Semilir angin lembut semakin memburu
Dalam sekejap dunia telah dirubah waktu
Dan kau telah merubah cerahnya hari kala itu
Apa masih sanggup untuk membendung semua yang kau rasakan?
Wajah sendumu itu tak dapat membohongi seluruh dunia
Ayolah tumpahkan seluruh air matamu
Setelah itu kau ajak pelangi untuk menari bersama dibawah genangan air mata yang kau tumpahkan
Kehadiranmu terkadang secara tiba-tiba
Tanpa ada aba-aba
Meski ku tahu kau pasti mereda
Menyisakan dingin menyeruap ke udara
Kehadiranmu juga terkadang selalu ditunggu
Namun kau tak kunjung bertamu
Apa ada yang belum mengizinkanmu
Ku tebak pasti penciptamu
Kau juga pasti tahu
Ada saja yang tak menginginkanmu
Karena terkadang kau terlalu betah bertamu
Menjadi penghalang bagi mereka untuk sekedar bertemu
Tenang
Masih ada yang inginkanmu untuk dikenang
Tak ingin kau terlalu cepat untuk pamit pulang
Menikmati sejukmu sampai hati tak lagi gersang
Kau bisa menjadi teman yang sangat menyedihkan tapi bisa juga menjadi sangat menyenangkan
Tergantung bagaimana mereka menyimpanmu didalam ingatan
Menyedihkan atau menyenangkan
Semua itu pasti akan menjadi sebuah kenangan
Hujan
Jambi, 25 September 2019

22 komentar:
Dan semoga hujan segera datang, demi bumi tercinta 😉👍
Alhamdulillah kemarin sudah hujan mbak
Kehadiranmu layaknya tintah yang mengharuskanku untuk mengangkat pena.
Semoga raut senyummu tetap menjadi bait yg indah dalam puisiku. Wkwkw
Aku kira tadi lintah haha rupanya tintah apa tinta hmm
Puisinya agak melankolis ya. Menurutku.. keren
Mkasih mbak
Keren
Deretan kata-kata keren.
Suka 😍
Terimakasih
Big thanks mbak
Big thanks mbak
Dan semua adalah tentang rasa....
aku belum mampu menangkap maknanya, tapi selalu salut sama yang mampu merangkai puisi
Nice. Salam kenal dari london 😀 saya jambi juga ni. Muara bungo
Rasa yg tertinggal
Big thanks mbak
Salam kenal jg dari Tokyo sya di batanghari
Apakah yang dimaksud adalah hujan , kak ? Bagus puisinya. Semangat menulis ya..
Iya hujan
Semangat menulis ya kak
Semangat jg y
Posting Komentar