Kamis, 26 September 2019

Kehadiranmu


Kemelut kelabu mulai menggelayuti langit yang membiru
Semilir angin lembut semakin memburu
Dalam sekejap dunia telah dirubah waktu
Dan kau telah merubah cerahnya hari kala itu

Apa masih sanggup untuk membendung semua yang kau rasakan?
Wajah sendumu itu tak dapat membohongi seluruh dunia
Ayolah tumpahkan seluruh air matamu
Setelah itu kau ajak pelangi untuk menari bersama dibawah genangan air mata yang kau tumpahkan

Kehadiranmu terkadang secara tiba-tiba
Tanpa ada aba-aba
Meski ku tahu kau pasti mereda
Menyisakan dingin menyeruap ke udara

Kehadiranmu juga terkadang selalu ditunggu
Namun kau tak kunjung bertamu
Apa ada yang belum mengizinkanmu
Ku tebak pasti penciptamu

Kau juga pasti tahu
Ada saja yang tak menginginkanmu
Karena terkadang kau terlalu betah bertamu
Menjadi penghalang bagi mereka untuk sekedar bertemu

Tenang
Masih ada yang inginkanmu untuk dikenang
Tak ingin kau terlalu cepat untuk pamit pulang
Menikmati sejukmu sampai hati tak lagi gersang

Kau bisa menjadi teman yang sangat menyedihkan tapi bisa juga menjadi sangat menyenangkan
Tergantung bagaimana mereka menyimpanmu didalam ingatan
Menyedihkan atau menyenangkan
Semua itu pasti akan menjadi sebuah kenangan

Hujan
Jambi, 25 September 2019

22 komentar:

Lilis Fauzi-Odop7 mengatakan...

Dan semoga hujan segera datang, demi bumi tercinta 😉👍

Aysafitri114 mengatakan...

Alhamdulillah kemarin sudah hujan mbak

yogi riyansyah mengatakan...

Kehadiranmu layaknya tintah yang mengharuskanku untuk mengangkat pena.
Semoga raut senyummu tetap menjadi bait yg indah dalam puisiku. Wkwkw

Aysafitri114 mengatakan...

Aku kira tadi lintah haha rupanya tintah apa tinta hmm

Yoharisna mengatakan...

Puisinya agak melankolis ya. Menurutku.. keren

Aysafitri114 mengatakan...

Mkasih mbak

Fentaqul mengatakan...

Keren

Raa mengatakan...

Deretan kata-kata keren.

niozaharani mengatakan...

Suka 😍

Aysafitri114 mengatakan...

Terimakasih

Aysafitri114 mengatakan...

Big thanks mbak

Aysafitri114 mengatakan...

Big thanks mbak

Anis Hidayati mengatakan...

Dan semua adalah tentang rasa....

Mardha Umagapi mengatakan...

aku belum mampu menangkap maknanya, tapi selalu salut sama yang mampu merangkai puisi

Halamansekolah.com mengatakan...

Nice. Salam kenal dari london 😀 saya jambi juga ni. Muara bungo

Aysafitri114 mengatakan...

Rasa yg tertinggal

Aysafitri114 mengatakan...

Big thanks mbak

Aysafitri114 mengatakan...

Salam kenal jg dari Tokyo sya di batanghari

Blogger Surabaya mengatakan...

Apakah yang dimaksud adalah hujan , kak ? Bagus puisinya. Semangat menulis ya..

Aysafitri114 mengatakan...

Iya hujan

catatannurmufidah.blogspot.com mengatakan...

Semangat menulis ya kak

Aysafitri114 mengatakan...

Semangat jg y

Diksi 18_Ayu

Kenapa Jatuh Cinta? Karena Tuhan yang menghadirkan rasa, meski tidak ditakdirkan bersama. Pertanyaan yang kadang membuat kita bingung ...