Di kala senja dimusim yang bahagia.. Indahnya senja di sore ini
dengan langit yang jingga, awan yang menebarkan senyuman, mentari yang mulai
perlahan memalingkan wajahnya dibalik awan, burung-burung kembali
keperaduannya, suara Adzan yang mulai sayup-sayup terdengar menandakan umat
Islam wajib memenuhi panggilan-Nya. Dengan sepeda kesayangannya Sena terus mengayuh
dengan kencang sambil sesekali melihat mentari yang sebentar lagi tenggelam.
“Kalau bukan karena tugas
sekolah aku tidak akan pulang sampai sesore ini, huuh benar-benar hari yang
melelahkan.” Sena berbicara sendiri di atas sepedanya seakan ada yang diajak
berbicara.
Tapi tiba-tiba dari belakang dengan kecepatan tinggi ada motor yang
hampir saja menabrak Sena, “hey hati-hati dong kalau bawa motor liat-liat jalan
ada orang disini!” gerutu Sena yang ditinggal pergi begitu saja oleh pemilik
motor yang hampir saja menyelakainya, tapi dia masih mengingat dengan jelas
jenis motor apa yang dikendarainya.
Sesampainya dirumah Sena melihat motor yang tadi hampir
menabraknya, “Assalamulaikum.. maa Sena puu-“ belum sempat Sena melanjutkan
bicaranya.
“Hey Sena, apa kamu masih ingat denganku?” Sena mengerutkan
keningnya dan mencoba mengingat kembali siapa lelaki yang sekarang ada
dihadapannya.
“Kaa-kaa-kamu Jahran kan? Iya kamu Kak Jahran?”
“Syukurlah kamu masih mengingatku Sena, kamu apa kabar?” tanya
Jahran
“Baik Kak, kamu sendiri?”
Sena balik bertanya.
“Yaa seperti yang kamu lihat sekarang.”
“Hmmm jadi Kakak yang tadi lewat dan hampir saja menabrakku?
“Oh jadi itu tadi kamu? Maaf aku buru-buru ingin cepat sampai di rumahmu,
kamu tidak apa-apa kan?
Dengan senyum Sena menjawab “Tidak apa-apa Kak, oh ya ada apa Kakak
kesini, tumben?
“Mulai sekarang, hari ini aku pindah ke sekolahmu karena orang tua
ku pindah juga ke sini, tidak masalahkan aku satu sekolah denganmu?
“Tentu saja aku tidak keberatan Kak”.
Sejak saat itulah Sena mulai dekat dengan Jahran, bahkan tak jarang
Jahran berkunjung ke rumah Sena karena keluarga Sena dan Jahran masih ada
ikatan keluarga, dan dari situlah mulai muncul perasaan-perasaan layaknya seseorang
yang sedang jatuh cinta.
Sikap Jahran terhadap Sena yang melebihi terhadap adiknya sendiri,
mungkin karena sikap Jahran yang penuh dengan kasih sayang terhadap Sena. Begitu
juga Jahran yang merasakan kalau Sena adalah seorang wanita yang begitu luar
biasa baginya. Tapi mereka masih tetap menyimpan perasaannya masing-masing
karena mustahil jika harus menjalin hubungan dengan saudara sendiri.
Tentu saja Sena sebagai seorang wanita tidak bisa terus memendam
rasanya, ini yang membuatnya tertekan merasakan rasa yang terlarang. Apalah
daya mereka jika setiap hari mereka selalu berkomunikasi, bercengkrama, suka
dukanya hari mereka lewati bersama.
Sampai di suatu senja saat
Jahran dan Sena tengah duduk berdua disebuah taman kecil depan rumah Sena,
menikmati senja yang indah, semilir angin yang akan berganti dengan angin
malam.
Jahran memecahkan suasana tenang itu, “Sena apa kamu tahu? Sambil
menatap Sena Jahran melanjutkan kata-katanya “Aku tidak percaya kita akan
sedekat ini, seingatku dulu kau begitu polos dan manja, sampai sekarang kau
tidak pernah berubah, dulu aku menganggapmu sebagai Adik kesayanganku, tapi
sekarang aku ingin menganggapmu lebih dari seorang adik.”
“Maksud Kakak? Sena merasa tidak mengerti apa yang dimaksud Jahran.
“Maksudku, aku ingin kau
menjadi kekasihku, aku tahu ini tidak wajar aku rasakan tapi jujur aku tidak
bisa memendam perasaan ini, aku ingin selalu menjagamu Sena, mencintaimu lebih
dari seorang adik.” Mata Jahran menatap serius terhadap Sena.
