Minggu, 03 November 2019

Cahaya Petunjukku



Entah kenapa kebingunan saat itu seketika membuat pikiranku buntu.  Ke mana aku harus mencari untuk menemani jemari ini, berkutat dengan kerasnya papan ketik. Batas waktu semakin dekat di depan mata, hanya tinggal satu pergerakan lagi untuk sampai di garis finish. Termotivasi dari yang telah mendahului, kubangunkan dengan paksa raksasa di tubuh ini.

Kupaksa memori ini untuk memutar kembali semua yang terekam. Dan rekaman itu terhenti saat ingatan tentang dia jelas terbayang. Dia salah satu pemateri di grup besar ODOP (One Day One Post) yang pada malam itu menyampaikan materi tentang Novel dan Novelat. Dunia kepenulisan, yang membawa sebagian besar orang terhanyut dalam aksaranya, termasuk aku.

Siapa dia?
Mari kita menyelisik dan mengulik tentang dia.

Namanya Nur Hidayati, atau biasa di sapa dengan Mbak Hiday. Perempuan cerdas kelahiran 15 Februari 1982 Tuban, Jawa Timur. Pendidikan formal yang ditempuh dari jenjang MTS Tuban dan MAN 3 Malang. Kemudian dia melanjutkan study-nya di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Mengambil bidang studi Tafsir Hadist. Kemudian di Universitas terbuka  mengambil S1 PGSD, Uin Sunan Ampel dan terakhir S2 Studi Islam/ Sejarah Peradaban dan Pemikiran Islam.

Tidak hanya pendidikan formal yang dia tempuh. Pendidikan non-formal juga ikut membersamai dalam perjalanan hidupnya.
2001 Diklat Pertolongan Pertama, PMI Kota Yogyakarta
2002 Kursus Diseminator Hukum Perikemanusiaan Internasional
2002 English Translation Course, Magistra Utama
2003 Pelatihan Penelitian dan Penulisan artikel, Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Jakarta
2005 Civic Education for Future Indonesian Leader, USC Satunama- Konrad adenauer Stiftung
2016 Persiapan Keberangkatan Awardee LPDP RI
2017 Study Trip:  Life of Muslims in Germany, Goethe Institut Germany
Field Study: Gottingen University, Goethe University Frankfurt, Humboldt University Berlin
2018 Bimtek Penulisan Sejarah, Direktorat Sejarah, Kemdikbud RI
Research Invitation, Leiden University Library, Belanda

Bertempat tinggal di Tuban bersama suami dan dua anaknya. Seorang ibu rumah tangga dengan segudang pretasi. Diantaranya:
  Penerima Research Invitation dari Perpustakaan Universitas Leiden, Belanda, 2018
  Runner up Blogger Kisah Inspiratif Forum Lingkar Pena Pusat (Tingkat Dunia) 2018
  Penerima Beasiswa Life of Muslims in Germany, Goethe Institute Jerman, 2017
  Tulisan terbaik One Day One Post 2017
  Penerima Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Republik Indonesia, 2016
  Best Challenger Reading Challenge kelas Reader Forum Lingkar Pena Jawa Timur, 2016
  Pembuatan Alat Peraga Edukatif Daur Ulang Terbaik SD/MI se-Kabupaten Tuban 2014
  Penulis Terbaik Kisah Inspiratif Guru SDIT Al Uswah Tuban
  Penulis Terbaik artikel Implementasi Visi Misi SMPIT Al Uswah Tuban
  Runner up Guru Teladan Lembaga Pendidikan Islam Terpadu Al Uswah Tuban 2013
 Penerima Beasiswa Penelitian dan Penulisan Artikel Ilmiah untuk 10 Penulis Perempuan se-Jawa Bali, Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat, UIN Jakarta, 2003
  Penulis 11 buku Solo dan 21 Antologi

Meskipun seorang ibu rumah tangga, tidak membuatnya hanya berkutat dengan urusan rumah. Berbagai aktifitas di luar rumah kerap dia sambangi.
2008-now   Manajer AlUswah Language Course
2014-2019  Kontributor Majalah Al Uswah Tuban
2016-2019  Pengurus FLP Jawa Timur
2017-now   Penasihat One Day One Post
 Pendiri/ Rektor Nulis Aja Community
2018-now   Pendiri Komunitas Sastra Portulaca
 Pengurus Mata Garuda (awardee
dan alumni LPDP RI) Tuban
 Guru klub menulis pada SMPIT Al
Uswah Tuban
 Pendiri/ Direktur WBM Sanggar Caraka
◊ Taman Baca
◊ Sinau Nulis
◊ Sinau Sejarah Sosial Umat Islam
◊ Penerbitan buku Caraka Publishing
◊ Wisata Literasi  Literatour Singapore Malaysia

