Selasa, 24 Desember 2019

Review Novel Cinta Seorang Psikopat


Judul : Cinta Seorang Psikopat
Penulis : V. Lestari
Tebal : 592 halaman

Di dalam buku tersebut diceritakan perihal Mandar, yang diberi predikat sebagai psikopat karena dituduh membunuh dua belas perempuan. kedua belas mayat yang sebagian sudah berbentuk kerangka itu ditemukn di ruang bawah tanah bagian belakang rumahnya yang besar oleh Yanto, seorang petugas cleaning service yang disewa Mandar. Penemuan terjadi secara kebetulan, karena Yanto mencium bau busuk dari ruang bawah tanah yang pintunya agak menganga.

Ketika diajukan ke pengadilan, Mandar mengaku telah membunuh sebelas orang. bukan dua belas seperti yang dituduhkan. Tentu saja tidak ada yang percaya kata-katanya karena pada kenyataannya mayat yang ditemukan berjumlah dua belas.

Mandar terlahr sbagai anak tunggal dari orangtua kaya. Ia dimanja dan tak pernah kekurangan, tapi tak punya teman. Satu-satunya teman adalah sepupunya, Adrian. Dalam kecelakaan pesawat terbang, kedua orangtua Mandan juga kedua orangtua Adrian tewas. Mereka berdua menjadi yatim-piatu. Berbeda dengan Mandar, Adrian tidak memiliki warisan karena orangtuanya bukan orang kaya. Mandar-lah yang selalu mengajaknya dalam setiap kesenangan, bahkan kemudian membuat wasiat yang menyatakan Adrian adalah ahli waris hartanya.

Kedua orangtua Mandar adalah pasangan sadistis masokhis. Adegan yang dilihatnya di saat ia masih berusia sepuluh tahun membekas dalam dan menjadi pemicu dari semua perbuatan sadisnya kemudian.

Saat diadili Mandar mengatakan selalu memilih pelacur sebagai korbannya. Tapi ia sekali melakukan kekeliruan ketika memilih Amarilis, atau Lis. Gadis itu dipaksa dan dibius lalu diperkosa. Ia terkejut ketika menyadari bahwa sesungguhnya Lis masih perawan. Jadi ia benar-benar melakukan kesalahan. Karena itu ia tidak membunuh Lis. Gadis itu dijatuhkannya dari mobil di depan rumahnya.

Akibat perkosaan yang dilakukan Mandar, Lis hamil. Tapi di tidak tega menggugurkan kandungannya. Ia dan keluarganya sepakat untuk tidak melaporkan peristiwa itu kepada polisi, untuk menutupi aib yang menimpa mereka. Saaat itu Lis belum tahu siapa pemerkosanya. Ketika perbuatan Mandar terbingkar dan meilhat wajahnya di televisi, ia sangat terkejut. Ternyata ayah anak yang dikandungnya adalah seorang psikopat. Ia takut jika anak itu akan mewarisi sifat jahat Mandar. Tapi untuk menggugurkannya sudah terlambat karena usia kandungannya sudah lebih dari empat bulan.

Akhirnya Lis dan keluarganya memutuskan untuk menyerahkan bayi itu kepada sebuah yayasan bila dilahirkan. Tanpa mereka ketahui, Adrian memata-matai segala gerak0gerik Lis. Dan ia melakukannya atas suruhan Mandar. Namun saat berusaha mendekati Lis, ternyata ia jatuh cinta kepada wanita itu. Tetapi sejak awal Lis tidak menerima cintanya. Ia hanya menganggap Adrian sebagai teman.

Bersamaan waktunya ketika Lis melahirkan, Mandar menerima vonis hukuman mati. Tapi ia malah ketawa karena saat itu ia menerima beruta dari Adrian mengenai kelahiran anak lelakinya. Ia sangat senang karena punya anak. Selama di penjara ia kerao memikirkan Lis dan jatuh cinta kepadanya.

Dokter Hilman yang juga sepat menangani Mandar meras simpati kepada Lis.Ia berusaha meringankan derita batinnya. Ia memberi tahu rekannya, Dokter Tito Wardoyo, yang tidak memiliki anak, perihal tersedianya seorang bati lelaki yang tampan dan bisa diadopsi. Mereka jatuh hati pada si bayi begittu melihatnya, lalu setuju untuk mengadopsinya.

