Kamis, 03 Oktober 2019

Kala SenJa Berakhir



Di kala senja dimusim yang bahagia.. Indahnya senja di sore ini dengan langit yang jingga, awan yang menebarkan senyuman, mentari yang mulai perlahan memalingkan wajahnya dibalik awan, burung-burung kembali keperaduannya, suara Adzan yang mulai sayup-sayup terdengar menandakan umat Islam wajib memenuhi panggilan-Nya. Dengan sepeda kesayangannya Sena terus mengayuh dengan kencang sambil sesekali melihat mentari yang sebentar lagi tenggelam.
 “Kalau bukan karena tugas sekolah aku tidak akan pulang sampai sesore ini, huuh benar-benar hari yang melelahkan.” Sena berbicara sendiri di atas sepedanya seakan ada yang diajak berbicara.
Tapi tiba-tiba dari belakang dengan kecepatan tinggi ada motor yang hampir saja menabrak Sena, “hey hati-hati dong kalau bawa motor liat-liat jalan ada orang disini!” gerutu Sena yang ditinggal pergi begitu saja oleh pemilik motor yang hampir saja menyelakainya, tapi dia masih mengingat dengan jelas jenis motor apa yang dikendarainya.
Sesampainya dirumah Sena melihat motor yang tadi hampir menabraknya, “Assalamulaikum.. maa Sena puu-“ belum sempat Sena melanjutkan bicaranya.
“Hey Sena, apa kamu masih ingat denganku?” Sena mengerutkan keningnya dan mencoba mengingat kembali siapa lelaki yang sekarang ada dihadapannya.
“Kaa-kaa-kamu Jahran kan? Iya kamu Kak Jahran?”
“Syukurlah kamu masih mengingatku Sena, kamu apa kabar?” tanya Jahran
 “Baik Kak, kamu sendiri?” Sena balik bertanya.
“Yaa seperti yang kamu lihat sekarang.”
“Hmmm jadi Kakak yang tadi lewat dan hampir saja menabrakku?
“Oh jadi itu tadi kamu? Maaf aku buru-buru ingin cepat sampai di rumahmu, kamu tidak apa-apa kan?
Dengan senyum Sena menjawab “Tidak apa-apa Kak, oh ya ada apa Kakak kesini, tumben?
“Mulai sekarang, hari ini aku pindah ke sekolahmu karena orang tua ku pindah juga ke sini, tidak masalahkan aku satu sekolah denganmu?
“Tentu saja aku tidak keberatan Kak”.
Sejak saat itulah Sena mulai dekat dengan Jahran, bahkan tak jarang Jahran berkunjung ke rumah Sena karena keluarga Sena dan Jahran masih ada ikatan keluarga, dan dari situlah mulai muncul perasaan-perasaan layaknya seseorang yang sedang jatuh cinta.
Sikap Jahran terhadap Sena yang melebihi terhadap adiknya sendiri, mungkin karena sikap Jahran yang penuh dengan kasih sayang terhadap Sena. Begitu juga Jahran yang merasakan kalau Sena adalah seorang wanita yang begitu luar biasa baginya. Tapi mereka masih tetap menyimpan perasaannya masing-masing karena mustahil jika harus menjalin hubungan dengan saudara sendiri.
Tentu saja Sena sebagai seorang wanita tidak bisa terus memendam rasanya, ini yang membuatnya tertekan merasakan rasa yang terlarang. Apalah daya mereka jika setiap hari mereka selalu berkomunikasi, bercengkrama, suka dukanya hari mereka lewati bersama.
 Sampai di suatu senja saat Jahran dan Sena tengah duduk berdua disebuah taman kecil depan rumah Sena, menikmati senja yang indah, semilir angin yang akan berganti dengan angin malam.
Jahran memecahkan suasana tenang itu, “Sena apa kamu tahu? Sambil menatap Sena Jahran melanjutkan kata-katanya “Aku tidak percaya kita akan sedekat ini, seingatku dulu kau begitu polos dan manja, sampai sekarang kau tidak pernah berubah, dulu aku menganggapmu sebagai Adik kesayanganku, tapi sekarang aku ingin menganggapmu lebih dari seorang adik.”
“Maksud Kakak? Sena merasa tidak mengerti apa yang dimaksud Jahran.
 “Maksudku, aku ingin kau menjadi kekasihku, aku tahu ini tidak wajar aku rasakan tapi jujur aku tidak bisa memendam perasaan ini, aku ingin selalu menjagamu Sena, mencintaimu lebih dari seorang adik.” Mata Jahran menatap serius terhadap Sena.
“Kak apa kamu tahu? Akupun merasakan hal yang sama sepertimu, merasa ini tidak mungkin terjadi, tapi hatiku yang terus memaksa perasaan ini, aku juga mencintaimu lebih dari seorang Kakak, merasa nyaman denganmu.”
Jahran memeluk Sena, mendekapnya bersamaan dengan tenggelamya matahari senja itu. “Mulai senja ini kita bangun cinta kita sampai senja tak muncul lagi, terima kasih Sena kau telah membalas cintaku.”
“Aku yang seharusnya berterimakasih denganmu, telah hadir dihatiku mulai senja ini.” Mereka sama-sama tersenyum bahagia tanpa terasa beban, yang nanti akan mereka alami.
Sudah hampir satu tahun Jahran dan Sena berpacaran, dan dalam waktu itu kedua orang tua mereka tidak mengetahui kalau mereka memiliki hubungan khusus. Begitu akrabnya mereka sampai-sampai kedua orang tua mereka curiga dengan kedekatan mereka yang mulai telihat tidak wajar, tidak wajar dalam artian mereka memiliki hubungan khusus.
“Sepertinya kamu dengan Jahran semakin dekat? Apa kalian terikat hubungan pacaran?” tanya mama Sena curiga.
“Memangnya kenapa Ma? Aku dan dia masih seperti biasa, aku menganggapnya Kakakku begitupun dia.” Sena mencoba menyembunyikan status hubungannya dengan Jahran.
“Mama pernah seusiamu Nak, jadi mama tahu mana yang hanya berteman dan mana yang memiliki hubungan khusus. Dengar mama baik-baik. Mama tidak melarang kamu dekat dengan lelaki ataupun samapi memiliki hubungan khusus, tapi mama minta jangan sampai kalian terikat hubungan serius, mama juga tidak melarang kamu dekat dengan dia.”.