“Kak apa kamu tahu? Akupun merasakan hal yang sama sepertimu, merasa
ini tidak mungkin terjadi, tapi hatiku yang terus memaksa perasaan ini, aku
juga mencintaimu lebih dari seorang Kakak, merasa nyaman denganmu.”
Jahran memeluk Sena, mendekapnya bersamaan dengan tenggelamya matahari
senja itu. “Mulai senja ini kita bangun cinta kita sampai senja tak muncul
lagi, terima kasih Sena kau telah membalas cintaku.”
“Aku yang seharusnya berterimakasih denganmu, telah hadir dihatiku
mulai senja ini.” Mereka sama-sama tersenyum bahagia tanpa terasa beban, yang
nanti akan mereka alami.
Sudah hampir satu tahun Jahran dan Sena berpacaran, dan dalam waktu
itu kedua orang tua mereka tidak mengetahui kalau mereka memiliki hubungan
khusus. Begitu akrabnya mereka sampai-sampai kedua orang tua mereka curiga
dengan kedekatan mereka yang mulai telihat tidak wajar, tidak wajar dalam
artian mereka memiliki hubungan khusus.
“Sepertinya kamu dengan Jahran semakin dekat? Apa kalian terikat
hubungan pacaran?” tanya mama Sena curiga.
“Memangnya kenapa Ma? Aku dan dia masih seperti biasa, aku
menganggapnya Kakakku begitupun dia.” Sena mencoba menyembunyikan status
hubungannya dengan Jahran.
“Mama pernah seusiamu Nak, jadi mama tahu mana yang hanya berteman
dan mana yang memiliki hubungan khusus. Dengar mama baik-baik. Mama tidak
melarang kamu dekat dengan lelaki ataupun samapi memiliki hubungan khusus, tapi
mama minta jangan sampai kalian terikat hubungan serius, mama juga tidak
melarang kamu dekat dengan dia.”.
“Tapi Ma-. potong Sena, aku sudah terlanjur sayang dengannya, kami
saling suka Ma, apa harus kami mengakhiri ini semua? Tolong jangan melarangku
berhubungan dengan dia.”
Sena mulai meneteskan air mata, tidak sanggup harus mendengar
kenyataan ini, dan apakah Sena akan menuruti apa kata-kata mamanya?
“Sena Mama mengerti perasaanmu, tapi cobalah kamu pikir Nak apa
kata orang kalau kamu berhubungan dengannya? Pokoknya Mama tidak setuju kalau kamu
terus melanjutkan hubunganmu dengan Jahran!” tegas mama sambil meninggalkan
Sena yang terus saja meneteskan air mata.
Berpikir keras Sena bagaimana caranya agar hubungan ini tidak
berakhir, membicarakan masalah ini kepada Jahran? Ya tentu saja harus
dibicarakan masalah ini.
“Kedua orang tuaku juga tidak menyetujui hubungan kita Sena, aku
tidak bisa melawan kedua orang tuaku, tapi tidak sanggup kalau harus mengakhiri
hubungan ini,” ucap Jahran saat mereka sedang membicarakan masalah yang sedang
dihadapi.
“Maaf aku yang telah membawamu kedalam hubungan ini, sejak awal aku
sudah mengkhawatirkan ini akan terjadi, dan sekarang...
Sena memotong ucapan Jahran, “Tidak ada yang perlu disesali semua
sudah terjadi, aku sudah merasa bahagia selama ini bersamamu Kak, walau mungkin
kita sudah tahu akhirnya bagaimana, aku sudah memikirkannya, lebih baik kita
jalani saja apa yang sudah terjadi ini. Masalah hubungan kita, biarkan saja
berjalan sampai waktu benar-benar memisahkan, semua sudah ada yang mengaturnya.”
Sena mencoba menenangkan hati Jahran walau hatinya sendiri masih sulit untuk
menerima kenyataan ini.
“Baiklah kalau itu yang kamu mau, kita akan tetap menjalani
hubungan ini dan jangan sampai kedua orang tua kita curiga lagi, aku sangat
menyayangimu Sena”.
“Aku juga Kak.” Mereka saling menatap menandakan kedua mata mereka
yang sangat serius. Dan begitulah hari-hari selanjutnya, tetap melanjutkan
hubungan tanpa diketahui kedua orang tua mereka.