Adrian berhasil mengetahui identitas yang mengadopsi anak MAndar. Sebelum mati, Mandar memang berpesab kepada Adrian untuk menjaga dan mengawasi putranya. Tujuannya adalah agar anaj itu kelak terjamin hidupnya. Dan Adrian berjanji memenuhinya karena ia sudah menguasai harta Mandar.

Sementara itu sikap Dokter Hilman yang lembut dab penuh perhatian membuat Lias jatuh hati. Hilam yang usinaya jauh lebih tua seorang duda dan punya dua orang anak lelaki yang usianya lebih muda beberapa tahun dari Loas, sebetulnya juga mencintai Lis. Cuma ia merasa harus tahu diri. Pelan namun pasti, hubungan mereja berdua menjadi serius.

Hilman akhirnya mengetahui identitas Adrian. Ia meminta Adrian mengakui perihal dirinya kepada Lis. tapi lelaki itu tidak berani. Namun akhirnya tak ada jalan lain baginya selain mengaku. Lis memaafkannya karena ia percaya iktikad baik Adrian. Sepupu seorang psikopat belum tentu jahat juga.

Ketika Adrian mengetahui bahwa Lis akan menikah dengan Dokter Hilam ia marah dan dendam. Pada suatu kesempatan ia memperdaya Lis, membiusnya dan membawanya ke rumah Mandar. Cintanya sudah berubah menjadi kebencian. Ia tak rela Lis dimiliki orang lain.

Di rumah Mandar, Adrian mengakui bahwa salah satu korban yag ditemkan di dalam ruang bawah tanah itu adalah mantan pacarnya, yag dibunuhnya dengan memnafaatkan perbuatan Mandar. Jadi pengajuab Mandar bahwa jumlah korbannya sebelas, bukan dua belas, adalah benar. Selanjutnya Adrian-lah yang sengaja mebuat pintu ruang bawah tanah menganga sedemikian rupa, agar bisa ditemukan oleh Yanto, petugas cleaning service. Dengan demikian Mandar-lah yang akan menanggung perbuatabbya, sementara hartanya akan langsung jatuh kepadanya.

Lis dijatuhkan ke dalam ruang bawah tanah itu. Ia masih hidup tapi terluka. Sesudah itu Adrian melarikan diri dan tidak ada yang menghubungkan Adrian dengan hilangnya Lis.

Dalam kepanikan yang mendera, Hilam teringat Mandar bahwa Mandar punya kemampuan telepati yang sudah terbukti sebelumnya. Meskipun sedang sakit, Mandar bersedia membantu. Lis berhasil ditemukan, tapi untuk itu Mandar harus mengorbankan nyawanya.

Sementara itu, Adrian yang tidak diketahui keberadaannya masih tetap berusaha melampiaskan dendamnya pada Lis. Ia tahu Lis menyayangi bayinya yang sudah diadopsi keluarga Tito Wardoyo, dan tetap merahasiakan  siapa ayah kandungnya untuk menjaga masa depannya. Kini, sasaran Adrian adalah anak itu.


Banyak sekali pelajaran bisa diambil dalam cerita ini, terutama jangan mudah terpengaruh akan niat baik seseorang apalagi orang yang baru dikenal. Tampang rupawan tidak menjadi jaminan benar-benar berniat baik, juga kebaikan seseorang terkadang terselubung niat jahatnya.

Buku karya V. Lestari yang kedua saya baca. Sungguh memikat saya untuk melahap semua novel-novel karya V. Lestari. Meski dalam penggunaan bahasa mudah dimengerti namun masih banyak beberapa kata yang typo.

Novel ini masih ada kelanjutannya yaitu "Ayahku Seorang Psikopat"

V. Lestari dilahirkan di Bogor dan tinggal disana sampai menyelesaikan sekolah menengahnya, sebelum pindah dan menetap di Jakarta. Ia mengkhususkan diri menulis cerita detektif-kriminal, jenis cerita yang memerlukan ketelitian dan keahlian khusus untuk meramunya. Dan yang lebih khas lagi semua novel-novelnya menampilkan tokoh utama wanitanya sebagai "detektif"-nya. Novel pertamanya, Yang Tak Ternilai, terbit tahun 1982. Sejak itu sudah lebih dari 30 novelnya diterbitkan Gramedia.

Tidak ada komentar:

Diksi 18_Ayu

Kenapa Jatuh Cinta? Karena Tuhan yang menghadirkan rasa, meski tidak ditakdirkan bersama. Pertanyaan yang kadang membuat kita bingung ...