Sunyi,
sepi, sendiri tanpa ada yang menemani. Hidup serasa seorang diri dimuka bumi. Hilang
arah, rasa gundah dan akhirnya menyerah. Akal kehilangan fokus sampai jiwa tak
terurus.
Terkadang
seperti itulah manusia. Tanpa sadar apa yang diperbuat menyakiti diri sendiri,
keluarga dan bahkan orang lain.
Hanya
karena kehilangan yang dicintainya saja sudah berputus asa. Seakan-akan hidup
takkan berarti lagi tanpa dia dihati. Seandainya saja masih bisa berpikir jernih
kau pasti bisa lebih baik dari sebelumnya.
Meratapi
diri sendiri dengan rasa sedih yang berkepanjangan itu tidak baik, tidak baik
untuk rohani dan jasmanimu. Hidup memang seperti itu, ada sedih dan bahagia,
silih berganti menghampiri.
Rasa
sedihmu bukan tanpa maksud Allah membuatnya. Boleh jadi akan ada hal indah dikemudian hari. Tak ada gunanya
meratapi diri, kau hanya membuang-buang waktu tanpa berbuat apa-apa.
Sudah
kubilang berkali-kali. Bangkit dan melangkahlah lagi. Meski berat, meski akan
banyak aral merintang teruslah optimis buang semua duka laramu.
Sekali
lagi kuingatkan, jangan meratapi diri. Bersyukur atas apa yang telah ditetapkan
untukmu meski itu bukan maumu, tapi Allah lebih tahu apa yang kau butuhkan.
Jangan
bersedih jika nantinya kau jauh melangkah lantas banyak yang kau tinggalkan,
atau banyak yang meninggalkanmu. Tak apa, tak usah kau pikir dulu tentang itu.
Terus
saja kau melangkah di jalan-Nya. Aku yakin Dia akan membersamaimu disetiap
langkah, dan yang paling penting Dia takkan meninggalkanmu sedetikpun.

10 komentar:
Setuju!
" Kutangkap ratap itu, coba kubuang. Setidaknya kini ruangnya berganti sedih". :'C
.
Niceee.
.
.
Main & Follow juga Arsilogi.id :D
Betul, terus maju karena tujuan kita di depan bukan di belakang
Terus berjalan dan yakin dengan kebaikan-Nya 🤗
Pesan moral lagi eui😃 nice
Hidup cuma sekali, sayang kalau hanya diisi dengan ratapan
intinya hampir sama dengan postingan saya hari ini 😁. Yuk move on jangan terus meratapi diri
Para odopers semangat 😊💪💪
Karena yang Maha Kuasa akan terus membersamai kita dengan hati yang ikhlas dan penuh keyakinan
Aamiin insya Allah
Posting Komentar