Jika ditanya apa saja hasil karyanya, Masya Allah. Merinding dan takjub aku dibuatnya. Berawal dari hobinya menulis puisi sejak SMP dan pada waktu SMA membuat serial namun tak kunjung rampung, bertemulah dengan buku yang membuatnya yakin bahwa suatu hari harus memppunyai buku sendiri. Dan karya-karyanya yang sudah lahir antara lain :
Buku
A.  Fiksi
1.  Kumpulan Novelet Menuju Kembali, Caraka Publishing, 2019
2.  Kitab Pangeran Bonang, kumpulan cerpen 12 Cerpenis Tuban, Tuban: Niramedia, 2018
3. Ketika Arus Tak Mungkin Berbalik, kumpulan puisi penyair Tuban, Tuban: Niramedia, 2018
4.  Cerita rakyat Tuban, antologi cerita rakyat, Tuban: Niramedia, 2018
5.  30 Menit, Kumpulan Puisi, Serang: Gong Publishing, 2017
6.  Menghempas Karang, antologi puisi, Pare: Forum Aktif Menulis, 2017
7.  Love Pasta, antologi cerpen, antologi cerpen, Serang: Gong Publishing, 2017
8.  Saat Ramadhan Hampir Usai, antologi cerpen, Tuban: Pustaka Ilalang, 2017
9.  Menuju Tuban Berkeadaban, antologi cerpen dan Puisi, Tuban: Pustaka Ilalang, 2017

B. Non Fiksi
1.  Jalan Cinta yang Membawaku Padamu, Antologi Esai, Caraka Publishing, 2019
2.  Genealogi Pemilihan Umum dalam Islam, Tuban: Niramedia, 2019
3.  Periodisasi Filsafat Islam, Tuban: Niramedia, 2019
4.  Transformasi Gender dan Perceraian, Tuban: Niramedia, 2019
5.  Bahasa Arab itu Mudah: Belajar Bahasa Arab untuk SD/MI, Tuban: Niramedia, 2018
6.  Perempuan dalam Pusara Kehidupan, antologi esai, Yogyakarta: Diandra, 2018
7.  Sahabatku, Inspirasi menulisku, antologi esai, Malang: Aditya, 2018
8.  Generasi Qurani Pewaris Peradaban, antologi esai, Lamongan: Media Pena, 2018
9.  Surat Cinta untuk Penulis Pemula, antologi esai, Tuban: Niramedia, 2018
10.  Easy English 1, Tuban: Niramedia, 2018
11.  Easy English 2, Tuban: Niramedia, 2018
12. Awardee Stories, kisah dan kiat penerima beasiswa LPDP, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2017
13.  Tidak Ada yang Kebetulan, antologi kisah inspiratif, Lamongan: Media Pena, 2017\ \
14.  51 Profil Perempuan Inspiratif, kumpulan autobiografi, Pare: Forum Aktif Menulis, 2017
15.  Aku, Buku, dan Membaca, antologi esai, Tulungagung: Pustaka Akademia, 2017
16.  Resolusi Menulis, antologi esai, Tulungagung: Pustaka Akademia, 2017
17.  Pendidikan Karakter, kumpulan esai pendidikan, Malang: Genius, 2017
18.  Haruskah Aku yang Melamarmu, kumpulan esai, Surabaya: Penerbit Satoe, 2017
19.  Istana yang dibangun dari kata-kata, antologi esai, Surabaya: Syams, 2016
20.  English Nowadays for Charracter Building vol 3, Lamongan: Media Pena, 2015
21.  English Nowadays for Charracter Building vol 4, Lamongan: Media Pena, 2015
22.  English Nowadays for Charracter Building vol 5, Lamongan: Media Pena, 2015
23.  English Nowadays for Charracter Building vol 6, Lamongan: Media Pena, 2015

Dan lebih takjubnya lagi. Karya-karyanya ini pernah dimuat profile dan journal/proceeding.
Profile 
1. Majalah Al Uswah edisi Januari 2012: (Nur Hidayati, S.Th.I, Teacher of the Month SMPIT Al Uswah Tuban)
2. Radar Bojonegoro 22-9-2017: (Nur Hidayati penulis nasional asal Tuban: Lahirkan belasan buku, keuntungan didonasikan
3. Radar Bojonegoro 23-9-2017: (Nur Hidayati penulis nasional asal Tuban (2): Berbekal Tulisan, antar perjalanan gratis
4. Radar Jawa Pos (se-Jawa Timur) 23-9-2017: (Nur Hidayati penulis nasional asal Tuban: Berbekal Tulisan, antar perjalanan
5. Deutsche Welle Indonesia (Media Daring di Jerman untuk Indonesia): Menangkal radikalisme lewat masjid, interview
6.  Deutsche Welle Indonesia: Islam Jerman di mata intelektual Muda, 20-10-2017
7.  Majalah Akbar, April 2018: Menulis itu menyegarkan otak
8.  Radar Tuban, 15 Desember 2018; (Profil putra-putri Tuban berprestasi Internaional: lahir dari kompetisi hingga hobi


