Kamis, 07 November 2019. Merupakan hari pengumuman kelulusan peserta ODOP, para wisudawan dan wisudawati menanti dengan penuh debaran hati. Di mana hari penentuan dari hasil selama kurang lebih dua bulan berkecimpung dalam dunia ODOP.
Kami, terutama aku merasa
bahagia akan kelulusan ini. Meski tidak menjadi pemenang dalam hal apa pun,
tapi aku telah menjadi pemenang untuk diriku sendiri. Pemenang yang telah
mengalahkan segala rasa yang ingin menghanyutkan untuk mundur.
Selamat kepada:
Mas Brian sang pemenang
tulisan improvivasi cerita rakyat dan review tempat wisata
Bumiarena.blogspot.com
adalah nama blog dari Mas Briantono Raharjo. Yang awalnya aku salah panggil
nama Mas Riban. Ini gara-gara blognya bernama Riban Toples satir dan Narasi.
Hehe. Dengan tulisan-tulisan Mas Brian yang menurutku selalu berat lebih berat
dari tubuh mungilku. Otakku terkadang suka lola
untuk mencerna tulisan Mas Brian. Salut deh bisa mikir sejauh itu Mas.
Waaawww..
Mas Rahman sang pemenag
tulisan improvivasi cerita rakyat
Manusiaamatir.blogspot.com
adalah nama blog dari Mas Rahman Arrijal. Yang mengaku manusia amatir,
kelahiran Pare, Jawa Timur. Hobi berenang namun tidak bisa berenang. Haha. Cerpen
Athan, cerita yang begitu bagusnya dikemas oleh Mas Rahman. Menceritakan perjuangan
seorang ibu begitu sabar mengurus anaknya.
Mbak Anis sang pemenang
peserta terbaik
Anishida37.blogspot.com
adalah nama blog dari Mbak Anis Hidayati. Blog yang berisi sebagian besar
adalah cerpen horor. Aku yang penikmat cerita horor selalu suka dan menunggu
kelanjutan cerpen-cerpen Mbak Anis. Dari kebiasaan membaca cerpen Mbak Anis
yang horor, aku jadi terinspirasi juga menulis cerita horor. Meski masih kalah
bagusnya dengan cerita horornya Mbak Anis. Hehe. Mbak Anis juga cocok jadi
pembimbing skripsi, jemarinya begitu lihai kalau sudah mampir di tulisanku. (Banyak
coretan hehe tapi aku suka).
Mbak Nio sang pemenang
peserta terfavorit
Galerinio.blogspot.com
adalah nama blog dari Mbak Nio Zaharani. Galeri yang salah satunya memuat resep
makanan (jadi setiap baca tulisan Mbak Nio bikin mupeng hehe). Dan pada pekan
akhir, Mbak Nio meluncurkan cerpennya yang berisi penduduk Tokyo. Terima kasih
Mbak, telah menjadikan aku peran yang mantul. Terima kasih juga selalu mampir
di blogku.
Kalian pantas mendapatkan
itu
Kalian patut kami
jadikan contoh dan motivasi untuk terus melaju
Semoga apa yang kalian
raih membawa keberkahan di kemudian hari
Aku beruntung mengenal
kalian
Aku banyak belajar dari
kalian
Terima kasih sudah
menjadi keluagaku selama ini
Teruntuk juga
Mbak Fitri Ane Lestari,
Mbak Fitri Nurul Hijayati, Mbak Gendhuk Gandhes (terkenang dengan cerita si
Genduk), Mbak Hailatur Rosida, Mbak Halimah Maysaroh (selalu memikat dengan
puisinya), Mbak Lilis Fauziah, Mbak Meitanti (terima kasih sudah sering mampir
di blogku), Mbak Nyi Heni (penuh dengan cerita anak dan fabel yang patut
menjadi pedoman), Mas Yogi Riyansyah (juga memikat dengan syair-syair puisinya,
lekas sembuh dari cerita lalu yang membuat runtuh. Hehe. Dan Mbak Yulia Tanjung
(membangkitkan semangatku untuk ikut juga post tulisan di KBM hehe).
(Maaf sebagian ada yang
belum hapal apa saja yang pernah kalian tulis).
