Rabu, 09 Oktober 2019

Tentang Waktu



Desir ombak menyapa seolah tahu apa yang aku rasakan. Bersandar pada karang yang tegar, bertengadah melihat awan yang memberi mendung. Ingin kutuliskan kata bahwa aku rindu akan canda tawamu, berbagi atas suka duka, meneteskan air mata bersama seolah memiliki rasa yang sama.

Ingin kulantunkan kata lewat lisan namun bibir tak mampu berucap. Hanya terpaku, diam dan membisu. Seakan aku tak peduli denganmu. Apalah daya jika hati ini selalu berontak terus bertanya. Kapan waktu itu kembali? Menceritakan tentang apa saja di selingi canda penuh bahagia.

Kini yang ku rasa hanya diam dan sunyi. Berdiam seakan acuh namun diri ini ingin tak seperti itu. Aku hanya bingung harus memulai dari mana dan bagaimana. Dulu ku ingat, kaulah yang selalu buatku tak menjadi kesepian. Berikan aku warna begitu indah. Tangis sendu, cerita lalu dan segala hal selalu diceritakan.

Namun kini? Entah apa yang harus kulakukan dan katakan. Aku bagai patung yang tak berarti. Hanya diam dan berbicara pada hati. Mengapa aku tak mampu? Ucapkan kata yang tak pernah terucap, keinginan selalu tak didengar. Apa aku benci padamu? Tentu tidak pernah dan tidak akan pernah.

Aku sungguh menyayangimu, ingin berarti untukmu. Tapi apa? Aku tak berarti apa-apa. Terkadangpun aku ada tapi kau anggap aku tak ada. Aku diam bukan tak rasakan, tapi hanya bimbang apa yang harus kulakukan. Hati begitu sulit berdamai dengan jalan pikiranku yang selalu inginkanmu.

Pernah aku meminta lebih padamu? Pernahkah aku mengharap lebih tentangmu. Itu tak pernah terbesit dalam pikiranku. Tak pernah ingin kau menjadi orang lain bagiku. Hanya satu hal yang ku pinta darimu yaitu waktumu. Bisakah aku bersandar di bahumu? Walau itu singkat namun waktu sedetikpun amat berarti untukku.

  

10 komentar:

Lutfi Yulianto mengatakan...

Asek aseeek

Aysafitri114 mengatakan...

Huhu 😁

Halima Maysaroh mengatakan...

Ecieee cieeeee 😍

Aysafitri114 mengatakan...

Eheemmmm

yogi riyansyah mengatakan...

Tentang waktu yang berlalu. Semoga selalu ada rindu yang mempertemukan antara rasaku dan rasamu.. hihihi.

Puitis abis kak bahasanya 👍👍

Aysafitri114 mengatakan...

😁😄

niozaharani mengatakan...

Hadeuh 😅, yg lg galau 😆...

Aysafitri114 mengatakan...

Huhu iy ni

Riban Toples Satir dan Narasi mengatakan...

Watashi janna mezase, suyoi chikara Anataa.......tokiii ainaraa...furen naka nari woo...(nyanyi lagu Dollnya Janne D'arc)

Aysafitri114 mengatakan...

Gk ngrti artinya huhu

Diksi 18_Ayu

Kenapa Jatuh Cinta? Karena Tuhan yang menghadirkan rasa, meski tidak ditakdirkan bersama. Pertanyaan yang kadang membuat kita bingung ...