Journal/ Proceeding 
1. The Influence of Media and technology on Gender Transformation and Divorce Rates in Indonesia (jurnal pada European union Digital Library)
2.  Kritik Ideologi Interpretasi GWJ Drewes (1899-1991) atas Serat Bonang dalam The Admonitions of Seh Bari (Tesis pada UIN Sunan Ampel Surabaya)
3.  Empowering Indonesian Women labor in Malaysia within the framewrk of islamic Teachings (proceeding pada International Conference on Muslim Society amd Thought 2016
4.  Revitalization of Integrated Islamic-Education Concept for Future Climber Generation (riset pada Lembaga Pendidikan Islam Terpadu Al Uswah Tuban
5.  Penafsiran Ayat-ayat tentang Pluralisme Beragama dalam Jaringan Islam Liberal (skripsi pada UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
6.  Redefinisi Keadilan Dalam Poligami (riset pada Pusat Studi Wanita UIN Yogyakarta)
7.  Fenomena Islam Liberal di Indonesia (riset pada Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta

Tokoh inspirasinya tentu saja yang utama Rasulullah SAW. Ibu Batutah, Ibn Khaldun dan yang terdekat dengan kehidupan kita Buya Hamka dan Pak Habibie. Penulis fiksi yang disukainya dari luar yaitu Jostein Gaarder dan teladan dari kalangan teman penulis yaitu Mashdar Zainal. Berkah royalti yang dia dapat untuk sekarang salah satunya sebagai sumber dana untuk taman baca sanggar caraka.

Tentu dalam hal ini dia tidak sendirian, ada keluarga dan teman yang selalu mendukung untuk terus maju dan bersemangat. Apa lagi kedua orang tuanya, ibu begitu bangga. Terutama sosok ayah yang telah menularkan bakat kepada anaknya. Namun sayang, sosok sang ayah telah berpulang sebelum sempat melihanya benar-benar mempunyai buku.

Jatuh cinta tentu pernah dan masih kepada orang yang sama setiap harinya, apalagi kecintaan pada buku-buku dan dalam dunia kepenulisannya. Aku telah mendapat cahaya petunjuk darinya. Lewat perjalanan hidupnya, aku yakin bisa sampai finish sebelum batas waktu telah berlalu.

Terima kasih atas kesempatan mengenalmu, Mbak. Darimu aku banyak belajar untuk berproses lebih maju. Meski kita hanya mengenal lewat maya, namun aksaramu selalu mengalir menjadi amal jariyahmu. Namamu seindah perjalanan hidupmu, semoga selalu menjadi cahaya dan petunjuk bagi mereka yang tersesat.

Impianku sejak dulu, ingin sekali buku karyaku bertengger manis dalam etalase, bersama buku-buku dari penulis lainnya yang tengah memuncak.

11 komentar:

atiq - catatanatiqoh mengatakan...

lenkaaap banget dan detail :)

Aysafitri114 mengatakan...

Terima kasih mbak

Blogger Surabaya mengatakan...

Bagus banget biografinya.

Yulia mengatakan...

Keren tokohnya, subhanallah...
Yang nulis ini juga tak kalah keren, bisa sedetail ini

Aysafitri114 mengatakan...

Alhamdulillah
Aamiin Insya Allah

yogi riyansyah mengatakan...

Sini Mbak Ayu main ke Tuban. Nanti tak kasih tau rumahnya Mbak Hiday 😁

Aysafitri114 mengatakan...

Emang tahu y rumahnya hehe

Fitriani Nurul Izzati mengatakan...

Masya Allah Mbak Hiday 😍

Aysafitri114 mengatakan...

Hebaaatt kn y

Hiday Nur mengatakan...

Terima kasih sudah menulis kisah hidup saya, kak AYU. Hadza Min fadhli Rabby. Masih banyak yg lebih hebat, kak

Aysafitri114 mengatakan...

Iya sma2 mbak

Diksi 18_Ayu

Kenapa Jatuh Cinta? Karena Tuhan yang menghadirkan rasa, meski tidak ditakdirkan bersama. Pertanyaan yang kadang membuat kita bingung ...