Hari
terkacau dalam hidupku di mana saat itu aku merasa sangat tidak ingin melakukan
akitifitas apapun. Pikiran buntu. Semua serba salah. Duduk bosan, tidur hanya
mata yang terpejam namun telinga masih mendengar suara-suara sekitar. Ayolah
otak apa kau tidak mau tidur barang sejenak. Aargghh.
Meraih
buku bacaan sama saja. Tidak ada selera untuk membacanya. Melirik gawai tersenyum
sinis, berharap ada pesan spesial dari seseorang. Mimpi, ngayal, halu. Membuka layarnya saja hanya scrol sana sini. Tidak ada yang menarik. Bug. Suaranya beradu dengan bantal.
Melongok
keluar jendela. Mematung sejenak di depannya. Hanya jalanan lengang, dapat
dihitung dengan jari kendaraan yang melintas. Tapi hal bodoh jika ingin
menghitungnya. Sedikit hiburan kecil untukku saat melihat kebun seluas 3 x 4 m
di halaman depan rumah, benih sayur mayur mulai nenampakkan diri dengan
satu-dua helai daunnya.
Mereka
masih lama akan tumbuh subur. Bosan juga terus berdiri di sini. Aku bukan
patung sungguhan, memutar balik badan. Bergerak langkah demi langkah. Hey aku
seperti setrika mondar mandir sampai panas kaki ini. Lelah. Terduduk sandar di
bibir ranjang. Melihat langit-langit kamar tak berbintang. Kelabu.
Sebenarnya
otak ini tidak mau berhenti berpikir sedari tadi. Tapi hati bingung, entah apa
saja yang dipikirkan. Loncat sana sini tak beraturan. Sedang jemari berontak
ingin menari bersama sohib karibnya. Pena. Tintanya juga tak kalah ingin
menguar huruf demi huruf. Kuturuti kemauan mereka. Biarlah retina ini yang akan
membaca apa hasilnya nanti.
Detik,
menit menjadi jam berlalu. Tuntas sudah menunaikan kewajiban. Tinggal menunggunya
menemukan jodoh. Ting! Sebuah pesan
menyungingkan senyumku setelah membacanya. Berbenah diri. Menyudahi waktu
sedari tadi yang akhirnya menciptakan deretan huruf, kata dan kalimat.
Aku pergi
Dan selamat kaulah (pembaca)
yang telah menjadi jodoh untuknya (tulisanku)
Note:
Jangan kepo aku akan ke
mana 😊

Tidak ada komentar:
Posting Komentar