“Tapi Ma-. potong Sena, aku sudah terlanjur sayang dengannya, kami saling suka Ma, apa harus kami mengakhiri ini semua? Tolong jangan melarangku berhubungan dengan dia.”
Sena mulai meneteskan air mata, tidak sanggup harus mendengar kenyataan ini, dan apakah Sena akan menuruti apa kata-kata mamanya?
“Sena Mama mengerti perasaanmu, tapi cobalah kamu pikir Nak apa kata orang kalau kamu berhubungan dengannya? Pokoknya Mama tidak setuju kalau kamu terus melanjutkan hubunganmu dengan Jahran!” tegas mama sambil meninggalkan Sena yang terus saja meneteskan air mata.
Berpikir keras Sena bagaimana caranya agar hubungan ini tidak berakhir, membicarakan masalah ini kepada Jahran? Ya tentu saja harus dibicarakan masalah ini.
“Kedua orang tuaku juga tidak menyetujui hubungan kita Sena, aku tidak bisa melawan kedua orang tuaku, tapi tidak sanggup kalau harus mengakhiri hubungan ini,” ucap Jahran saat mereka sedang membicarakan masalah yang sedang dihadapi.
“Maaf aku yang telah membawamu kedalam hubungan ini, sejak awal aku sudah mengkhawatirkan ini akan terjadi, dan sekarang...
Sena memotong ucapan Jahran, “Tidak ada yang perlu disesali semua sudah terjadi, aku sudah merasa bahagia selama ini bersamamu Kak, walau mungkin kita sudah tahu akhirnya bagaimana, aku sudah memikirkannya, lebih baik kita jalani saja apa yang sudah terjadi ini. Masalah hubungan kita, biarkan saja berjalan sampai waktu benar-benar memisahkan, semua sudah ada yang mengaturnya.” Sena mencoba menenangkan hati Jahran walau hatinya sendiri masih sulit untuk menerima kenyataan ini.
“Baiklah kalau itu yang kamu mau, kita akan tetap menjalani hubungan ini dan jangan sampai kedua orang tua kita curiga lagi, aku sangat menyayangimu Sena”.
“Aku juga Kak.” Mereka saling menatap menandakan kedua mata mereka yang sangat serius. Dan begitulah hari-hari selanjutnya, tetap melanjutkan hubungan tanpa diketahui kedua orang tua mereka.
Tapi pepatah lamapun masih berlaku untuk Jahran dan Sena, ya sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai pasti akan tercium juga, begitulah mereka sepandai-pandainya mereka menyembunyikan hubungan akhirnya kedua orang tua mereka mengetahui.
Sore itu saat Jahran dan Sena baru pulang dari jalan-jalan dan Jahran mengajak Sena mampir ke rumahnya. Tapi apa yang terjadi? Kedua orang tua mereka sudah lebih dulu berkumpul. Apa yang sedang mereka bicarakan? Jahran dan Sena tidak bisa menebaknya, perasaan tegang kalau-kalau kedua orang tua mereka sedang membicarakan hubungannya.
Dan ternyata benar. “Dari mana saja kalian? Sudah hampir malam baru pulang!” Dengan nada kesal papa Jahran berbicara. “Kalian tahu, bukannya kalian sudah kami larang untuk melanjutkan hubungan ini? sambung papa Jahran. “dan kamu Jahran, sudah Papa jodohkan dengan anak teman Papa, sebaiknya kalian akhiri hubungan ini.”
“Tapi Pa ... Maaa ... kami saling mencintai, kenapa kalian permasalahkan ikatan keluarga ini?” Jahran mencoba untuk tetap mempertahankan hubungannya dengan Sena.
Sena terus saja terdiam sambil meneteskan air mata ditambah lagi saat papa Jahran berbicara soal perjodohan itu. Sena tidak tahan dengan keadaan ini, apalagi kedua orang tuanya juga memaksa untuk mengakhiri hubungannya dengan Jahran. Sena meninggalkan keteganggan itu sambil berlari dan menangis tidak tahu kemana arah tujuannya berlari, saat itu juga dari arah depan sebuah mobil besar melaju dengan kecepatan tinggi dan sang sopir itu tidak dapat mengontrol laju mobilnya, dan ... braaaakkkk ... aaaaaaahhhh....
Sena tertabrak mobil itu dan terseret beberapa meter. Jahran terkejut dia hendak mengejar Sena namun sudah terlambat mobil itu sudah menabrak Sena, saat Jahran hendak menolong Sena dari arah belakang sebuah mobil lagi-lagi melaju dengan kecepatan tinggi karena terfokus ingin menolong Sena Jahran pun ikut menjadi korban tertabrak mobil tersebut. “Braakkkk....”
Masih dengan keadaan sadar Jahran mendekati tubuh Sena yang berlumuran darah dan mencoba mengenggam tangan Sena. Dengan susah payah akhirnya kedua tangan mereka tergenggam erat.
“Aku meee - mencintai dan menyayangimu See - Sena, kita akan tetap bersatu sampai maut memisahkan kita.”..
“Aaa - aaku juu - juga mencintai dan menyayangimu Kak sampai senja tak muncul lagi.” Itulah ucapan terakhir mereka sampai mereka benar-benar menghembuskan nafas terakhir secara bersamaan.
Cinta mereka terhalang oleh kedua orang tua, cinta mereka terpisah sampai maut memisahkan dan cinta mereka berakhir saat senja tenggelam, tenggelam bersamaan dengan cinta Sena dan Jahran.
Cinta yang berawal saat senja dan barakhir pula saat senja. Ternyata di balik kata SenJa tersimpan dua nama mereka yaitu Sen_a Ja_hran. Melihat keadaan anak mereka seperti itu, begitu tersayat dan terpukulnya hati kedua orang tua Sena dan Jahran.
Kalau saja mereka merestui hubungan anaknya pasti tidak akan seperti ini, tapi semua ini sudah terlanjur terjadi mereka sudah kehilangan harta yang sangat berharga..

