Sabtu, 16 November 2019

Ulasan Cerpen Bermimpi Dirinya Bermimpi

Cerita Seorang Lelaki yang Sedang Bermimpi tentang Dirinya yang Sedang Bermimpi

About Dream

Benar ini tentang mimpi. Mimpi tentang apa? Siapa yang bermimpi? Siapa yang dimimpikan? Tanda tanya besar tentu telah berseliweran dalam pikiran kita saat bercerita tentang mimpi. Baik kali ini saya akan mengulas cerita tentang mimpi itu.

Cerpen Seorang Lelaki yang Sedang Bermimpi tentang Dirinya yang Sedang Bermimpi, dimuat pada laman ngodop.com dan tentu ini adalah karya Achmad Ihktiar Atau kondang dengan panggilan Uncle Ik.

Berbicara tentang ulas mengulas, nyatanya ada beberapa tahapan di dalamnya.
1. Unsur Intrinsik
a. Tema

Tema dalam cerpen ini adalah tentang mimpi. Yang mana pada awal membaca saja sudah memainkan otak untuk berpikir. Mencerna kata demi kata agar bisa memahami isi cerita. Bagaimana tidak? Bayangkan saja dalam mimpimu, kamu melihat sendiri jika kamu sedang bermimpi.

Aneh tapi benar hanya mimpi. Hingga menuju ending yang tak terduga sebelumnya. Jika kamu berpikir yang sedang bermimpi itu adalah seseorang lelaki dewasa. Salah besar. Dia yang mengaku sebagai "aku" hanyalah cabang bayi yang baru lahir.

b. Tokoh dan Penokohan
Aku sebagai tokoh utama menggambarkan seseorang yang protagonis namun juga antagonis.
Di dalam cerita, aku yang ada dalam mimpi aku yang sedang bermimpi itu memang benar-benar keterlaluan, dengan entengnya dia membelanjakan semua hadiahnya hanya untuk membeli sebuah mimpi. Dari hasil membeli sebuah mimpi, aku berhasil melanjutkan mimpinya. Terbukti dengan aku mewujudkan keinginannya untuk melamar gadis pujaannya, membelikan Bapaknya sepasang kerbau dan mendaftarkan Emaknya untuk berangkat haji.

Narti sebagai tokoh pendukung menggambarkan seorang gadis yang telah dilamar oleh aku, namun pada endingnya Narti mengkhianati aku.

Bapak adalah orang yang selalu ingin terlihat gagah, garis dahinya yang keras dan kumis hitamnya yang tebal setidaknya mewakili karakter itu.

Emak adalah wanita religius berkeinginan menginjakkan kaki di Mekah, berjalan memutari Ka’bah dan mencium Hajar Aswad.

c. Alur dan Plot
Cerpen ini beralur maju. Berawal dari aku yang bermimpi memenangkan lotere, dengan hadiah yang luar biasa banyak. Namun aku menghabiskan semua hadiahnya untuk membeli mimpi. Mimpi untuk melamar Narti gadis pujaannya, membelikan Bapaknya sepasang kerbau dan mendaftarkan Emaknya naik haji. Sekarang aku sadar, ternyata kebahagiaan itu bisa dibeli. Dengan uang kita bisa membeli semua kebutuhan. Dengan uang segala jenis dahaga bisa terpuaskan. Uang bisa membeli kebahagiaan.

Seiring berjalannya waktu cepat berlalu dan berbalik 180 derajat. Kerbau Bapak yang baru dibeli dua hari hilang dicuri, Emak menjadi korban penipuan agen perjalanan haji dan Narti gadis yang telah dilamar berbalik kepada mantannya. Pada akhirnya aku dihujani kalimat "kamu tidak bisa membeli kebahagian."

Untuk cerita berjalan secara runtut dari perkenalan, penanjakan, klimaks, klimaks dan penyelesaian.

d. Latar
Bercerita dengan latar tempat pedesaan dan bentangan sawah.
Suasana yang dibangun dalam cerita ini bahagia, terharu, marah dan sedih.

e. Gaya Bahasa
Penggunaan majas, diksi dan pemilihan kalimat yang tepat namun cukup sulit dipahami. Sehingga pembaca diharapkan perlu mencermati kata dan kalimat yang disampaikan.

f. Sudut Pandang
Sudut pandang orang pertama yaitu aku.

g. Amanat
Cerita ini menyuguhkan pelajaran yang begitu berharga bahwa dalam dunia nyata kebahagian itu tidak bisa dibeli oleh apapun. Di dunia nyata saja kebahagiaan tidak bisa dibeli apalagi dalam dunia mimpi. Benar hanya mimpi jika ingin membeli sebuah kebahagiaan. Pada cerita juga mengajarkan agar tidak mejadi takabur/sombong jika mendapatkan suatu nikmat. Karena semua itu hanya titipan dan kapanpun bisa saja diambil oleh sang pemilik (Allah).

2. Unsur Ekstrinsik
Sudah aliran dari penulisannya sendiri bahwa Cerita karya Uncle Ik selalu menyuguhkan akhir yang luar biasa. Penuh teka-teki yang membuat pembaca tidak cepat bosan membaca sampai akhir cerita.
Nilai agama, sosial, moral dan budaya juga terkandung dalam cerita ini.


Tuntas sudah membahas tentang mimpi. Segera bangun bagi yang sedang bermimpi. Bangun mimpimu jika indah dan abaikan jika itu buruk. Dan kalau masih penasaran cerita-cerita Uncle Ik yang lain, yuk telusuri laman ngodop.com.

https://kataaysafitri.blogspot.com/2019/11/ulasan-cerpen-bermimpi-dirinya-bermimpi.html?m=1

2 komentar:

Yoharisna mengatakan...

Bener juga ya, musti bangun dari mimpi untuk berkarya..^^

Aysafitri114 mengatakan...

Huu ummm bener

Diksi 18_Ayu

Kenapa Jatuh Cinta? Karena Tuhan yang menghadirkan rasa, meski tidak ditakdirkan bersama. Pertanyaan yang kadang membuat kita bingung ...