Tentu menjadi moment yang
menyedihkan saat harus kehilangan anggota keluarga kita, seperti Aditia Sanjaya,
Alfi Manzilatur Rokhmah dan Triya Pamungkas (menghilang begitu saja), Cak Noer
D (orang pertama yang setiap kali share link, namun perlahan menyerah juga). Dan
yang paling mengejutkan mendekati pekan akhir, Mas Handika Putra menyerah dan
keluar (mungkin ada alasan tertentu yang membuatnya memutuskan itu). Mas Moch
Rizky (yang pernah menjadi moderator bedah tulisanku, akhirnya hilang tanpa
permisi) dan Mbak Qheiza Wiranda Edelwise (wanita pendaki gunung dan yang
selalu aktif di grup, hilang juga tanpa kabar).
Tinggallah kita yang
tersisa dengan asa untuk menggpai cita. Semoga tetap utuh, saling butuh tak ada
kata runtuh. Selalu semangaaat, meski jalan yang kita tempuh melelahkan sampai
meneteskan keringat. Lihatlah, di ujung sana bahagia telah menantimu. Jemput dia
dengan segala usaha yang tak luput dari doa.
Terakhir untuk para Pj
Mbak Betty Irwanti Joko
(dengan semangatnya yang selalu ramah menyapa penduduk Tokyo)
Mbak Dyah Yukita
(pengirim surat cinta. Hehe. Dengan surat cintanya, kami selalu terpacu untuk
melaju mengejar waktu. Begitu pedulinya dengan nasib kami).
Mbak Titi Keke (pemandu
wisata kami untuk jalan-jalan ke setiap blog Tokyo. hehe)
Dan Mas Lutfi Yulianto
(yang ngakunya jadi tukang intip di setiap grup. Haha. Mata-mata kali ya. Tapi juga
sering jadi pembawa kabar berita. Eh).
Terima kasih, kalian
sungguh luar biasa mengayomi kami, peduli dan selalu memberi semangat. Semoga kerja
keras kalian selama ini selalu mendapat keberkahan, dan tentu menjadi kenangan
tersendiri untuk kami, para peserta.
Ayu Safitri. Gadis kecil
mungil, kelahiran kota Jambi 24 tahun lalu. Mengaku kelahiran kota Jambi tapi
bagai orang asing tak tahu jalanan. Hehe. Gadis rumahan di pinggir desa selepas wisuda
setahun yang lalu. Hanya pendidik bocah berumur 6-11 tahun, di sebuah gedung
yang dulunya juga menjadi tempat mengais ilmu. Tak banyak yang tahu, gadis pendiam,
sedikit cuek dan moody ini adalah gadis
petakilan kalau sudah kumpul-kumpul
bareng gengnya. Hahaha. Dan sampai sekarang masih dalam masa perbaikan untuk sebuah penantian.
Silahkan berkunjung di
media sosialku selain blog
Ig: ayusafitri_114
Fb: Ayu Safitri Ningsih
Genap sudah tulisanku selama 60
hari.
09-09-2019 sampai 09-11-2019
09-09-2019 sampai 09-11-2019

12 komentar:
I love you too Ayu... 😘😘
Love you mbak 🤗😍😘
Hai gadis kecilku yang sudah gede nan pandai menangkap ide, salam peluk cium untukmu nun jauh di mata tapi terkenang di hati selalu
Oh mai god. Ternyata kau seumur sepupuku yang mau tunangan hari ini, kukira malah ayu sedang tingkat berapa kuliah. Terima kasih untuk apresiasinya di paragraf awal. Ayu sendiri juga panutan untuk beropini dan blog walking. Bagaimanapun your comment somehow also made my day.
Mau kusebut jg anak mantu?😀😀😀
Peluk cium juga dri jauh mbak 🤗😍
Hehe tebakanmu selama ini salah mas 😅
Aku jadi tersanjung mbak 🤗😍
😍 Bu Guru Ayu juga hebat, spechless aqnya...
Wow aku hanya bisa terkagum-kagum membaca tulisan teman-teman.
Big thanks mbak hehe
Big thanks mbak hehe
Posting Komentar