Part 3
Suara
sesuatu jatuh terdengar keras oleh Putra dan Abdullah. Otomatis pembicaraan
Abdullah terputus , ternyata Fatimah tersandung X-banner yang terpampang di pinggir lorong, dia jatuh dan tentu itu
sangat memalukan.
Sedari
tadi Fatimah hanya fokus menatap punggung bidang Abdullah yang berjalan di
depannya. Apa lagi pertanyaan Abdullah membuat dia hilang arah untuk menatap
jalan.
“Ya
Allah Fatimah, kenapa kamu sampai jatuh seperti itu? Putra membantu Fatimah
berdiri.
“Kamu
baik-baik saja, Fatimah? Iris mata Abdullah terlihat sangat mengkhawatirkan
Fatimah.
“Aku
baik-baik saja, Kak. Hanya kurang fokus saja tadi.” jawab Fatimah sambil
menahan malu.
“Eh
apa kamu belum makan siang? Wajahmu pucat sekali.”
Jelas
wajah Fatimah pucat sangking menahan malu, “Iya Kak, aku baik-baik saja, tidak
perlu cemas. Tadi aku sudah makan siang.”
“Syukurlah
kalau begitu, Fatimah. Mari masuk kita sudah sampai di ruang acara.” sahut
Abdullah.
Fatimah
hanya membalas senyum dan ikut masuk ke ruangan. Dalam kunjungan bakti sosial
ini diisi dengan beberapa rangkaian acara yang dipandu oleh Lupita, Acara pertama yaitu sambutan dari
Kepala SMAN 1 Jambi yaitu Bapak Halim dan dilanjutkan sambutan dari Pengurus
Panti Asuhan yang diwakili oleh Ibu Kholidah dan dilanjutkan dengan doa bersama.
Tidak
hanya itu, mereka juga mengadakan permainan seusai doa, untuk menghibur
adik-adik yang ada di panti asuhan. Gelak tawa pun tidak dapat dibendung oleh
tingkah lucu para siswa-siswi yang memeragakan suatu gerakan untuk di tebak
oleh adik-adik panti, dan bagi adik-adik panti yang bisa menjawab akan mendapat
hadiah dari pihak sekolah. Kebahagian yang sangat luar biasa saat kami bisa
menghibur anak-anak yatim.
Selama
acara berlangsung, Fatimah masih penasaran dengan apa yang akan di ucapkan oleh
Abdullah. Kenapa Abdullah tidak bertanya langsung pada Fatimah? Kalau saja dia
tadi tidak terjatuh pasti sudah tahu jawabannya apa. Sungguh kejadian terkonyol yang pernah dia alami. Sampai
sebegitu gugupnya berdekatan dengan orang yang sudah lama dikagumi.
Menjelang
asar acara bakti sosial telah selesai. Menunggu waktu salat tiba mereka
beranjak ke masjid yang ada di panti asuhan. Fatimah langsung menuju tempat
wudu perempuan, sedang kakaknya dan Abdullah memilih duduk-duduk di teras
masjid.
“Oh
ya menyambung ucapan tadi, Putra. Emm ... aku ingin mengenal lebih dekat dengan
adikmu.” Abdullah memecah keheningan.
“Maksud
kamu, Abdullah? Putra mengerutkan keningnya.
“Aku
minta persetujuanmu, bolehkah aku berta’aruf dengan Fatimah?
“Ha
ha ... kamu ini, aku boleh-boleh saja. Tapi semua tergantung bagaimana
Fatimah.” Putra menepuk-nepuk pundak Putra.
“Tolong
sampaikan niat baikku ini kepada orang tuamu ya.” Pinta Abdullah memohon.
“Beres
... insya Allah nanti aku sampaikan.”
“Terima
kasih, kamu memang temanku yang paling ganteng, dan sebentar lagi akan menjadi
Kakak iparku.” Senyum sumringah Abdullah begitu mendapat persetujuan Putra.
“Hey
... ada maunya saja memujiku. Belum tentu adikku mau menerima lelaki kutu buku
dan penulis aneh sepertimu.” Canda Putra sambil merangkul Abdullah.
“Aku
taksir Fatimah juga menyukaiku, Putra.” Abdullah melepas rangkulan tangan Putra
dan berlalu menuju tempat wudu karena azan asar sudah berkumandan.
Tinggalah
Putra dengan dengusan kesal atas sikap Abdullah.
“Dasar
lelaki menyebalkan. Ha ha. Abdullah-Abdullah.
_Bersambung

Menarikkk, penasaran kelanjutannya 😁
BalasHapusUdah ada lanjutannya mbak
Hapus