Halaman

Minggu, 20 Oktober 2019

Sebelas Hari Wisata ke Berbagai Kota


Perkuliahan telah berjalan pada semester keenam, itu artinya setiap jurusan perfakultas harus menjalani PKLT (Praktek Kuliah Lapangan Terpadu).  Dan hari ini jadwal keberangkatan kami dari jurusan Pendidikan Matematika UIN STS Jambi. Di tahun 2017 tepatnya akhir bulan Maret. Suatu kebanggaan sekaligus menjadi momen yang sangat sayang sekali kalau tidak mengikuti kegiatan PKLT ini, karena jurusan kami selalu melaksanakan PKLT di PPPPTK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan)  Jogjakarta.
Aku sendiri sama sekali tidak pernah berpikir akan melakukan perjalanan sejauh itu. Dari kota Jambi menuju Jogjakarta tentu memakan waktu yang cukup banyak. Persiapan jauh-jauh hari telah matang. Sampai hari keberangkatan kami berkumpul di kampus untuk pelepasan yang dilakukan oleh Ketua Jurusan. Tak lupa berdoa untuk keselamatan kami. Pukul delapan pagi kami berangkat dengan bus pariwisata. Dua bus siap membawa rombongan kami dan para dosen pembimbing.

Suasana sedih bercampur bahagia, sesaat kami meninggalkan kota kelahiran. Perjalanan dari Jambi ke Jakarta memakan waktu sampai dua hari. Tepat siang hari kami sampai di Jakarta, langsung menuju ke Pantai Ancol.
Sore harinya kami bermaksud untuk mengunjugi Monas, tapi sayang rintik gerimis dan hampir magrib menghalangi. Padahal salah satu impian bagi setiap pengunjung yang datang ke Jakarta. Buspun melaju ke masjid yang paling tersohor di Jakarta, yaitu masjid Istiqlal. Sejenak kami melepas penat dan bersih-bersih sekaligus shalat. Terharu rasanya bisa melaksanakan shalat di masjid Istiqlal. Setelah melepas penat di masjid Istiqlal, kamipun melanjutkan perjalanan untuk besok ke Jogjakarta.
Pagi hari sebelum menuju ke hotel penginapan, kami melancong terlebih dulu ke Candi Borobudur. Candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar di dunia. Dibangun pada abad ke-9, Candi Borobudur sekarang menjadi magnet yang mampu menarik jutaan wisatawan setiap tahun. Candi Borobudur memang seperti wisata wajib bagi wisatawan di Jogja. Meskipun letaknya di Magelang, Candi Borobudur bisa dijangkau dalam 1,5 jam saja dengan kendaraan pribadi/sewaan dari pusat Kota Jogja.
Sedikit yang diketahui tentang hal lainnya, termasuk siapa arsitek bangunan yang tersusun dari 2 juta balok (55.000 m3) batuan andesit yang saling mengunci bagaikan sebuah puzzle raksasa ini. Sebuah legenda Jawa bercerita tentang Gunadarma yang berbaring memandang Candi Borobudur sampai tertidur dan tubuhnya berubah menjadi perbukitan Menoreh. Gunadarma kemudian dianggap sebagai arsitek Candi Borobudur meskipun tidak ada prasasti bersejarah tentang hal itu.

Setelah dari Candi Borobudur, bus membawa kami ke Candi Prambanan. Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Indonesia sekaligus salah satu candi yang terindah di Asia Tenggara. Menurut prasasti Siwagrha, candi ini mulai dibangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan (pertengahan abad ke-9) dari Kerajaan Mataram Kuno.
Namun, oleh sebab yang masih misterius, pusat kerajaan pindah ke Jawa Timur di akhir abad ke-10. Candi yang megah ini pun terbengkalai dan sebagian tertimbun material letusan Gunung Merapi. Perlahan-lahan, wilayah Prambanan menjadi hutan lebat. Beratus-ratus tahun kemudian barulah reruntuhan candi ini ditemukan kembali. Pada saat itu belum diketahui sejarah candi ini sehingga terciptalah legenda Roro Jonggrang yang diceritakan turun temurun. Upaya pemugaran candi secara serius dimulai sejak 1930-an dan pemugaran candi utama baru rampung tahun 1953.
Menjelang sore, menapaki senja. Kami sampai di Pantai Parangtritis. Parangtritis merupakan objek wisata yang paling terkenal di Yogyakarta. Parangtritis mempunyai pemandangan unik yang tidak ditemukan pada objek wisata lainnya yaitu gumuk pasir yaitu gunung-gunung pasir di sekitar pantai. Gumuk ini dikatakan sebagai satu-satunya gurun pasir di Asia Tenggara.
Selanjutnya, ada satu mitos pantai parangtritis yang telah berkembang bahkan sampai saat ini masih dipercaya dan dijaga. Yakni cerita tentang Nyai Roro Kidul yang amat menyukai benda-benda berwarna hijau. Sehingga berlakulah saran tetapi mengarah pada larangan di pantai parangtritis untuk wisatawan agar tidak memakai pakaian atau benda-benda yang berwarna hijau saat berada di sana. Hal ini dikarenakan, konon, jika sampai Nyai Roro Kidul tertarik, anda dapat diseret ke laut untuk diajak gabung atau menjadi prajuritnya bila sampai beneran membawa warna hijau. Terlepas dari semua mitos yang ada, Pengunjung Pantai Parangtritis tetap harus hati-hati karena ombak di sana bisa dibilang sangat besar.
Baru selepas dari Pantai Parang Tritis kami menuju tempat penginapan. Bersiap untuk besok pagi memulai kegiatan praktikum. Kegiatan praktikum hanya berlangsung tiga hari. Dari pukul delapan pagi sampai pukul lima sore. Berbagai materi praktikum aku lahap dengan kondisi tubuh yang di paksakan untuk tetap kuat.
 