To be continue....

13 komentar:

Naja Aya mengatakan...

Kok sedih ya😫😫😫😫.

Aysafitri114 mengatakan...

Heem sedih

Restanti mengatakan...

Hemm, berurai air mata

Lutfi Yulianto mengatakan...

ada lanjutannya dong ini ... ditunggu :)

karya ROSE mengatakan...

Hatiku dibuat deg-degan , seneng , jengkel sedih campur aduk, lanjutkan kak 👍👍

Aysafitri114 mengatakan...

Lanjutannya yg di sebelah hehe

Aysafitri114 mengatakan...

Duh untung gk copot jantungnya hh

Lilis Fauzi-Odop7 mengatakan...

Hah? Inget drakor, greget jadinya y. Ada yg typo dikit y kak n jangan lupa enter setiap dialog. 😊👍🙏

Aysafitri114 mengatakan...

Ada versi drakornya y hehe

niozaharani mengatakan...

Wii, lanjutannya ... Gmna?

Riban Toples Satir dan Narasi mengatakan...

Ditunggu lanjutannya. Pasti seruu abiss

Aysafitri114 mengatakan...

Udah di Post kok

Aysafitri114 mengatakan...

Sudah ada lanjutannya

Diksi 18_Ayu

Kenapa Jatuh Cinta? Karena Tuhan yang menghadirkan rasa, meski tidak ditakdirkan bersama. Pertanyaan yang kadang membuat kita bingung ...