Saat pertama ku mengenalmu
Meski dalam dunia semu
Wajah teduhmu yang menyejukkan kalbu
Debaran hati mulai tak tentu
Setiap kali senyummu beredar
Kacaukan hati yang semakin berdebar
Menopang tubuh agar tak bergetar
Damaikan hati dengan istighfar
Kau ikhwan yang berwajah teduh
Tak taukah hatiku semakin luluh?
Melihatmu tak ada kata jenuh
Seketika rindu ini menjelma tumbuh
Apa aku harus menjadi Zulaikha?
Harapkanmu yang ku damba
Sekadar cinta semata
Tanpa landasan Dia yang Maha cinta
Ku senandungkan namamu disetiap bait doa
Terselip jua wajah teduhmu dalam ilusi mata
Aku hanya wanita biasa tak bersahaja
Berharap Dia satukan kita

Aaamiiin ... Nyambung sama tulisannya siapa y tadi, gambar bertuliskan "Saat Zulaikha mengejar cinta Yusuf, maka semakin jauh ... 🙏😁👍👍
BalasHapusBig thanks mbak
HapusMantap... Makna Karyanya selalu sampai kepada para pembaca
BalasHapusSemangat
Alhamdulillah akhirnya
HapusAamiiin, Dia pasti, entah kapan, akan menyatukan jodoh meski sejauh apapun 😍
BalasHapusBagus kak tapi menurut saya beberapa pemakaian kata "yang" bisa di hilangkan.
BalasHapusOke baiklah hehe
HapusOke baiklah hehe
HapusBerharap dia satukan kita. Aku jadi ingat teman kantor ada yang baru sebar undangan hari ini. Cocok buat puisi lamaran.
BalasHapusMasnya sudah nyebar undangan juga kan
HapusAamiin, semoga disegerakan
BalasHapusAamiin insya Allah
Hapus