Tapi pepatah lamapun masih berlaku untuk Jahran dan Sena, ya
sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai pasti akan tercium juga, begitulah
mereka sepandai-pandainya mereka menyembunyikan hubungan akhirnya kedua orang
tua mereka mengetahui.
Sore itu saat Jahran dan Sena baru pulang dari jalan-jalan dan
Jahran mengajak Sena mampir ke rumahnya. Tapi apa yang terjadi? Kedua orang tua
mereka sudah lebih dulu berkumpul. Apa yang sedang mereka bicarakan? Jahran dan
Sena tidak bisa menebaknya, perasaan tegang kalau-kalau kedua orang tua mereka
sedang membicarakan hubungannya.
Dan ternyata benar. “Dari mana saja kalian? Sudah hampir malam baru
pulang!” Dengan nada kesal papa Jahran berbicara. “Kalian tahu, bukannya kalian
sudah kami larang untuk melanjutkan hubungan ini? sambung papa Jahran. “dan
kamu Jahran, sudah Papa jodohkan dengan anak teman Papa, sebaiknya kalian
akhiri hubungan ini.”
“Tapi Pa ... Maaa ... kami saling mencintai, kenapa kalian
permasalahkan ikatan keluarga ini?” Jahran mencoba untuk tetap mempertahankan
hubungannya dengan Sena.
Sena terus saja terdiam sambil meneteskan air mata ditambah lagi saat
papa Jahran berbicara soal perjodohan itu. Sena tidak tahan dengan keadaan ini,
apalagi kedua orang tuanya juga memaksa untuk mengakhiri hubungannya dengan
Jahran. Sena meninggalkan keteganggan itu sambil berlari dan menangis tidak
tahu kemana arah tujuannya berlari, saat itu juga dari arah depan sebuah mobil
besar melaju dengan kecepatan tinggi dan sang sopir itu tidak dapat mengontrol
laju mobilnya, dan ... braaaakkkk ... aaaaaaahhhh....
Sena tertabrak mobil itu dan terseret beberapa meter. Jahran
terkejut dia hendak mengejar Sena namun sudah terlambat mobil itu sudah
menabrak Sena, saat Jahran hendak menolong Sena dari arah belakang sebuah mobil
lagi-lagi melaju dengan kecepatan tinggi karena terfokus ingin menolong Sena
Jahran pun ikut menjadi korban tertabrak mobil tersebut. “Braakkkk....”
Masih dengan keadaan sadar Jahran mendekati tubuh Sena yang
berlumuran darah dan mencoba mengenggam tangan Sena. Dengan susah payah
akhirnya kedua tangan mereka tergenggam erat.
“Aku meee - mencintai dan menyayangimu See - Sena, kita akan tetap
bersatu sampai maut memisahkan kita.”..
“Aaa - aaku juu - juga mencintai dan menyayangimu Kak sampai senja
tak muncul lagi.” Itulah ucapan terakhir mereka sampai mereka benar-benar menghembuskan
nafas terakhir secara bersamaan.
Cinta mereka terhalang oleh kedua orang tua, cinta mereka terpisah
sampai maut memisahkan dan cinta mereka berakhir saat senja tenggelam,
tenggelam bersamaan dengan cinta Sena dan Jahran.
Cinta yang berawal saat senja dan barakhir pula saat senja. Ternyata
di balik kata SenJa tersimpan dua
nama mereka yaitu Sen_a Ja_hran.
Melihat keadaan anak mereka seperti itu, begitu tersayat dan terpukulnya hati kedua
orang tua Sena dan Jahran.
Kalau saja mereka merestui hubungan anaknya pasti tidak akan
seperti ini, tapi semua ini sudah terlanjur terjadi mereka sudah kehilangan
harta yang sangat berharga..
To be continue....
To be continue....

Kok sedih ya😫😫😫😫.
BalasHapusHeem sedih
HapusHemm, berurai air mata
BalasHapusada lanjutannya dong ini ... ditunggu :)
BalasHapusLanjutannya yg di sebelah hehe
HapusHatiku dibuat deg-degan , seneng , jengkel sedih campur aduk, lanjutkan kak 👍👍
BalasHapusDuh untung gk copot jantungnya hh
HapusHah? Inget drakor, greget jadinya y. Ada yg typo dikit y kak n jangan lupa enter setiap dialog. 😊👍🙏
BalasHapusAda versi drakornya y hehe
HapusWii, lanjutannya ... Gmna?
BalasHapusUdah di Post kok
HapusDitunggu lanjutannya. Pasti seruu abiss
BalasHapusSudah ada lanjutannya
Hapus