Senin, 09 September 2019

Motivasi Hijrah

Berjalan di malam yang gelap gulita, kaki melangkah tak tahu arah yang dituju. Mengharapkan seberkas cahaya muncul di depan mata, menuntun langkah kaki untuk keluar dari kegelapan. Dialah manusia yang tanpa iman dihatinya.

Namun begitu kasih sayang Allah terus menuntun kaki untuk melangkah dan pada akhirnya dia temukan seberkas cahaya yang di Ridhai Allah “Hidayah”, dia berhasil menjemput hidayah dari Allah, tak lain tujuannya yaitu agar dapat keluar dari jalan yang gelap gulita.

Manusia diciptakan paling sempurna di banding makhluk Allah lainnya. Tinggal bagaimana kita menyikapi, memperlakukan diri kita sendiri dengan sebaik-baiknya. Bukankah nanti semua akan dipertanggungjawabkan atas apa yang kita perbuat pada diri kita.

Kau pernah jatuh, terpuruk, hancur, dan tak berdaya lagi? Kau pernah berada di padang pasir yang tandus nan gersang? Dan apa kau pernah berada pada titik kegelapan? Sehingga kau kalut untuk melangkah, lantas kau berpikir, seperti inikah rasanya menjadi orang buta?.

Jujur, aku pernah berada di posisi itu. Sampai pada akhirya ku temukan titik terang untuk kembali pulang. Pertanyaannya, apakah mulus perjalananku di dalam kegelapan itu? Tentu tidak. Bayangkan saja, berjalan selangkah demi selangkah menapaki kegelapan, jatuh bangun, menangis, bingung, menggapai apa saja yang dapat menjadi pegangan. Jatuh lagi, terpuruk lagi. Lika liku jiwapun kuhadapi.

Satu hal yang membuatku ingin terus bangkit dan melangkah, yaitu keluar dari kegelapan itu. Tekad yang kuat memacu hati untuk terus termotivasi. Berkata untuk hijrah bukanlah hal yang berat, namun mengistiqomahkan diri yang berat. Melawan segala rintangan pada saat perjalanan hijrah. Butuh motivasi yang kuat dari diri sendiri maupun dari orang lain atau dari lingkungan sekitar.

Gerakkan hatimu dengan niat yang tulus mengharap Ridha Allah bukan semata ingin dipandang orang lain. Ayo bangkit dan melangkah. Yakinkan hatimu bahwa selangkah saja kau melangkah, kau akan mengalami perubahan besar dalam hidupmu. Jangan takut dan jangan pernah menyerah untuk terus berhijrah di jalan Allah. Karena Allah akan membersamimu setiap saat.


Terus belajar untuk istiqomah dalam berhijrah. Meminta petunjuk pada yang Maha Kuasa adalah kuncinya. Maka seketika pertolongan-Nya akan datang, yang semula gelap gulita, sekejap menjadi terang benderang, damai, nyaman dan tenang. Dengan begitu kau akan tahu kemana jalan yang akan kau tempuh. Jalan yang lurus yang di Ridhai Allah.

9 komentar:

Halima Maysaroh mengatakan...

Intinya ada progress yang lebih baik tiap harinya ya, Mbak. Inspiratif. 😍

Aysafitri114 mengatakan...

Harus itu mbak
Makasih hehe

niozaharani mengatakan...

Yup! Langkah selanjutnya, ridho atas apapun kehendak Alloh pada diri kita .... 😊

Restanti mengatakan...

Tidak akan ada langkah keseratus tanpa langkah pertama yang sulit, jadi...

Aysafitri114 mengatakan...

Terimakasih sudah mampir 😊

Fitriani Nurul Izzati mengatakan...

Terima kasih sudah memotivasi mbak, postingannya menguatkan :)

Aysafitri114 mengatakan...

Iya sma2 mbak

Cak Noer D mengatakan...

Intinya apapun keadaan yang kau hadapi baik itu buruk maupun baik Tuhan lah satu satunya tempat untuk kembali dan senantiasa sellu menerima Taubat kita.

Mantap.. Postingan yang keren Mbak. ✌

Aysafitri114 mengatakan...

Alhamdulillah kalo pada suka dg postingan saya hehe

Diksi 18_Ayu

Kenapa Jatuh Cinta? Karena Tuhan yang menghadirkan rasa, meski tidak ditakdirkan bersama. Pertanyaan yang kadang membuat kita bingung ...