Halaman

Selasa, 01 Oktober 2019

Ikhwan Berwajah Teduh


Saat pertama ku mengenalmu
Meski dalam dunia semu
Wajah teduhmu yang menyejukkan kalbu
Debaran hati mulai tak tentu

Setiap kali senyummu beredar
Kacaukan hati yang semakin berdebar
Menopang tubuh agar tak bergetar
Damaikan hati dengan istighfar

Kau ikhwan yang berwajah teduh
Tak taukah hatiku semakin luluh?
Melihatmu tak ada kata jenuh
Seketika rindu ini menjelma tumbuh

Apa aku harus menjadi Zulaikha?
Harapkanmu yang ku damba
Sekadar cinta semata
Tanpa landasan Dia yang Maha cinta

Ku senandungkan namamu disetiap bait doa
Terselip jua wajah teduhmu dalam ilusi mata
Aku hanya wanita biasa tak bersahaja
Berharap Dia satukan kita

12 komentar:

  1. Aaamiiin ... Nyambung sama tulisannya siapa y tadi, gambar bertuliskan "Saat Zulaikha mengejar cinta Yusuf, maka semakin jauh ... 🙏😁👍👍

    BalasHapus
  2. Mantap... Makna Karyanya selalu sampai kepada para pembaca


    Semangat

    BalasHapus
  3. Aamiiin, Dia pasti, entah kapan, akan menyatukan jodoh meski sejauh apapun 😍

    BalasHapus
  4. Bagus kak tapi menurut saya beberapa pemakaian kata "yang" bisa di hilangkan.

    BalasHapus
  5. Berharap dia satukan kita. Aku jadi ingat teman kantor ada yang baru sebar undangan hari ini. Cocok buat puisi lamaran.

    BalasHapus
  6. Aamiin, semoga disegerakan

    BalasHapus