Kamis, 12 Desember 2019

About Inggris and Indonesia


Judul asli: Hercule Poirot's Christmas
Judul terjemahan: Pembunuhan di Malam Natal
Alih bahasa: Mareta
Tebal : 304 halaman

Siapa  yang tidak kenal penulis novel satu ini, dialah Agatha Christie. Menurut Guinness World Records, Christie memegang rekor sebagai novelis dengan penjualan terbaik sepanjang masa. Novelnya telah terjual sekitar dua milyar kopi. Ia juga memegang rekor sebagai novelis yang karyanya paling banyak diterjemahkan, setidaknya ke dalam 103 bahasa. Atas kontribusinya dalam dunia literatur dan turut mengharumkan nama Inggris, Christie juga diberikan gelar Dame Commander of the Order of the British Empire oleh Ratu Elizabeth. Woww.

Nah novel Agatha Christie yang saya baca kali ini berjudul ‘Pembunuhan di Malam Natal’. Kenapa pilih judul tersebut? Alasannya jelas dan pasti di dalam novel ini menceritakan tentang tradisi atau kebiasaan orang-orang di negara asal novel ini yaitu Inggris. Berbicara tentang tradisi atau kebiasaan, negara Indonesia juga mempunyai berbagai ragam tradisi. Pastinya juga memiliki perbedaan dan persamaan antara tradisi atau kebiasaan negara Inggris dan Indonesia. Dibaca pelan-pelan ya..

Inggris merupakan negara maju dalam berbagai hal, termasuk teknologi. Akan tetapi, mereka tidak melupakan tradisi (termasuk yang aneh/unik sekalipun) yang diwariskan dari nenek moyang. Semisal 7 helatan berikut ini, yang bisa dibilang sangat tidak biasa untuk dilakukan di zaman semodern ini. 

1.    Mayor of High Wycombe

Mayor of High Wycombe merupakan kebiasaan unik orang-orang Inggris dalam pemilihan walikota, yakni menimbang berat badan pemimpin atau pejabat negara setiap tahun. Jika sang pejabat bertambah berat badan, secara historis akan dihukum atau diejek.

2.    World Gurning Championship

Kamu punya kemampuan mengubah wajah menjadi sangat unik? Jika punya, silakan mencoba kejuaraan bernama World Gurning Championship ini. Sebagian besar kontestan cenderung membuat wajah aneh dan kemudian mengabadikannya sebagai kenang-kenan

3.    Cheese Rolling

Cheese Rolling merupakan salah satu tradisi unik yang ada di dunia. Seperti namanya, Cheese Rolling berlangsung di bukit Cooper dan peserta berlomba lari dengan kecepatan 70 mph dari garis start.

4.    Bog Snorkeling Championship

Bog Snorkeling Championship dianggap sebagai olahraga keras yang cepat, di mana para kontestan dipaksa berenang di sepanjang rawa gambut yang berair. Sekarang, helatan ini berlangsung rutin setiap tahun di Inggris.

5.    Morris Dancing

Morris Dancing dianggap sebagai metode menari unik, di mana para penari mengenakan bantalan lonceng pada tulang kering mereka. Tarian ini pertama kali berasal di London sejak 1448, yang melibatkan permainan musikal sepanjang tarian.

6.    Wife Carrying

Tradisi unik bernama Wife Carrying atau kompetisi menggendong istri dengan jarak 300 meter ini sudah berlangsung sejak 2008 lalu di Inggris. Sebelum bertanding, para istri harus ditimbang berat badannya.

7.    World Worm Charming Championship

World Worm Charming Championship adalah helatan yang tidak biasa di Inggris, di mana orang-orang dari segala usia mencoba untuk mengekstraksi sebanyak mungkin cacing dari tanah. Kejuaraan ini sendiri dimulai pada tahun 1980, di sebuah halaman sekolah di Willaston.

Itu tadi 7 dari berbagai macam dan ragam Tradisi di Inggris yang  Masih Dilakukan Masyarakat Inggris Sampai Sekarang. Tapi ada pula tradisi yang masih berlaku di Indonesia meski butuh biaya banyak untuk menyelenggarakannya. Biasanya tradisi itu dimodifikasi sehingga tak saklek seperti zaman dulu. Namun ada juga tradisi yang masih dipertahankan keasliannya.

