Merubah lebih indahnya
hari
Tak dapat kupungkiri
Musim gugur lebih indah
dari musim semi
Bukan tanpa alasan
gugurnya dedaunan ditengah kemarau musim panjang. Daun tak pernah menyalahkan
siapapun. Hanya diam dan membisu disaat sepasang kaki menginjaknya bahkan
hancur sekalipun daun tetap membisu lalu hilang menjadi bulir-bulir debu.
Daun kering mengajarkan
beragam makna kehidupan, meski banyak yang menganggapnya hanya sekedar sampah
berserakan serta menganggu pemandangan. Daun tetap bisa terurai dan melebur
bersama tanah.
Dibalik itu semua
nyatanya daun kering tak pernah membalas perlakuan buruk yang dilontarkan
padanya. Daun tetap memberi manfaaat untuk makhluk hidup disekitarnya. Gugurnya
daun tak melulu menimbulkan bencana justru sebaliknya.
Ditengah kemarau
panjang daun dengan sengaja menggugurkan dirinya. Agar bisa mempertahankan
cadangan air yang bisa menguap melalui daun menjadikan akar pohon tetap lembab
dan basah. Dengan demikian pohon bisa bertahan hidup meski kemarau panjang.
Hal ini dilakukan untuk
beradaptasi dengan lingkungan. Lingkungan yang biasa penuh sampah plastik yang
tak bisa terurai menimbulkan bau yang tak sedap. Belum lagi polusi udara yang
tercemar diakibatkan oleh banyaknya kendaraan yang berlalu lalang dan macet.
Begitulah manusia harus
pintar beradaptasi dengan situasi dan kondisi. Pohon ditinggalkan oleh daun
yang gugur tapi pohon tetap berdiri tegar dan kokoh tertiup angin. Meski daun
telah gugur ia tetap ada untuk kehidupan pohon dimasa datang.
Layaknya musim yang
terus berganti, hidup penuh dengan rasa ikhlas dan sabar. Disaat yang dicintai
pergi meninggalkan atau harus pergi meninggalkan yang dicintai. Intinya saling
merelakan rasa demi kehidupan yang lebih baik dimasa datang.
Walau merasa bahagiamu
adalah bersamanya namun takdir hidup tak mengizinkan kau membersamianya. Meski begitu,
kita harus tetap teguh pada pendirian, iman yang kuat. Pola pikir yang positif
agar menuju hidup yang lebih baik kedepannya.

15 komentar:
Manis banget, Mbak. Heart touching 😢
That's life 😔
Kox pada mewek y hehe
Nulisnya sambil nangis nggak kak?
Suka sama kata-katanya
Alhamdulillah air mataku gk smpe turun kya ujan hehe
Alhamdulillah kalo suka kak
Suka dengan pemilihan katanya
mkasih mbak Mei
Wow
Harus sabar
Luae biasa falsafahnya. Aku harap di ujung sana kita akan menemukan cabang-csbang pohon kehidupan yang lainnya. Aa
😥😥ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Keep strong de' Gendhuk 🤗
Cabang2 pohon yg bermanfaat untuk sesama 💪😊
Posting Komentar