Identitas Buku
Judul : Dalam Mihrab Cinta
Penerbit : Ihwah Publishing House
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
Kategori : Novel Islami
Jumlah Halaman : vi + 270 halaman
Cetakan : I, Desember 2010
ISBN : 978-602-98221-4-4
Judul : Dalam Mihrab Cinta
Penerbit : Ihwah Publishing House
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
Kategori : Novel Islami
Jumlah Halaman : vi + 270 halaman
Cetakan : I, Desember 2010
ISBN : 978-602-98221-4-4
Novel ini bercerita tentang perjalanan kehidupan tokoh utama yaitu
Syamsul Hadi. Seorang anak saudagar batik dari Pekalongan yang hidup
berkecukupan. Syamsul tergolong anak pandai dan cerdas, ia siswa terbaik
di sekolahnya. Terbukti selama SMA ia dikenal sebagai jagonya
matematika dan memenangkan Olimpiade Matematika Tingkat SMA se-Jawa
Tengah. Bahkan ada dua perguruan tinggi negeri terkemuka di Semarang
menawarinya beasiswa setelah ia memenangkan lomba tersebut. Namun, ia
justru memilih jalur yang sama sekali tidak pernah dibayangkan oleh
seluruh anggota keluarganya, yaitu memilih nyantri di sebuah pondok
pesantren.
Ayahnya sangat murka dan kecewa dengan keputusan sang
anak. Sejumlah dana sudah disiapkan jika saja ia mau kuliah mengambil
jurusan matematika, akuntansi atau ekonomi. Namun Syamsul melihat
matematika tidak lagi menjadi tantangan mengasyikkan bagi dirinya. Ia
butuh sebuah tantangan baru. Hingga akhirnya ia memilih nyantri di
pondok pesantren Al Furqan, Pagu, Kediri ketimbang menuruti kehendak
sang ayah agar kuliah selepas SMA.
Di pesantren, prestasi Syamsul
terbilang sangat cemerlang, ia bisa melompat kelas berkali-kali guna
mengejar ketertinggalannya. Tetapi seperti kata pepatah, jika kehidupan
ini ibarat sebuah roda. Kadang di atas dan kadang di bawah. Begitu pula
dengan kehidupan Syamsul. Akibat fitnah pencurian dari teman sekamarnya,
Burhan, dirinya harus babak belur dihajar seluruh penghuni pondok dan
diusir dari pesantren tempatnya menimba ilmu. Ia merasa dizalimi dan
tidak terima atas perlakuan tidak adil tersebut. Belum lagi hukuman
tazir dari pesantren yang ia terima, rambutnya harus rela digunduli
dihadapan seluruh penghuni pesantren. Hatinya sangat hancur, apalagi
tekanan dan ketidakpercayaan dari pihak keluarganya. Berkali-ia ia
mencoba meyakinkan keluarganya, berulang kali pula cibiran dan hinaan ia
dapatkan. Hingga akhirnya ia pergi meninggalkan rumah dan keluarganya.
Menurutnya apalah arti hidup ini jika keluarga sendiri sudah tidak
mempercayainya.
Membaca novel ini dapat kita ambil pelajaran sekaligus kesimpulan
bahwa lingkungan mempunyai pengaruh besar untuk membentuk pribadi
seseorang. Pada mulanya tokoh utama yaitu Syamsul Hadi hanya difitnah
maling oleh temannya yaitu Burhan, namun kemudian lingkungannya
mengiyakan hal tersebut, bahkan keluarga yang ia andalkan pun ikut
mempercayai fitnah itu. Tokoh utama merasa tidak tahan, dan akhirnya ia
menjadi copet sungguhan sampai pernah mendekam di penjara. Namun, ketika
lingkungan menganggap di adalah seorang ustad semenjak menjadi guru
mengaji seorang anak kecil, maka jadilah ia seorang ustad, bahkan tenar
sampai masuk pada program religi sebuah stasiun televisi. Jadi,
lingkungan mempunyai peran penting dalam membentuk Pribadi seseorang.
Novel Dalam Mihrab Cinta ini sangat bagus dan layak untuk dibaca karena memberikan pelajaran kehidupan. Banyak hikmah serta manfaat yang dapat kita petik untuk dijadikan pedoman hidup kedepan.
Buku ini benar-benar layak untuk kita pelajari dan kita anut karena isinya mengajak para pembaca untuk selalu menuju jalan yang benar dan senantiasa bersabar.
Saran untuk jenis buku selanjutnya yaitu novel fiksi, tentang detektif/trhiller/horor/misteri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar