Resensi Novel Tentang
Kamu
Untuk tantangan pekan
ke-3 di ODOP aku akan meresensi sebuah buku yang beberapa tahun telah kubaca. Ketertarikan
pada novel ini karena blurb-nya menceritakan kisah yang hampir mirip
dengan perasaanku saat itu. Rasa penasaranpun terjawab setelah aku selesai
membaca novel ini.
Judul: Tentang Kamu
Penulis: Tere Liye
Tebal Buku: 524 + vi
halaman
Penerbit: Republika
Penerbit, Jakarta
Tahun Terbit: Oktober
2016
Tere Liye merupakan
salah satu novelis terkenal di Indonesia, quotes-nya pun banyak bersliweran di media sosial. Novel yang
diterbitkan selalu menjadi best seller dan tidak mengecewakan. Novel Tentang
Kamu adalah salah satu dari 28 karyanya yang juga best seller.
Novel Tentang Kamu
menceritakan tentang perjalanan seorang pengacara asal Indonesia yang bekerja
di Thompson & Co bernama Zaman Zulkarnaen. Zaman ditugaskan untuk mencari
ahli waris dari seorang perempuan bernama Sri Ningsih yang memiliki jumlah
warisan yang sangat banyak. Untuk menyelesaikan tugasnya Zaman menelusuri
kehidupan Sri Ningsih hanya berbekal alamat yang diketahui bahwa terakhir kali dia
tinggal di sebuah panti jompo di Paris. Dari panti jompo tersebut dimulailah
penelurusan kehidupan Sri Ningsih dengan sebuah buku diary yang dia peroleh
dari petugas panti jompo.
Perjalanan Zaman di
mulai dari mendatangi tempat Sri Ningsih kecil, Pulau Bungin. Kepulauan
Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Terkuaklah awal kisah Sri Ningsih di
masa kecil, Sri Ningsih yang ditinggalkan oleh ibunya, Rahayu ketika
melahirkannya. Hingga ayahnya, Nugroho menikah lagi dan mempunyai satu orang
anak. Sampai pada saat Nugroho pergi melaut dan tidak pernah kembali. Dalam sekejap
Ibu tiri Sri Ningsih berubah drastis menjadi galak dan sering memukulnya. Kebaran
menjadi insiden berakhirnya hidup Ibu tirinyaa, sampai dia dan adiknya harus
tinggal di pondok pesantren, Surakarta.
Perjalanan kisah yang
dialami Sri Ningsih banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil. Untuk menjadi
seorang Sri Ningsih yang begitu luar biasa dia harus melewati kehidupan yang
penuh dengan kesedihan, pengorbanan, keikhlasan, penghianatan, kesabaran, kerja
keras, dan juga memaafkan, menerima semua kejadian dengan tanpa dendam
sedikitpun. Dan Paris, merupakan perjalanan
terakhir bagi Sri Ningsih. Perjalanan panjang yang melelahkan hingga dia harus
meninggalkan semuanya. Bersembunyi dan tinggal di panti jompo. Sebelum
meninggal, Sri Ningsih meninggalkan surat wasiat dengan cara yang unik. Cara
yang membuat Zaman bisa menelusuri kembali jejak-jejak kehidupannya.
Unsur Intrinsik Novel
1.
Tema: Perjalanan dan perjuangan
seseorang untuk menelusuri kehidupan seorang wanita yang meninggalkan harta
warisannya
2.
Latar Belakang : London, Paris, Jakarta,
Surakarta Jawa Tengah, Pulau Bungin Sumbawa.
3.
Waktu : Dari pagi hingga malam
4.
Suasana : Semangat, sedih, bahagia, haru
dan tegang.
5.
Alur : Novel ini menggunakan alur maju
mundur artinya dalam cerita terjadi flashback ke masa lalu dan kejadian masa
datang.
6.
Sampul dan Judul: Novel ini bersampul
coklat dengan gambar sepasang sepatu. Sepasang sepatu yang menggambarkan
perjalanan hidup seseorang
7.
Gaya Bahasa : Menggunakan gaya bahasa
sastra tinggi tetapi masih mudah dimengerti oleh para pembacanya.
8.
Amanat: Dalam perajalan hidup jangan
pernah ada kata menyerah dan terus bersemangat. Tidak ada kata penyesalan,
dendam dan benci untuk hal-hal yang sudah berlalu.
9.
Sudut Pandang : Penulis sebagai orang
ketiga serba tahu.
10.
Penokohan:
a)
Sri Ningsih : Sosok perempuan yang mempunyai
semangat tinggi, kuat dan tegar, keinginannya untuk mandiri sejak muda
membawanya menjadi perempuan yang luar biasa meski dengan kisah hidup yang
sangat menyakitkan.
b)
Zaman Zulkarnaen: Pengacara muda, cerdas dan
jujur yang bekerja di sebuah firma hukum Thompson & Co di London. Zaman
seorang yang bersemangat dan pantang menyerah.
c)
Sulastri : Seorang wanita yang
pendendam, ambisius dan kejam. Tega melakukan apapun demi benci serta
kecemburuannya pada Sri Ningsih terpuaskan.
11.
Perbandingan dengan buku lain: Novel ini
merupakan sebuah teka-teki dan kepingan puzzle yang sulit ditebak akhir ceritanya.
12.
Kelebihan buku: Dari awal kisah pilihan
dan susunan katanya sudah menarik para pembaca untuk menelusuri sampai akhir
cerita dengan penggunaan bahasa Tere Liye sudah tidak diragukan lagi. Pesan moral
dan amanat yang terkandung dalam cerita sangat bermanfaat sekali bagi
pembacanya.
13.
Kekurangan buku: Pada bagian blurb
kurang menggambarkan isi keseluruhan cerita. Pandangan pembaca akan salah jika
hanya melihat dari sinopsisnya, setelah membacanya tentu inti ceritanya bukan
itu.
14.
Qoutes: Beberapa qoutes yag terdapat
dalam novel ini di antaranya
“Terima kasih untuk
kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku. Cinta
memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita.”
“Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi.
Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi. Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir. Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan.”
“Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi.
Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi. Semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir. Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan.”
“Jadilah seperti lilin, yang tidak pernah
menyesal saat nyala api membakarmu. Jadilah seperti air yang mengalir sabar.
Jangan pernah takut memulai hal baru.”

Mantap. Dapat esensinya. Lumayan lengkap resensinya mbak ayu ni.
BalasHapusAlhamdulillah 😇 terima kasih mas 😊
BalasHapuscukup lengkap, Mbk ...
BalasHapustpi menurut saya lebih baik sih dijadikan dalam bentuk narasi saja.
Oh baik nanti aku coba perbaiki
HapusWahh penggemarnya tere liye juga ya 😂
BalasHapusBanget hehe
Hapus🙈 maaf, Kak
BalasHapusAq nemu beberapa typo
Tp selebihnya bagus n lengkap 😉
Nanti aku cek lg
HapusMakasih.🤗
Belum pernah baca, tapi pas baca ini jd pen baca🤗
BalasHapusSeru ceritanya
Hapus