begitu sabar mengurus anaknya.

Mbak Anis sang pemenang peserta terbaik
Anishida37.blogspot.com adalah nama blog dari Mbak Anis Hidayati. Blog yang berisi sebagian besar adalah cerpen horor. Aku yang penikmat cerita horor selalu suka dan menunggu kelanjutan cerpen-cerpen Mbak Anis. Dari kebiasaan membaca cerpen Mbak Anis yang horor, aku jadi terinspirasi juga menulis cerita horor. Meski masih kalah bagusnya dengan cerita horornya Mbak Anis. Hehe. Mbak Anis juga cocok jadi pembimbing skripsi, jemarinya begitu lihai kalau sudah mampir di tulisanku. (Banyak coretan hehe tapi aku suka).

Mbak Nio sang pemenang peserta terfavorit
Galerinio.blogspot.com adalah nama blog dari Mbak Nio Zaharani. Galeri yang salah satunya memuat resep makanan (jadi setiap baca tulisan Mbak Nio bikin mupeng hehe). Dan pada pekan akhir, Mbak Nio meluncurkan cerpennya yang berisi penduduk Tokyo. Terima kasih Mbak, telah menjadikan aku peran yang mantul. Terima kasih juga selalu mampir di blogku.

Kalian pantas mendapatkan itu
Kalian patut kami jadikan contoh dan motivasi untuk terus melaju
Semoga apa yang kalian raih membawa keberkahan di kemudian hari
Aku beruntung mengenal kalian

Aku banyak belajar dari kalian
Terima kasih sudah menjadi keluagaku selama ini
Teruntuk juga
Mbak Fitri Ane Lestari, Mbak Fitri Nurul Hijayati, Mbak Gendhuk Gandhes (terkenang dengan cerita si Genduk), Mbak Hailatur Rosida, Mbak Halimah Maysaroh (selalu memikat dengan puisinya), Mbak Lilis Fauziah, Mbak Meitanti (terima kasih sudah sering mampir di blogku), Mbak Nyi Heni (penuh dengan cerita anak dan fabel yang patut menjadi pedoman), Mas Yogi Riyansyah (juga memikat dengan syair-syair puisinya, lekas sembuh dari cerita lalu yang membuat runtuh. Hehe. Dan Mbak Yulia Tanjung (membangkitkan semangatku untuk ikut juga post tulisan di KBM hehe).

(Maaf sebagian ada yang belum hapal apa saja yang pernah kalian tulis).

Tentu menjadi moment yang menyedihkan saat harus kehilangan anggota keluarga kita, seperti Aditia Sanjaya, Alfi Manzilatur Rokhmah dan Triya Pamungkas (menghilang begitu saja), Cak Noer D (orang pertama yang setiap kali share link, namun perlahan menyerah juga). Dan yang paling mengejutkan mendekati pekan akhir, Mas Handika Putra menyerah dan keluar (mungkin ada alasan tertentu yang membuatnya memutuskan itu). Mas Moch Rizky (yang pernah menjadi moderator bedah tulisanku, akhirnya hilang tanpa permisi) dan Mbak Qheiza Wiranda Edelwise (wanita pendaki gunung dan yang selalu aktif di grup, hilang juga tanpa kabar).

Tinggallah kita yang tersisa dengan asa untuk menggpai cita. Semoga tetap utuh, saling butuh tak ada kata runtuh. Selalu semangaaat, meski jalan yang kita tempuh melelahkan sampai meneteskan keringat. Lihatlah, di ujung sana bahagia telah menantimu. Jemput dia dengan segala usaha yang tak luput dari doa.