Sepulang kegiatan praktikum, kami meyempatkan untuk mampir ke pusat perbelanjaan yang selama ini sangat aku impikan dapat berkunjung ke sana. Malioboro. Jalan Malioboro adalah nama salah satu kawasan jalan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogjakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margo Mulyo. Jalan Malioboro sangat terkenal dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan kerajinan khas Jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual makanan gudeg. Jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti bermain musik, melukis, hapening art, pantonim, dan lain-lain di sepanjang jalan ini.
 

Hari terakhir praktikum kami berkemas untuk melanjutkan perjalanan ke Bali. Entah mimpi apa aku bisa menginjakkan kaki di tanah Bali. Tempat wisata yang kami kunjungi di Bali yaitu: Pantai Pandawa, Kuta, Tanah Lot dan Bedugul. Tak lupa kami singgah juga di Joger.
Pantai Pandawa ini terletak di Desa Kutuh yang menjadi bagian dari Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Pantai ini berjarak kurang lebih 18 kilometer dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Pada saat memasuki Pantai Pandawa, para pengunjung akan disambut dengan keberadaan patung Pandawa Lima. Patung-patung itu dibuat sebagai representasi dari anggota Pandawa Lima yang ada dalam cerita Mahabarata. Lima tokoh Pandawa Lima itu adalah Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula serta Sadewa. Tak hanya mempunyai tebing yang indah, Pantai Pandawa juga memiliki hamparan pasir putih yang luas. Pantai ini juga dikenal mempunyai ombak yang tenang. Cocok untuk lokasi berenang.

Pantai Kuta sebagai salah satu destinasi wisata favorit menjadi jantungnya pariwisata di Pulau Bali. Pantai Kuta menjadi lokasi yang pas untuk menikmati panorama matahari terbenam yang begitu indah di Pulau Bali. Garis pantainya yang mencapai 5 kilometer merupakan bentangan garis pantai terbaik di Pulau Bali. Ombaknya yang landai dengan bibir pantai yang sangat luas menjadikan Pantai Kuta sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi keluarga yang ingin menikmati liburan di Bali. Selain itu, kebersihan Pantai Kuta juga sangat terjaga, sehingga banyak wisatawan yang merasa betah dan selalu ingin berlama-lama saat berada di pantai ini. Ada banyak aktivitas wisata di Pantai Kuta yang bisa Anda lakukan, mulai dari berjemur di tepi pantai, berenang, hingga belajar berselancar.

Pura Tanah Lot adalah sebuah objek wisata di Bali, Indonesia. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam.


Danau Beratan Bedugul merupakan sebuah danau yang berada di Bali yang dikelilingi oleh bukit dan memiliki udara sejuk. Danau Beratan berada di kawasan Bedugul yang terletak di dataran tinggi dan alamnya masih asri. Danau Beratan Bedugul termasuk dari sekian banyak wisata Bali yang terkenal. Sehingga tak heran wisata Danau Beratan tak pernah sepi pengunjung, terlebih jika memasuki hari libur. Di tengah Danau Beratan Bedugul terdapat sebuah pura yakni Pura Ulun Danu yang memiliki stupa budha, menggambarkan keharmonisan umat agama hindu dan budha sejak zaman dulu. Stupa budha dan pura selalu dijaga dan mendapat pemeliharaan rutin sehingga kebersihannya terjaga. Pura Ulun Danu merupakan tempat pemujaan terhadap Sang Hyang Dewi Danu sebagai pemberi kesuburan.
       
  

Dan kunjungan wisata kami yang terakhir sebelum kembali lagi ke Jambi yaitu Bandung. Di sana kami mengunjungi Tangkuban Perahu. Gunung Tangkuban Parahu adalah salah satu gunung yang terletak di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, Gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Asal usul Gunung Tangkuban Parahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi/Rarasati. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat sebuah telaga dan sebuah perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu.
                       
Sebelas hari mengelilingi berbagai kota dan tempat wisata sungguh pengalaman yang sangat luar biasa bagiku. Belajar sekaligus menikmati pariwisata. Selepas dari bandung, kamipun kembali ke kota kelahiran Jambi.

8 komentar: