Minggu, 01 Desember 2019

Mengulas Misteri di Sinar Senja


Sinar senja itu indah bukan? Siapa yang tidak suka dengan sinar senja? Dia indah meski hanya sesaat lalu tenggelam di balik malam. Meski dia tenggelam, dia tetap ada. Nanti ada waktunya dia akan kembali bersinar.

Namun bagaimana jika di sinar senja menyimpan sebuah misteri? Misteri apakah itu? Apa kamu masih menjadi penyuka senja, sedang dia kini menyimpan sebuah misteri. Kalian tentu penasaran misteri di balik senja itu. Dengar baik-baik, aku akan mulai bercerita tentang misteri di sinar senja.

Karen. Wanita usia senja namun tetap bersinar. Begitulah aku menyebutnya. Bagaimana tidak, di usianya yang telah senja, 70 tahun, dia masih aktif menulis novel. Novel detektif tentunya. Seusia Karen bukankah seharusnya menikmati masa tua dengan keluarga tercintanya, tapi tidak baginya.

Di panti werdha Sinar Senja, Karen menghabiskan sisa usianya. Dia bukan karena tak diurus oleh anak-anaknya, anak-anaknya begitu sayang dan pada awalnya menentang permintaan Karen untuk tinggal di panti jompo. Pada akhirnya, mereka menyetujui permintaan Karen dengan berat hati.

Karen seorang wanita yang enerjik, daya pikirnya masih luas, ingatan serta pendegarannya juga masih bagus. Tidak seperti kebanyakan seusianya yang benar-benar jompo. Mungkin itu adalah sebuah anugerah sebagai seorang penulis. Menulis dan berpikir membuatnya tetap sehat.

Karen berharap dapat melewat hari - harinya dengan tenang di antara rekan - rekan sesama orang lanjut usia. Ternyata dia mengalami hal - hal mendebarkan dan juga membingungkan. Mulai dari sosok misterius yang dia lihat di suatu malam, sungguh sangat mencegangkan bagi Karen.

Saat jalan-jalan pagi menyusuri kebun panti dia juga menemukan sebuah kuburan misterius yang letaknya tersembunyi. Penemuan ini hampir saja mencelakakan dirinya. Entah apa dan siapa yang melukai kepalanya hingga dia cedera.

Bukan Karen namanya kalau tak bisa memecahkan sebuah misteri. Tentu dia dibuat penasaran akan siapa pemilik kuburan itu. Penulis novel detektif sekarang benar-benar menjadi detektif di dunianya, di panti werdha utamanya.

Untuk menguak misteri itu, Karen menyusuri beberapa orang terpecayanya. Rahasia demi rahasia semakin terbongkar. Apa lagi kecurigaan Karen mengarah pada wanita cantik tapi tak muda lagi tapi juga belum cukup tua mnjadi penghuni sebuah bungalo di panti werdha.

Jelas ada hubungannya antara wanita itu dengan kuburan misterius yang Karen temukan. Setelah pelelusuran terkuaklah bahwa kuburan itu adalah kuburan bayi yang masih berumur setahun, dan wanita cantik itu adalah ibunya.

Namun misteri itu belum benar-benar usai. Ibu sang bayi ingin memindahkan kuburan itu dekat dengan bungalonya yang baru. Karen ikut terkejut saat penggalian kuburan, kerangka bayi itu yang telah berumur 30 tahun sejak dikubur lenyap tanpa bekas.

Jangan berpikir cerita ini akan menjadi sad ending. Tenti tidak. Jelas pada akhirnya terkuak juga bahwa kuburan itu hanya bohongan. Tipu daya untuk menyelamatkan wanita cantik itu dari kegilaan di masa mudanya.

Karen dan seluruh penghuni panti bahagia, pada akhirnya bayi yang dulu dikabarkan telah meninggal kini hadir di tengah-tengah ibunya, wanita cantik itu. Meski dalam kondisi cacat mental. Karen berhasil menemukan jawaban bahwa selama ini anak itu tinggal di sebuah panti disabilitas.

Bagi Karen, di sinar senja begitu banyak pengalaman serta pelajaran yang sangat berarti. Dia juga kagum dengan dirinya sendiri, meski usinya telah senja tak menghilangkan sinarnya untuk terus berkarya dan berjuang di sisa hidupnya.

Novel berhalaman 400 ini adalah karya V. Lestari yang dilahirkan di Bogor dan tinggal disana sampai menyelesaikan sekolah menengahnya, sebelum pindah dan menetap di Jakarta. Ia mengkhususkan diri menulis cerita detektif-kriminal, jenis cerita yang memerlukan ketelitian dan keahlian khusus untuk meramunya. Dan yang lebih khas lagi semua novel-novelnya menampilkan tokoh utama wanitanya sebagai "detektif"-nya. Novel pertamanya, Yang Tak Ternilai, terbit tahun 1982. Sejak itu sudah lebih dari 30 novelnya diterbitkan Gramedia.
 

4 komentar:

Restanti mengatakan...

Karen jafi detektifnya kali ini?

Wah, diriku jadi terinspirasi untuk mengambil pengkhususan juga. Terima kasih Mbak Fitri

Aysafitri114 mengatakan...

Sip mbak tanti

Lutfi Yulianto mengatakan...

seumur-umur belum pernah baca novel ginian ehehehe. Btw, asik jadi Karen

Aysafitri114 mengatakan...

Coba ja baca
Seru ceritanya 😁

Diksi 18_Ayu

Kenapa Jatuh Cinta? Karena Tuhan yang menghadirkan rasa, meski tidak ditakdirkan bersama. Pertanyaan yang kadang membuat kita bingung ...