1.    Sunatan di Aceh
Bagi masyarakat urban, sunatan buat anak biasanya digelar secara sederhana. Pagi anak diantar ke rumah sakit untuk dikhitan, sorenya bikin syukuran dan bagi-bagi makanan di lingkungan rumah lalu sudah. Tapi buat masyarakat yang masih memegang teguh tradisi, sunatan dilakukan dengan prosesi yang panjang dan membutuhkan biaya yang tak sedikit. Contohnya tradisi sunatan di Aceh yang prosesinya dimulai tiga hari sebelum si anak disunat. Di Aceh, walah hanya satu anak yang sunatan, seluruh warga desa bergerak. Prosesi sunatan di Aceh full aturan adat dari konsep pakaian hingga makanan.Walhasil, biaya penyelenggaraannya pun cukup besar.
2.    Mitoni
Mitoni adalah upacara mempersiapkan kelahiran bayi saat usia kehamilan 7 bulan. Upacara adat Jawa ini lekat dengan budaya Islam. Jika diselenggarakan dengan adat Jawa utuh, prosesi mitoni membutuhkan seharian penuh dan biaya yang relatif besar. Upacara ini mirip-mirip dengan pernikahan Jawa, ada sungkeman dan siraman. Keluarga yang menggelar upacara ini juga harus mengundang tetangga dan kenalan untuk ikut mendoakan si jabang bayi.
3.    Rambu Solo
Tradisi mengantar kepergian jenazah di Toraja ini menjadi daya tarik wisata Sulawesi. Sebab, upacaranya digelar secara rumit tapi menarik. Rambu Solo wajib digelar masyarakat asli Toraja. Jika salah seorang keluarga meninggal tapi belum digelar Rambu Solo, jenzahnya akan diperlakukan seperti orang sakit. Dia bakal diberi makan-minum, ditidurkan di ranjang, dan bahkan diajak mengobrol. Sementara Toraja punya Rambu Solo, warga Dayak di Kalimantan punya Tiwah. Tradisi ini digelar untuk menyucikan jiwa orang yang telah meninggal agar diterima di surga.
4.    Tiwah
Sama seperti masyarakat Toraja, komunitas Dayak juga harus menabung lama untuk menyelenggarakan tradisi yang digelar non-stop selama sebulan ini. Biaya untuk menyelenggarakan Tiwah puluhan hingga ratusan juta rupiah. Tapi biasanya warga setempat ikut mengumpulkan sumbangan bagi keluarga yang akan menyelenggarakannya.
5.    Ngaben
Ngaben adalah tradisi pembakaran jenazah di Bali. Tradisi di Indonesia yang masih dilestarikan ini bisa menyedot dana puluhan hingga ratusan juta rupiah. Dulu Ngaben digelar secara perseorangan. Artinya bila seorang anggota keluarga meninggal, maka keluarganya akan menggelar Ngaben agar jiwanya tenang. Tapi sekarang warga Bali lebih sering menyelenggarakan Ngaben secara bersama-sama.

Bicara tentang perbedaan antara Inggris dan Indonesia tentu sangatlah banyak, tapi ada sedikit persamaan antara Inggris dan Indonesia yang saya temukan. Yuk bahas satu per satu.

1.    Menyetir di sisi kiri jalan
2.    Posisi duduk di sebelah kanan pada saat menyetir mobil
3.    Metode penulisan tanggal yang sama
4. Tentunya juga sama-sama mempunyai lagu kebangsaan
5.Lembaga legislatif kedua negara menganut sistem bikameral (dua kamar) 
6.    Keduanya menganut sistem multipartai

Yang terakhir, acara besar bagi kedua negara ini yaitu perayaan hari raya. Kalau di negara Inggris ada perayaan hari natal, Indonesia juga juga mempunyai hari raya yaitu, hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Tentu mayoritas yang melaksanakannya adalah umat muslim Indonesia. Namun tentu juga, perayaan natal ini juga dilaksanakan bagi umat non-muslim di Indonesia.

2 komentar:

Lutfi Yulianto mengatakan...

mantap ... jadi tahu perbedaan dan persamaannya. Btw, baru tahu kalau di Inggris nyetirnya di kanan juga. Kebanyakan di luar negeri kan di kiri ya ...

Aysafitri114 mengatakan...

Iy aku juga bru tahu hehe

Diksi 18_Ayu

Kenapa Jatuh Cinta? Karena Tuhan yang menghadirkan rasa, meski tidak ditakdirkan bersama. Pertanyaan yang kadang membuat kita bingung ...