Sebelum terlelap ku
sempatkan menggoreskan kata demi kata pada selembar kertas putih dengan tinta
hitam yang selalu setia menemani jemariku menulis. Bukan tanpa alasan aku
mengajak tinta penaku menari-nari diatas selembar kertas putih ini, hingga
tercipta goresan yang penuh dengan makna.
Damai
dan tenang seketika merayapi relung jiwa yang memberontak ingin meluapkan kata
demi katanya. Meski dalam bisu, tapi ketahuilah suara hati ini tak pernah ingin
diam. Terkecuali terlelap dalam dunia tanpa mimpi. Kau tahu apa itu dunia tanpa
mimpi?. Dunia gelap gulita tanpa bayangan, gerakan maupun suara, bahkan suara
hati pun tak terdengar.
Bisa
ku bilang tidur yang nyenyak tanpa
ada bayangan mimpi-mimpi. Sedangkan dalam dunia mimpi kau pasti masih bisa
melihat, bersuara dan tentu bergerak bebas kemanapun. Ya begitulah rasanya
setelah puas jemari ini menari-nari dengan tinta pena diatas selembar kertas
putih, tersa puas suara hati ini meluapkan segala yang ingin diluapkan.
Entah
itu tentang tawa bahagia, tangis kesedihan, rindu kesepian atau hampa dalam
kebimbangan. Semua tercurah bersama tarian tinta pena bersama jemari diatas
selembar kertas putih. Dengan berakhirnya tulisan ini itu artinya aku bersiap
menjelajahi dunia mimpiku atau mungkin dunia tanpa mimpi.
Hingga
ku terbangun nanti menyambut indahnya pagi. Dengan sinar mentari yang
menghangatkan hati walau masih menikmati seorang diri. Tak apa, akan datang
sendiri ia yang dikehendaki sang Ilahi untuk menjadi teman melalui hari sampai
akhir hayat nanti sehidup semati.
5 komentar:
Selamat bermimpi indah he he
Penantian, buatlah semudah mengucapkannya 😁, Semangka!
Tp syang penantian tak semudah sekedar mengucapkan
Penantian itu memang membosankan tapi kalau dilewati dengan semangat bakalan cepat
Aamiin insya Allah 😊
Posting Komentar