Halaman

Senin, 16 September 2019

Last Night


Sebelum terlelap ku sempatkan menggoreskan kata demi kata pada selembar kertas putih dengan tinta hitam yang selalu setia menemani jemariku menulis. Bukan tanpa alasan aku mengajak tinta penaku menari-nari diatas selembar kertas putih ini, hingga tercipta goresan yang penuh dengan makna.

Damai dan tenang seketika merayapi relung jiwa yang memberontak ingin meluapkan kata demi katanya. Meski dalam bisu, tapi ketahuilah suara hati ini tak pernah ingin diam. Terkecuali terlelap dalam dunia tanpa mimpi. Kau tahu apa itu dunia tanpa mimpi?. Dunia gelap gulita tanpa bayangan, gerakan maupun suara, bahkan suara hati pun tak terdengar.

Bisa ku bilang tidur yang nyenyak tanpa ada bayangan mimpi-mimpi. Sedangkan dalam dunia mimpi kau pasti masih bisa melihat, bersuara dan tentu bergerak bebas kemanapun. Ya begitulah rasanya setelah puas jemari ini menari-nari dengan tinta pena diatas selembar kertas putih, tersa puas suara hati ini meluapkan segala yang ingin diluapkan.

Entah itu tentang tawa bahagia, tangis kesedihan, rindu kesepian atau hampa dalam kebimbangan. Semua tercurah bersama tarian tinta pena bersama jemari diatas selembar kertas putih. Dengan berakhirnya tulisan ini itu artinya aku bersiap menjelajahi dunia mimpiku atau mungkin dunia tanpa mimpi.

Hingga ku terbangun nanti menyambut indahnya pagi. Dengan sinar mentari yang menghangatkan hati walau masih menikmati seorang diri. Tak apa, akan datang sendiri ia yang dikehendaki sang Ilahi untuk menjadi teman melalui hari sampai akhir hayat nanti sehidup semati.

5 komentar: