Halaman

Rabu, 16 Oktober 2019

Dia Untukmu

Ingat baik-baik dan renungkan.
Dia yang sekarang bersamamu, dia yang kelak akan mendampingimu, menemani hari-harimu, bertaruh kesabaran demi kamu, menjadikan kamu prioritas dan kebanggaan di hatinya.

Dulu.. Sebelum kamu mengenalnya betapa hebatnya dia sepatah demi patah menjadikan doa disetiap ibadahnya, do'a  yang membawamu mendekat kepadanya, mengenalnya dan insya Allah menyatukanny dgmu, betapa hebat do'anya yang sekarang terwujud dipertemukan denganmu.

Memang dia tak mengenal namamu sebelumnya, tapi doa itu juga yang membawa dia mengenal namamu. Aku yakin doanya pasti lebih kuat, Allah meridhoi apa yang dia pinta. Buktinya saja takdir memilih kamu untuknya.

Bukan aku tak pernah berdoa untuk kita, tapi sekuat apa pun doaku jika doanya yang Allah pilih aku bisa apa? Aku hanya bisa pasrah. Dia yang beruntung mendapatkanmu, mendapat kebahagian darimu.

Mungkin bisa dikatakan kejam. Kenapa? Seharusnya aku yang ada diposisinya untuk mendampingimu setiap waktu. Aku yang lebih dulu mengenalmu, tahu semua tentangmu. Bukan sehari dua hari kita saling mengenal, bertahun tahun bukan?

Tapi nyatanya apa? Dia mengambil alih posisiku, dia yang baru mengenalmu, mungkin saja masih beradaptasi denga sikap-sikapmu. Tak ada lagi indahnya warna hariku bersamamu. Karena sekarang warna itu kamu dapat darinya bukan dari aku lagi.

Sudahlah tak usah pikir rasaku, aku memang cengeng tak bisa lepas pikiran ini darimu. Tapi aku yakin semua sudah yang terbaik untuk kita. Aku bukan yang terbaik untukmu. Semoga dia bisa menjadi yang terbaik untukmu.

Aku kalah darinya, aku pun tak sehebat dia mendoakanmu. Aku ikhlas melepas semua yang sudah terjadi selama ini bersamamu, ikhlas melepasmu untuk bahagia dengan orang yang lebih bisa bahagiakanmu. Maaf jika aku tak pernah pantas untukmu.

Catatan
16 Januari 2019

12 komentar:

  1. sedih tulisannya..semoga siapapun yang ada diposisi ini sabar dan ikhlas
    paragrafnya rapi mba

    BalasHapus
  2. Haduh, ditikung ini ceritanya?

    BalasHapus
  3. Harusnya aku yang di sana dampingimu dan bukan dia (lagu) πŸ˜₯

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia πŸ˜‚

      Hapus
  4. Jangan2 aq tukang tikungnya😢

    πŸ˜…πŸ™

    BalasHapus
  5. Amputasi itu kadang memang perlu, demi menyelamatkan yang msh layak utk diselamatkan

    BalasHapus
  6. πŸ˜ŠπŸ‘memang belum tentu apa yg baik dimata kita itu, baik pula dihadapanNya

    BalasHapus