Kamis, 19 September 2019

Lima Sekawan Kodok



Tujuan hidup boleh saja sama, yaitu menuju kesuksesan. Namun dibalik itu kaki yang untuk melangkah terkadang tak bisa selaras dengan keadaan. Keadaan yang membuat langkah melambat dan akhirnya tertinggal oleh lawan.

Seperti kisah kali ini, lima sekawanan kodok yang ingin mengikuti perlombaan memanjat pohon. Pohon yang akan mereka panjat bukanlah pohon yang rendah, melainkan tinggi menjulang kelangit.

Untuk mencapai tujuan, mereka berlomba-lomba mencari kelemahan lawan, sugesti negatif salah satu cara yang mereka lakukan. Sebab mereka percaya bahwa sugesti yang sebenarnya bohong itu, bila masuk kedalam alam bawah sadar dapat diyakini suatu kebenaran.

Suara riuh kodok terdengar membahana. Baru saja kodok pertama mulai memanjat, terdengar suara-suara yang melemahkan mental kodok tersebut. “Kamu tidak akan berhasil sampai keatas, tubuhmu kurus, kekuatanmu pasti akan melemah.”

Sang kodok pun menjadi ragu dan berpikir benar yang dikatakan lawannya. Dengan sengaja ia menjatuhkan diri. Begitulah seterusnya yang dilakukan para kodok, saling melemahkan lawan.

Tapi tidak untuk kodok kelima, ia hanya diam melihat para lawannya gugur satu persatu tanpa ia tahu sebabnya. Kini tiba gilirannya memanjat, perlakuan para kodok yang sudah gugurpun tak berhenti menyorakinya.

Beragam kalimat hinaan dan melemahkan dirinya seperti tidak didengar. Ia terus memanjat tanpa peduli remehan para kodok lainnya. Dan akhirnya, sampailah kodok itu kepuncak dan menjadi juara.

Tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya kodok pemenang itu benar- benar tuli dan bisu. Maka dari itu ia tak mendengar apa yang lawannya lontarkan saat ia memanjat tadi. Yang ia ingin hanyalah sampai kepuncak dan menjadi juara tanpa peduli kalimat apa yang dilontarkan padanya.

Untuk menuju kesuksesan begitulah caranya, tulikan pendengaranmu untuk hal-hal yang merusak mentalmu, bisukan mulutmu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat kau ucapkan, dan jangan memandang hal yang bisa melemahkanmu.   

Karena terkadang apa yang kita dengar, ucap dan pandang adalah hal-hal yang tidak menyehatkan untuk hati dan pikiranmu.

38 komentar:

https://heninyi.blogspot.com/2019/09/belajar-menulis-puisi.html mengatakan...

Tujuan mungkin sama tapi jalan hidup berbeda-beda teruslah melangkah jangan berhenti ditengah jalan.

Aysafitri114 mengatakan...

Betul itu

Slepifebrn mengatakan...

Waaah bener banget ini kita seharusnya jangan dengerin ocehan orang ya huaa terbaik kak. Selvi tunggu postingan selanjutnya ya kak hihi

Aysafitri114 mengatakan...

Kalo berhenti di tengah jalan bisa2 ketumbur orang hehe

Aysafitri114 mengatakan...

Oke2 dek hehe

Anonim mengatakan...

Adakalanya kita perlu mendengar saran orang lain, tapi tidak kalau tujuannya untuk menjatuhkan,, tulisan yang keren sarat makna


nyittt mengatakan...

Bagus bahasannya 😊🌹
Salam kenal dr tim konstantinopel yaa

Aysafitri114 mengatakan...

Mkasih kak 😊

Aysafitri114 mengatakan...

Salam kenal jg dari Tokyo 😊

Rusmi mengatakan...

Keren kak.. Terimakasih.. Salam semangat dr adelaide..

Aysafitri114 mengatakan...

Terimakasih sudah mampir 😊 salam kenal juga dari Tokyo πŸ€—

Marwita Oktaviana mengatakan...

Memang terkadang lingkungan yang melemahkan

Aysafitri114 mengatakan...

Bener bnget πŸ‘

temansenja.com mengatakan...

kata jelek dibuang, kata baik diamal..
salam hangat dari kairo..
lanjuut ka.. semangaat

eko endri wiyono mengatakan...

Mantap kak #semangat

Aysafitri114 mengatakan...

Semangat juga 😊 dari Tokyo

Aysafitri114 mengatakan...

πŸ’ͺπŸ’ͺ😊

Edelwise.travelrunner mengatakan...

Semangattt kita

Aysafitri114 mengatakan...

Semangat2 😊

niozaharani mengatakan...

Mantapp bgt, Kak😍

yogi riyansyah mengatakan...

Kodoknya bisa lompat kemana aja itu kak. Sampe lompat di dadaku. Dan aku tertarik.
Tetep semangat kakak

Aysafitri114 mengatakan...

😍😍 mkasih

Aysafitri114 mengatakan...

Semangat juga 😊πŸ’ͺ

Mak 'Nces mengatakan...

Semangat terus kakak

Aysafitri114 mengatakan...

Semangat Juga πŸ€—

SULIS RAHMADANI HUTAGALUNG mengatakan...

keatas ditulis ke atas

btw ceritanya bagus kak:))

Catatan Akhy Brewok mengatakan...

Mantap

Febriana Fitri mengatakan...

Semoga sukses kak,kesuksesan milik kita yang berusaha

Ashima Meilla Dzulhijjah mengatakan...

Keren...
Semangat kaa

Reno Danarti mengatakan...

Salam kenal dr kairo...😊

atiq - catatanatiqoh mengatakan...

haloo
bagus puisinya, semangat berkarya :)

Aysafitri114 mengatakan...

Terimakasih sudah mampir kak

Aysafitri114 mengatakan...

Aamiin insya Allah

Aysafitri114 mengatakan...

Semangat Juga kak

Aysafitri114 mengatakan...

Salam kenal jg dari Tokyo

Aysafitri114 mengatakan...

Teriak kk

Novita mengatakan...

Bener banget, aku pernah dengar juga cerita ini😁

Aysafitri114 mengatakan...

😊 πŸ’ͺ

Diksi 18_Ayu

Kenapa Jatuh Cinta? Karena Tuhan yang menghadirkan rasa, meski tidak ditakdirkan bersama. Pertanyaan yang kadang membuat kita bingung ...