Terakhir untuk para Pj
Mbak Betty Irwanti Joko (dengan semangatnya yang selalu ramah menyapa penduduk Tokyo)
Mbak Dyah Yukita (pengirim surat cinta. Hehe. Dengan surat cintanya, kami selalu terpacu untuk melaju mengejar waktu. Begitu pedulinya dengan nasib kami).
Mbak Titi Keke (pemandu wisata kami untuk jalan-jalan ke setiap blog Tokyo. hehe)
Dan Mas Lutfi Yulianto (yang ngakunya jadi tukang intip di setiap grup. Haha. Mata-mata kali ya. Tapi juga sering jadi pembawa kabar berita. Eh).

Terima kasih, kalian sungguh luar biasa mengayomi kami, peduli dan selalu memberi semangat. Semoga kerja keras kalian selama ini selalu mendapat keberkahan, dan tentu menjadi kenangan tersendiri untuk kami, para peserta.


Ayu Safitri. Gadis kecil mungil, kelahiran kota Jambi 24 tahun lalu. Mengaku kelahiran kota Jambi tapi bagai orang asing tak tahu jalanan. Hehe. Gadis rumahan di pinggir desa selepas wisuda setahun yang lalu. Hanya pendidik bocah berumur 6-11 tahun, di sebuah gedung yang dulunya juga menjadi tempat mengais ilmu. Tak banyak yang tahu, gadis pendiam, sedikit cuek dan moody ini adalah gadis petakilan kalau sudah kumpul-kumpul bareng gengnya. Hahaha. Dan sampai sekarang masih dalam masa perbaikan untuk sebuah penantian.

Silahkan berkunjung di media sosialku selain blog
Ig: ayusafitri_114
Fb: Ayu Safitri Ningsih

Genap sudah tulisanku selama 60 hari.
09-09-2019 sampai 09-11-2019

Jumat, 08 November 2019

KKN di Desa Penulis_2



Dan akhirnya pembagian grup berlangsung. Ada Tokyo, Konstantinopel, Nottingham, Sapporo, London, Adelaide, Kairo dan Valetta. Alhamdulillah aku masuk grup Tokyo. Di grup Tokyo terdiri dari 23 peserta dan PJ (penanggung jawab).

Serasa anak baru yang masuk kelas. Nggak ada yang aku kenal dari mereka. Mereka masih asing dan tentu aku butuh adaptasi. Dari sekian mereka cuma satu orang dari Pj yang aku kenal. Lutfi Yulianto. Haha.. Dia orang yang aku kenal dari masa RWC dulu. Dan ketemu lagi di ODOP.

Satu-dua pekan berjalan para peserta masih dengan program kerjanya, yaitu menulis pada blog dan menyetor tulisan ditempat yang telah tersedia. Tantangan-tantangan sudah kami jalani tiap pekan. Dari materi malam Senin dan Jum’at kami mendapat ilmu baru.

Seiring berjalannya waktu, pasti mulai ada kejenuhan, down dan akhirnya banyak peserta yang gugur atau terpaksa dikeluarkan dari grup. Aku yang menyaksikan itu makin terpacu semangatnya untuk terus berjuang sampai akhir.

Kejadian memanaspun sempat terjadi di grup Tokyo. Tapi akhirnya berakhir damai dan saling mengerti. Maklum, kepala peserta banyak. Jadi untuk menyatukan menjadi satu pemikiran itu terkadang sulit. Meski tujuannya itu sama.

Keadaan kembali normal menjelang pekan-pekan akhir. Semakin terasa kekeluargaannya, saling berbagi cerita, suka, duka. Tentu kami tak lupa saling memberi semangat. Hanya satu kata “Semangat” tapi sukses membuat diri untuk bangkit.

Sampailah kami pada waktu terakhir untuk menyetor tulisan tugas tantangan. Tunai sudah program kerja harian maupun mingguan. Tinggal menunggu hasil akhir yang semoga memuaskan. Diluluskan saja sudah bahagia dan sujud syukur.

_Bersambung....

Diksi 18_Ayu

Kenapa Jatuh Cinta? Karena Tuhan yang menghadirkan rasa, meski tidak ditakdirkan bersama. Pertanyaan yang kadang membuat kita bingung ...