Halaman

Rabu, 11 September 2019

Menuju Jalan Ilahi



Mentari pagi tersenyum hangatkan hati. Bau basah tetesan embun semerbak menyeruak indera penciuman. Udara pagi yang segar mengisi atmosfer hati yang menyesakkan. Pikiran yang lusuh terganti dengan senyuman yang membuat hati luluh.

Apa kabarmu hari ini? Ah aku tak tahu apa jawabmu disana, tapi yang ingin selalu kudengar semoga kau selalu baik-baik saja. Lalu apa kabar hatimu? Yang kemarin terluka apa telah sembuh? Yang kemarin kehilngan kepingan hatinya apa telah menemukan kepingan hati yang baru? Aku juga tak tahu pasti apa jawabmu akan seperti apa.

Tapi kuharap kau telah sembuh, hatinya maksudku. Iya sembuh dari luka masa lalu, bangkit dari terpurukmu, dan yang paling penting mulai menata kembali kepingan-kepingan hatimu yang hancur menjadi sebuah hati yang baru, meski ku tahu apapun itu bila pernah hancur jika diperbaiki takkan indah seperti saat pertama dilahirkan.

Tak apa. Aku akan sangat bahagia dengan usahamu itu. Setidaknya kau mau sembuh. Kau ingat kalimat ini “akan ada jalan jika ada kemauan”. Jika kau sudah menata hati tinggal menunggu tambatan hati. Menunggu dengan berbenah diri, menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Perlahan tapi pasti karena semua butuh proses. Bercerminlah pada diri, apa sudah cukup baik untuk mendapatkan yang lebih baik dari sebelumnya. Jika kau merasa belum cukup, maka teruslah  latih dirimu menjadi baik seperti apa yang kau ingin.

Jangan lupa, ingat Dia yang telah menemanimu bahkan yang tak pernah meninggalkanmu barang sekejap (Allah). Berjalanlah menuju Ridha sang Ilahi, niatkan hati tulus berbenah diri karena ingin selalu dekat dengan-Nya.

Menuju jalan Ilahi sampai nanti kau akan menemukan kecintaan yang luar biasa pada sang ilahi. Karena sebaik-baiknya hati adalah hati yang terpaut cinta kepada sang Maha Cinta, kepada sang Maha Pencipta, pencipta segala-galanya. Termasuk rasa cinta dan kasih kepada yang halal untukmu nanti.

Kosongkan hatimu untuk cinta-Nya, agar Dia hadirkan seseorang yang bisa mencintaimu sepenuh hatinya. 

15 komentar:

  1. Kadang sulit ya, merelakan masa lalu. 😑😑

    BalasHapus
  2. Betul bgt!👍 Aq dh praktik 😆 dan terbukti benar

    BalasHapus
  3. Jika berat jangan berusaha terlalu keras utk melupakan masa lalu, tapi berusahalah utk membangun masa depan yg lebih hebat dr masa lalu.

    Biarkan masa lalu berada di belakang jgn biarkan dia ke depan

    BalasHapus
  4. Masa lalu adalah pijakan kuat untuk menuju masa depan sukses

    BalasHapus
  5. Kita hari ini karena ada masa lalu, tapi jangan hancurkan masa depan karena masa lalu. Semangat 💪💪💪💪

    BalasHapus
  6. Semangat buat semuanya 💪💪🤗

    BalasHapus
  7. Jika terlanjur menaruh bagian dalam hati. Menurutku kita tidak bisa mengosongkannya kembali, namun kita bisa berusaha melapangkan hati seluas-luasnya.

    BalasHapus
  8. Masa lalu ndak bisa di tiadakan tapi masa lalu bisa jadi spion kita untuk kemasa depa

    BalasHapus